Pontianak. Bagi sebagian orang, namanya mungkin hanya sebatas titik di peta. Namun, bagi para penjelajah sejati, ibu kota Kalimantan Barat ini adalah magnet yang tak terhindarkan. Terbelah Sungai Kapuas, yang notabene adalah sungai terpanjang di Indonesia, Pontianak menawarkan pengalaman unik yang sulit ditemukan di tempat lain. Ini bukan sekadar kota di garis khatulistiwa; ini adalah perpaduan harmonis antara budaya Melayu yang agung, jejak sejarah Tionghoa yang kuat, dan kekayaan kuliner yang sanggup membuat lidah bergoyang tanpa henti.

Lupakan sejenak keramaian Bali atau hiruk-pikuk Jakarta. Pontianak mengajak Anda menyelami ritme kehidupan yang lebih tenang, namun penuh kejutan. Dari megahnya Tugu Khatulistiwa yang menjadi penanda tak kasat mata, hingga aroma kopi O khas yang menyeruak di setiap sudut kota, setiap elemen di Pontianak adalah cerita yang menunggu untuk Anda ungkap. Siapkan diri Anda untuk sebuah petualangan yang jujur, otentik, dan tak terlupakan di jantung Kalimantan.
Daftar Isi
- Mengapa Pontianak Wajib Masuk Daftar Perjalanan Anda?
- Cara Menuju Pontianak (dan Bagaimana Berkelilingnya)
- Menjelajahi Garis Khatulistiwa: Ikonik dan Edukatif
- Petualangan Kuliner di Jantung Kalimantan Barat
- Menguak Pesona Budaya dan Sejarah Pontianak
- Hidden Gems dan Aktivitas yang Jarang Diketahui Turis
- Tips Praktis untuk Petualang Sejati
- Estimasi Biaya Perjalanan (Backpacker hingga Mid-Range)
- Pertanyaan Sering Diajukan (FAQ)
Mengapa Pontianak Wajib Masuk Daftar Perjalanan Anda?
Pontianak menawarkan lebih dari sekadar gimmick “Kota Khatulistiwa”. Ini adalah destinasi yang kaya akan perpaduan budaya Melayu dan Tionghoa yang terjalin erat selama berabad-abad. Anda bisa merasakan atmosfer toleransi yang kental, tercermin dari arsitektur, tradisi, hingga tentu saja, kulinernya. Sebagai kota yang dilewati garis khatulistiwa, pengalaman mengunjungi Tugu Khatulistiwa dan merasakan fenomena titik nol matahari adalah daya tarik yang tak terbantahkan. Bayangkan, Anda berdiri tepat di atas garis imajiner yang membelah bumi, merasakan keseimbangan yang unik, apalagi saat momen kulminasi matahari tiba di mana bayangan Anda menghilang sempurna. Ini bukan hanya tentang foto, melainkan tentang pengalaman geografis yang mendalam.
Selain itu, Pontianak adalah surganya kuliner. Anda bisa menemukan hidangan-hidangan legendaris yang cita rasanya tak akan terlupakan, mulai dari jajanan pasar hingga hidangan berat yang kaya rempah. Sebagian besar kuliner di sini memiliki pengaruh Melayu, Tionghoa, dan bahkan sedikit sentuhan Dayak, menciptakan palet rasa yang kompleks dan memukau. Jadi, jika Anda mencari destinasi yang menawarkan perpaduan sejarah, budaya, keunikan geografis, dan kelezatan kuliner, Pontianak adalah jawabaya.
Cara Menuju Pontianak (dan Bagaimana Berkelilingnya)
Untuk mencapai Pontianak, cara termudah adalah melalui jalur udara. Bandara Supadio (PNK) melayani penerbangan langsung dari kota-kota besar di Indonesia seperti Jakarta, Surabaya, Yogyakarta, dan beberapa kota di Kalimantan laiya. Waktu tempuh dari Jakarta sekitar 1,5 hingga 2 jam. Sesampainya di bandara, Anda bisa naik taksi, ojek daring, atau bus DAMRI untuk menuju pusat kota yang berjarak sekitar 17 km.
Begitu berada di Pontianak, opsi transportasi cukup beragam dan relatif mudah. Ojek daring (Gojek, Grab) sangat populer dan bisa diandalkan untuk perjalanan singkat dalam kota. Taksi konvensional juga tersedia, meskipun jumlahnya tidak sebanyak di kota-kota besar Jawa. Jika Anda berencana menjelajahi kota dengan lebih leluasa, atau bahkan ingin melakukan perjalanan ke daerah sekitar seperti Singkawang atau Sambas, sewa mobil di Pontianak adalah pilihan terbaik. Dengan menyewa mobil, Anda tidak perlu khawatir tentang jadwal transportasi umum yang terbatas dan bisa mengatur sendiri itinerary perjalanan Anda. Balioh Trans menyediakan layanan rental mobil Pontianak dengan berbagai pilihan armada yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan Anda, baik untuk perjalanan sendiri, bersama pasangan, atau rombongan keluarga.
Untuk pengalaman yang lebih otentik, cobalah naik perahu motor atau taksi air (disebut “klotok”) menyusuri Sungai Kapuas. Ini adalah cara yang menyenangkan untuk melihat kehidupan di tepi sungai dan mengakses beberapa objek wisata yang berada di seberang. Jalur perahu ini menghubungkan beberapa dermaga penting di kota, dan biayanya cukup terjangkau.
Menjelajahi Garis Khatulistiwa: Ikonik dan Edukatif
Tentu saja, perjalanan ke Pontianak tidak akan lengkap tanpa mengunjungi Tugu Khatulistiwa. Terletak sekitar 3 km dari pusat kota, tugu ini adalah penanda geografis yang ikonik. Bangunan aslinya berupa tonggak sederhana yang didirikan pada tahun 1928 oleh tim ekspedisi Belanda, lalu direnovasi dan diperbesar hingga menjadi seperti sekarang.
Fenomena Kulminasi Matahari
Momen paling spektakuler di Tugu Khatulistiwa adalah saat kulminasi matahari, yaitu ketika matahari berada tepat di atas garis khatulistiwa. Ini terjadi dua kali setahun, sekitar 21-23 Maret dan 21-23 September. Pada saat itu, benda tegak tidak memiliki bayangan karena matahari berada tepat di atas kepala. Datanglah pada tanggal-tanggal tersebut (cek tanggal pastinya setiap tahun karena bisa bergeser sedikit) untuk menyaksikan fenomena unik ini. Pengelola biasanya mengadakan acara khusus untuk merayakan momen ini, jadi suasana akan lebih ramai dan meriah. Di luar momen kulminasi, tugu ini tetap menarik untuk dikunjungi. Anda bisa berfoto dengan latar belakang tugu, melihat miniatur bumi dan garis khatulistiwa, serta membeli sertifikat yang membuktikan bahwa Anda telah melintasi garis khatulistiwa.
Tips On-The-Ground:
- Waktu Terbaik: Selain saat kulminasi, pagi atau sore hari adalah waktu terbaik untuk menghindari terik matahari yang menyengat. Datanglah sekitar pukul 08.00-09.00 atau 16.00-17.00.
- Aktivitas Tambahan: Di sekitar tugu ada area taman yang nyaman untuk bersantai. Ada juga penjual es kelapa muda yang sangat menyegarkan di tengah cuaca Pontianak yang cenderung panas.
- Museum Mini: Di dalam kompleks tugu, terdapat museum mini yang menceritakan sejarah tugu dan fenomena khatulistiwa. Jangan lewatkan untuk mengunjunginya agar pemahaman Anda lebih lengkap.
Petualangan Kuliner di Jantung Kalimantan Barat
Bersiaplah untuk memanjakan lidah Anda, karena Pontianak adalah surga bagi para pencinta kuliner. Kota ini menawarkan ragam hidangan unik yang merupakan perpaduan budaya Melayu, Tionghoa, dan sedikit Dayak. Berikut adalah beberapa hidangan wajib coba dan rekomendasi tempat untuk menemukaya:
- Chai Kue / Choipan: Ini adalah jajanan khas Tionghoa yang sangat populer di Pontianak. Berupa dimsum kukus dengan isian bengkuang, kucai, atau talas, disajikan dengan taburan bawang putih goreng dan saus sambal khas. Teksturnya kenyal dan rasanya gurih segar.
- Rekomendasi: Chai Kue Panas Jl. WR. Supratman, Chai Kue Akhiang (berbagai cabang), atau cobalah yang di Pasar Flamboyan.
- Kwecap: Hidangan berkuah kental dari tepung beras yang kenyal, disajikan dengan irisan daging babi (bagi yang non-muslim), usus, hati, dan taburan bawang goreng. Rasanya gurih dan menghangatkan.
- Rekomendasi: Kwecap Pontianak di Jl. Tanjungpura atau Kwecap Veteran.
- Pengkang: Mirip lemper, namun dibakar dan dibungkus daun pisang yang diikat dengan bambu. Isiaya nasi ketan dengan udang ebi pedas yang gurih. Citarasa asap dari pembakaran memberikan aroma khas yang lezat.
- Rekomendasi: Pengkang Pak Amir di Peniti, pinggir jalan menuju arah Singkawang. Rasakan sensasi makan di tepian sungai.
- Bubur Pedas: Jangan terkecoh namanya, bubur ini tidak sepedas yang Anda bayangkan. Ini adalah bubur khas Melayu yang terbuat dari beras yang digongseng lalu ditumbuk kasar, dimasak dengan aneka sayuran seperti kangkung, pakis, daun kesum, serta taburan kacang tanah dan ikan teri. Rasanya unik, kaya rempah, dan sedikit gurih pedas.
- Rekomendasi: Rumah Makan H. M. Ismail di Jl. Sisingamangaraja.
- Pisang Goreng Pontianak: Meskipuamanya sama, pisang goreng di sini punya ciri khas tersendiri. Menggunakan pisang kepok yang manis, digoreng dengan adonan tipis renyah, sering kali disajikan dengan taburan keju atau cokelat, bahkan srikaya.
- Rekomendasi: Pisang Goreng Srikaya Aming di Jl. Tanjungpura. Ini adalah legenda.
- Kopi O: Pontianak adalah surganya kedai kopi tradisional. Kopi O adalah kopi hitam kental yang diseduh dengan cara khas, sering disajikan dengan telur setengah matang dan roti bakar kaya (selai srikaya). Ini adalah sarapan atau camilan sore yang wajib dicoba.
- Rekomendasi: Warung Kopi Asiang (konon baristanya hanya pakai celana pendek), Warung Kopi Aming, atau Warung Kopi H. Daeng.
- Es Krim Angi: Atau Es Krim Petrus, sesuai nama lokasinya. Ini adalah es krim rumahan legendaris yang sudah ada sejak puluhan tahun lalu. Rasanya klasik, lembut, dan menyegarkan, cocok untuk mendinginkan diri dari panasnya Pontianak.
- Rekomendasi: Es Krim Angi di Jl. Pattimura.
Menguak Pesona Budaya dan Sejarah Pontianak
Pontianak menyimpan jejak sejarah yang panjang dan kaya, terutama dari Kesultanan Pontianak dan percampuran budaya Tionghoa. Menjelajahi situs-situs bersejarah ini akan memberikan Anda gambaran utuh tentang identitas kota.
Keraton Kadriah
Dibangun pada tahun 1771 oleh Sultan Syarif Abdurrahman Alkadrie, pendiri Kota Pontianak, Keraton Kadriah adalah saksi bisu kejayaan Kesultanan Pontianak. Arsitekturnya memadukan gaya Melayu dengan sentuhan Eropa. Meskipun tidak semegah keraton di Jawa, keraton ini tetap memancarkan aura historis yang kuat. Di dalamnya, Anda bisa melihat singgasana sultan, pakaian adat, foto-foto keluarga kesultanan, dan berbagai benda pusaka laiya. Kisah-kisah tentang pendirian Kesultanan Pontianak dan bagaimana Sultan Syarif Abdurrahman memilih lokasi di pertemuan Sungai Kapuas dan Sungai Landak akan menambah kedalaman kunjungan Anda. Untuk informasi lebih lanjut mengenai Kesultanan Pontianak, Anda bisa membaca referensi historis seperti di Wikipedia Indonesia.
Masjid Jami Sultan Syarif Abdurrahman
Tidak jauh dari Keraton Kadriah, berdiri megah Masjid Jami Sultan Syarif Abdurrahman, masjid tertua di Pontianak yang juga dibangun oleh pendiri kota. Arsitektur masjid ini mencerminkan gaya Melayu klasik dengan sentuhan ornamen Islam. Tiang-tiang kayunya yang besar dan mimbar ukirnya yang indah adalah daya tarik tersendiri. Masjid ini bukan hanya tempat ibadah, melainkan juga pusat kebudayaan dan sejarah Islam di Pontianak. Suasana yang tenang dan sakral di dalamnya memberikan kesempatan untuk merenung dan mengagumi warisan budaya.
Rumah Betang Radakng
Untuk merasakan kekayaan budaya Dayak, kunjungi Rumah Betang Radakng, rumah adat terbesar di Kalimantan Barat. Meskipun merupakan replika modern dari rumah betang tradisional, bangunan ini tetap mengagumkan dengan arsitektur panjangnya yang khas. Di dalamnya, Anda bisa melihat berbagai artefak Dayak, alat musik, ukiran, dan belajar tentang filosofi hidup suku Dayak. Seringkali, ada pertunjukan tari atau upacara adat yang diselenggarakan di sini, jadi pastikan untuk memeriksa jadwal acara jika Anda tertarik.
Pecinan dan Vihara
Pontianak memiliki komunitas Tionghoa yang besar dan telah berakar lama. Anda bisa merasakan jejak budaya Tionghoa yang kental di kawasan pecinan, terutama di sekitar Jalan Gajah Mada dan Jalan Tanjungpura. Di sini, Anda akan menemukan banyak toko kelontong, rumah makan, dan vihara-vihara tua yang memiliki nilai sejarah. Salah satu yang paling terkenal adalah Vihara Bodhisattva Karaniya (Kwan Im Keng), vihara tertua di Pontianak yang berdiri sejak abad ke-18. Arsitekturnya yang megah dengan ornamen khas Tionghoa sangat menarik untuk dijelajahi.
Hidden Gems dan Aktivitas yang Jarang Diketahui Turis
Melangkah sedikit keluar dari jalur utama, Pontianak punya beberapa rahasia yang menunggu untuk Anda temukan:
- Menyusuri Sungai Kapuas dengan Klotok di Malam Hari: Banyak turis hanya naik klotok di siang hari. Padahal, suasana Sungai Kapuas di malam hari jauh lebih magis. Lampu-lampu kota yang memantul di permukaan air, angin sejuk yang berhembus, dan hiruk pikuk pasar terapung kecil di beberapa titik akan memberikan pengalaman yang berbeda. Beberapa klotok juga menawarkan makan malam di atas perahu.
- Pasar Flamboyan di Pagi Hari: Ini bukan sekadar pasar, tapi sebuah pengalaman kuliner dan budaya. Datanglah sebelum pukul 09.00 pagi. Anda akan menemukan aneka jajanan tradisional yang sulit ditemukan di tempat lain, sayuran segar, ikan, hingga berbagai rempah khas. Ini adalah tempat terbaik untuk mencoba berbagai jenis chai kue, sate, atau bahkan sarapan bubur pedas otentik di warung-warung kecil. Aroma dan suara pasar tradisional yang ramai adalah refleksi kehidupan lokal yang sesungguhnya.
- Berburu Kopi Robusta Khas Pontianak: Selain kopi O di kedai-kedai, Pontianak juga dikenal memiliki perkebunan robusta yang menghasilkan biji kopi berkualitas. Cari toko-toko yang menjual biji kopi lokal untuk oleh-oleh. Beberapa roastery kecil di Pontianak mulai muncul dan menawarkan kopi bubuk fresh yang bisa Anda bawa pulang.
- Taman Alun-alun Kapuas: Di tepi Sungai Kapuas, taman ini menjadi ruang publik favorit warga. Datanglah di sore hari menjelang senja. Anda bisa bersantai, melihat lalu lalang kapal, atau menikmati jajanan kaki lima yang banyak tersedia. Dari sini, Anda juga bisa mendapatkan pemandangan Keraton Kadriah dan Masjid Jami dari seberang sungai yang sangat cantik saat matahari terbenam.
- Wisata Edukasi Hutan Mangrove: Agak keluar sedikit dari pusat kota, ada beberapa area hutan mangrove yang mulai dikembangkan sebagai wisata edukasi. Anda bisa belajar tentang ekosistem mangrove dan pentingnya menjaga lingkungan. Ini adalah alternatif bagi Anda yang ingin sedikit melarikan diri dari keramaian kota dan menikmati alam.
Tips Praktis untuk Petualang Sejati
- Waktu Terbaik Berkunjung: Pontianak memiliki iklim tropis dengan dua musim, kemarau dan hujan. Musim kemarau (Mei-Oktober) adalah waktu yang ideal karena cuaca cenderung cerah. Hindari puncak musim hujan (November-Februari) jika Anda tidak ingin aktivitas terganggu.
- Akomodasi: Pontianak memiliki beragam pilihan penginapan, mulai dari hotel bujet hingga hotel bintang empat. Pusat kota di sekitar Jalan Gajah Mada dan Tanjungpura adalah area strategis karena dekat dengan kuliner dan akses ke Sungai Kapuas.
- Pakai Pakaiayaman: Karena cuaca cenderung panas dan lembap, kenakan pakaian dari bahan yang menyerap keringat seperti katun. Jangan lupa topi atau payung untuk melindungi dari terik matahari.
- Siapkan Uang Tunai: Meskipun banyak tempat sudah menerima pembayaraon-tunai, di pasar tradisional atau warung kopi kecil, uang tunai masih jadi raja.
- Tawar-menawar di Pasar: Jika Anda berbelanja di pasar tradisional, jangan ragu untuk menawar harga, terutama untuk oleh-oleh.
- Cicipi Air Tebu: Di tengah cuaca panas, segelas besar air tebu murni yang digiling langsung adalah penyelamat. Mudah ditemukan di pinggir jalan.
- Akses Internet: Cakupan sinyal di Pontianak cukup baik, provider besar seperti Telkomsel, Indosat, dan XL Axiata berfungsi dengan lancar. Wi-Fi tersedia di banyak kafe dan hotel.
Estimasi Biaya Perjalanan (Backpacker hingga Mid-Range)
Berikut adalah perkiraan biaya per orang per hari untuk membantu Anda merencanakan anggaran:
- Akomodasi:
- Hostel/Guest House (Backpacker): Rp75.000 – Rp150.000
- Hotel Bintang 2-3 (Mid-Range): Rp250.000 – Rp500.000
- Makan:
- Warung Lokal/Street Food (Backpacker): Rp50.000 – Rp100.000 (3x makan)
- Restoran Menengah (Mid-Range): Rp150.000 – Rp250.000 (3x makan)
- Transportasi Lokal:
- Ojek/Taksi Daring (Beberapa kali): Rp30.000 – Rp70.000
- Sewa Motor (jika ada): Rp70.000 – Rp100.000 per hari
- Sewa Mobil (tanpa sopir, dibagi): Mulai dari Rp150.000 – Rp250.000 per orang jika berbagi.
- Tiket Masuk & Aktivitas:
- Tugu Khatulistiwa, Keraton, Masjid Jami: Gratis atau donasi sukarela (Rp5.000 – Rp10.000 per lokasi).
- Naik Klotok: Rp10.000 – Rp25.000 per orang untuk rute pendek.
- Total Per Hari:
- Backpacker: Rp150.000 – Rp300.000
- Mid-Range: Rp450.000 – Rp800.000
Estimasi ini belum termasuk tiket pesawat pulang-pergi dan oleh-oleh.
Pertanyaan Sering Diajukan (FAQ)
- Apa makanan khas Pontianak yang wajib dicoba?
Anda wajib mencoba Chai Kue (Choipan), Pengkang, Bubur Pedas, Pisang Goreng Srikaya, dan tentunya, ngopi Kopi O di warung kopi tradisional.
- Kapan waktu terbaik untuk mengunjungi Tugu Khatulistiwa?
Waktu terbaik adalah saat fenomena kulminasi matahari (sekitar 21-23 Maret dan 21-23 September) untuk menyaksikan bayangan menghilang. Di luar itu, kunjungi pada pagi atau sore hari untuk menghindari terik.
- Bagaimana cara terbaik berkeliling Pontianak?
Ojek daring (Gojek/Grab) sangat populer untuk dalam kota. Jika ingin lebih leluasa atau mengunjungi daerah sekitar, sewa mobil di Pontianak adalah pilihan yang direkomendasikan.
- Apakah Pontianak aman untuk turis wanita yang bepergian sendiri?
Secara umum, Pontianak adalah kota yang aman. Namun, seperti di destinasi manapun, selalu berhati-hati, terutama di malam hari, dan jaga barang bawaan Anda.
- Oleh-oleh apa yang khas dari Pontianak?
Selain makanan seperti Lempok Durian, Kerupuk Amplang, dan kue-kue tradisional, Anda bisa membeli biji kopi robusta lokal, kain tenun khas Dayak, atau produk kerajinan tangan dari kayu.





