Beranda ยป Blog ยป Pekanbaru: Menguak Pesona Jantung Riau, Perpaduan Budaya, Kuliner, dan Keindahan Sungai yang Tak Terduga

Pekanbaru: Menguak Pesona Jantung Riau, Perpaduan Budaya, Kuliner, dan Keindahan Sungai yang Tak Terduga

Rate this post

Bagi sebagian orang, Pekanbaru mungkin hanya sebatas kota transit di jantung Pulau Sumatra. Namun, jangan salah. Lebih dari sekadar kota industri dengan deretan gedung pencakar langitnya, Pekanbaru menyimpan pesona yang belum banyak dijamah wisatawan. Kota ini menawarkan perpaduan menarik antara kekayaan budaya Melayu Riau, kelezatan kuliner yang menggoda selera, serta keindahan lanskap sungai yang menenangkan. Jika Anda mencari petualangan yang otentik dan berbeda dari hiruk-pikuk destinasi populer, Pekanbaru siap menyuguhkan kejutan.

Artikel ini akan membimbing Anda menjelajahi sisi lain Pekanbaru. Kami akan membagikan tips lapangan, rekomendasi tempat-tempat yang wajib dikunjungi, hingga rahasia lokal yang akan membuat perjalanan Anda lebih berkesan. Siapkan diri Anda untuk menguak jantung Riau yang tak terduga ini.

Daftar Isi

Kenapa Harus Jelajah Pekanbaru?

Lupakan sejenak anggapan bahwa Pekanbaru membosankan. Kota ini memiliki sejumlah daya tarik yang, jika Anda bersedia menggali lebih dalam, akan memberikan pengalaman yang tak kalah memukau dari destinasi lain. Berikut beberapa alasaya:

1. Masjid Agung An-Nur: Mahakarya Arsitektur yang Megah

Tak lengkap rasanya ke Pekanbaru tanpa mengunjungi Masjid Agung An-Nur. Masjid ini bukan sekadar tempat ibadah biasa, melainkan sebuah mahakarya arsitektur yang sering dijuluki “Taj Mahal Riau” oleh penduduk lokal. Dengan perpaduan gaya arsitektur Melayu, Arab, Turki, dan India, masjid ini berdiri megah dengan kubah hijau-emasnya yang menjulang dan empat menara ramping di setiap sudutnya. Interiornya tak kalah memukau dengan kaligrafi indah dan ornamen khas Melayu.

  • Tips Lapangan: Datanglah saat sore menjelang magrib. Cahaya matahari terbenam memantulkan warna keemasan pada kubah, menciptakan pemandangan yang sangat fotogenik. Area pelataraya yang luas sering dijadikan tempat bersantai keluarga, menambah kesan hidup pada kompleks masjid. Jangan lupa untuk mengenakan pakaian yang sopan saat berkunjung.

2. Menjelajahi Pasar Bawah: Jantung Perdagangan dan Oleh-Oleh Otentik

Jika Anda mencari pengalaman berbelanja yang autentik dan ingin merasakan denyut nadi lokal Pekanbaru, Pasar Bawah adalah tempatnya. Pasar tradisional ini terletak di tepi Sungai Siak dan merupakan salah satu pasar tertua di kota. Di sini, Anda bisa menemukan berbagai macam barang, mulai dari kain songket Melayu yang cantik, kerajinan tangan lokal, pernak-pernik unik, hingga barang antik dan furnitur.

  • Tips Lapangan: Kunjungi lantai atas pasar untuk menemukan toko-toko yang menjual aneka makanan ringan dan oleh-oleh khas Riau, seperti Lempuk Durian, dodol nanas, atau kerupuk sanjai. Jangan ragu untuk menawar harga, terutama jika Anda membeli dalam jumlah banyak. Area sekitar pasar juga memiliki beberapa rumah makan legendaris.

3. Wisata Air di Danau Buatan (Khayangan): Oase di Tengah Kota

Untuk melepas penat dari keramaian kota, Danau Buatan atau yang juga dikenal dengan Danau Khayangan, adalah pilihan yang tepat. Danau buatan ini menawarkan suasana yang tenang dan asri, cocok untuk piknik atau sekadar bersantai. Anda bisa menyewa perahu dayung atau sepeda air untuk menjelajahi danau, atau menikmati pemandangan dari tepian sambil menyeruput es kelapa muda.

  • Tips Lapangan: Meskipuamanya “buatan”, danau ini dikelilingi pepohonan rindang yang membuatnya terasa alami. Datanglah saat pagi hari atau sore hari untuk menghindari teriknya matahari dan menikmati angin sepoi-sepoi yang menyegarkan. Ada beberapa warung makan sederhana di sekitar danau yang menjual jajanan lokal.

4. Menelusuri Jejak Sejarah di Museum Sang Nila Utama

Pekanbaru, sebagai ibu kota Riau, memiliki sejarah dan budaya Melayu yang kaya. Museum Sang Nila Utama adalah gerbang terbaik untuk memahami kekayaan tersebut. Museum ini menyimpan koleksi artefak sejarah, benda-benda budaya Melayu Riau, hingga diorama yang menggambarkan kehidupan masyarakat Riau dari masa ke masa. Anda akan menemukan pakaian adat, peralatan rumah tangga tradisional, senjata kuno, dan berbagai benda bersejarah laiya.

  • Tips Lapangan: Luangkan waktu sekitar 1-2 jam untuk menjelajahi museum ini. Bacalah setiap keterangan yang menyertai koleksi agar Anda mendapatkan pemahaman yang lebih mendalam tentang budaya Melayu. Museum ini adalah tempat edukasi yang sangat baik, terutama jika Anda bepergian bersama anak-anak.

5. Kuliner Pekanbaru: Pesta Rasa Khas Melayu yang Menggoda

Tidak ada perjalanan yang lengkap tanpa mencicipi kuliner khasnya. Pekanbaru adalah surga bagi para pencinta makanan, dengan dominasi cita rasa Melayu yang kaya rempah dan unik. Berikut beberapa hidangan yang wajib Anda coba:

  • Gulai Ikan Patin: Ini adalah ikon kuliner Pekanbaru. Ikan patin segar dimasak dengan kuah gulai kental berwarna kekuningan, kaya rempah, dan sedikit asam. Rasanya gurih, pedas, dan segar. Salah satu tempat legendaris untuk mencoba ini adalah Pondok Patin H. M. Yunus.
  • Asam Pedas Ikan Baung: Mirip gulai, tetapi dengan kuah yang lebih encer dan rasa asam-pedas yang dominan. Ikan baung yang berdaging tebal dan lembut menjadi bintang hidangan ini.
  • Mie Sagu: Hidangan mi unik yang terbuat dari sagu, disajikan dengan kuah kental, irisan daging, udang, dan sayuran. Tekstur mi sagu yang kenyal dan kuahnya yang gurih sangat khas.
  • Lempuk Durian: Ini adalah dodol yang terbuat dari durian asli. Rasanya manis legit dengan aroma durian yang kuat. Sangat cocok sebagai oleh-oleh.
  • Roti Jala: Roti berbentuk jaring-jaring yang biasanya disajikan dengan kuah kari ayam atau kambing. Teksturnya lembut dan rasanya gurih manis.
  • Tips Lapangan: Jangan ragu mencoba warung makan lokal yang ramai dikunjungi penduduk setempat. Biasanya, tempat-tempat inilah yang menyajikan hidangan otentik dengan harga terbaik.

Eksplorasi Lebih Jauh: Day Trip dari Pekanbaru

Jika Anda memiliki waktu lebih, Pekanbaru juga bisa menjadi titik awal untuk menjelajahi destinasi menarik di sekitarnya. Salah satu yang paling populer dan bersejarah adalah:

Candi Muara Takus: Jejak Peradaban Kuno di Jantung Sumatra

Berjarak sekitar 2,5 hingga 3 jam perjalanan darat dari Pekanbaru, Candi Muara Takus adalah kompleks candi Buddha yang megah, peninggalan Kerajaan Sriwijaya pada abad ke-11 dan ke-12. Situs bersejarah ini terletak di Kabupaten Kampar, Riau, dan menjadi salah satu bukti keberadaan peradaban kuno yang berkembang pesat di Sumatra. Kompleks candi ini memiliki beberapa bangunan utama, seperti Candi Mahligai, Candi Palangka, Candi Bungsu, dan Candi Tua. Keunikan arsitekturnya, dengan stupa-stupa yang mirip pagoda, menarik untuk dieksplorasi.

  • Tips Lapangan: Pastikan Anda menggunakan kendaraan pribadi atau menyewa mobil untuk kenyamanan perjalanan menuju Candi Muara Takus, karena transportasi umum sangat terbatas. Bawa bekal air minum dan topi, karena area candi cukup terbuka dan bisa sangat panas di siang hari. Ini adalah situs penting untuk memahami sejarah Pekanbaru dan peradaban kuno di Sumatra.

Cara Menuju dan Bergerak di Pekanbaru

Pekanbaru adalah kota besar yang mudah dijangkau dan memiliki infrastruktur transportasi yang cukup memadai.

Menuju Pekanbaru

  • Pesawat Terbang: Cara termudah dan tercepat menuju Pekanbaru adalah dengan pesawat terbang. Bandara Sultan Syarif Kasim II (PKU) melayani penerbangan langsung dari berbagai kota besar di Indonesia seperti Jakarta, Medan, Batam, Surabaya, dan Bandung, serta beberapa rute internasional seperti Kuala Lumpur dan Singapura.
  • Jalur Darat: Pekanbaru terhubung dengan kota-kota lain di Sumatra melalui jaringan jalan tol dan jalaasional. Bus antar kota antar provinsi (AKAP) tersedia dari Medan, Padang, Jambi, dan Palembang.

Bergerak di Pekanbaru

Untuk menjelajahi Pekanbaru dan daerah sekitarnya, ada beberapa opsi transportasi yang bisa Anda pertimbangkan:

  • Taksi Online/Konvensional: Layanan taksi daring seperti Gojek dan Grab tersedia luas di Pekanbaru, memudahkan mobilitas Anda di dalam kota. Taksi konvensional juga mudah ditemukan.
  • Angkutan Kota (Angkot): Jika Anda ingin merasakan pengalaman lokal, angkot bisa menjadi pilihan, namun rute dan kenyamanaya mungkin kurang ideal untuk wisatawan.
  • Sewa Mobil: Ini adalah opsi terbaik untuk kenyamanan dan fleksibilitas, terutama jika Anda berencana menjelajahi berbagai tempat wisata atau melakukan perjalanan sehari ke Candi Muara Takus. Anda bisa dengan mudah menemukan jasa sewa mobil di Pekanbaru dengan atau tanpa sopir. Balioh Trans menyediakan layanan rental mobil Pekanbaru yang bisa Anda pesan jauh-jauh hari untuk memastikan ketersediaan dan kenyamanan perjalanan Anda.

Tips Lapangan dari Jurnalis Travel

Sebagai jurnalis yang telah menjelajahi berbagai pelosok, ada beberapa “rahasia” yang bisa membuat perjalanan Anda ke Pekanbaru lebih efisien dan berkesan:

  • Waktu Terbaik Berkunjung: Pekanbaru memiliki iklim tropis yang cenderung panas. Hindari bulan-bulan dengan intensitas hujan tinggi (biasanya November hingga Januari) untuk memaksimalkan aktivitas luar ruangan. Bulan-bulan kering lebih nyaman, tetapi selalu sedia payung atau jas hujan sebagai antisipasi.
  • Beradaptasi dengan Cuaca: Selalu siapkan pakaian yang nyaman, berbahan ringan, dan mudah menyerap keringat. Topi, kacamata hitam, dan tabir surya juga penting untuk melindungi diri dari sengatan matahari.
  • Jelajahi Kuliner Lokal: Jangan terpaku pada restoran-restoran besar. Banyak permata kuliner tersembunyi di warung-warung makan sederhana di pinggir jalan atau di gang-gang kecil. Tanyakan pada penduduk lokal rekomendasi tempat makan favorit mereka.
  • Hidden Gem Spot Foto: Selain Masjid Agung An-Nur, jembatan Siak IV yang membentang gagah di atas Sungai Siak menawarkan pemandangan kota yang menarik, terutama saat malam hari dengan lampu-lampu yang menyala. Jembatan ini bisa menjadi latar belakang foto yang epik, berbeda dari pemandangan biasa.
  • Siapkan Uang Tunai: Meskipun banyak tempat menerima pembayaran digital, beberapa warung makan tradisional dan penjual di Pasar Bawah mungkin hanya menerima uang tunai. Selalu sedia uang tunai secukupnya.
  • Pentingnya Berpakaian Sopan: Masyarakat Pekanbaru mayoritas Melayu yang menjunjung tinggi adat dan agama. Hormati budaya lokal dengan mengenakan pakaian yang sopan, terutama saat mengunjungi tempat-tempat ibadah atau lokasi yang dianggap sakral.
  • Manfaatkan Sungai Siak: Meski belum sepopuler sungai-sungai lain, Sungai Siak menyimpan potensi. Jika ada tawaran perahu wisata lokal (bukan kapal barang), coba sesekali menyusuri sungai ini di sore hari. Pengalaman yang berbeda dan bisa melihat sisi lain kota dari perspektif air.
  • Belajar Frasa Lokal: Meskipun bahasa Indonesia umum digunakan, mempelajari beberapa frasa dasar dalam bahasa Melayu Riau, seperti “Apa kabar?” (untuk sapaan), “Terima kasih banyak,” atau “Berapa harganya?” bisa sangat membantu dan menyenangkan penduduk lokal.

Pekanbaru mungkin tidak memiliki gunung berapi yang menjulang atau pantai berpasir putih nan luas seperti destinasi lain, tetapi kota ini menawarkan pesonanya sendiri: keramahan penduduk, kekayaan budaya yang terjaga, serta kuliner yang membuat lidah bergoyang. Berikan kesempatan pada Pekanbaru, dan Anda mungkin akan terkejut dengan apa yang ditemukaya.

Pertanyaan Sering Diajukan (FAQ)

Berikut adalah beberapa pertanyaan umum yang sering diajukan mengenai wisata di Pekanbaru:

  1. Apa destinasi wisata utama di Pekanbaru?
    Destinasi utama meliputi Masjid Agung An-Nur, Pasar Bawah, Danau Buatan (Khayangan), dan Museum Sang Nila Utama. Untuk perjalanan sehari, Candi Muara Takus juga sangat direkomendasikan.
  2. Bagaimana cara terbaik untuk berkeliling di Pekanbaru?
    Cara terbaik adalah dengan menyewa mobil, baik dengan sopir atau lepas kunci, untuk fleksibilitas maksimal. Taksi online juga tersedia luas dayaman untuk perjalanan dalam kota.
  3. Kuliner apa yang wajib dicoba di Pekanbaru?
    Anda wajib mencoba Gulai Ikan Patin, Asam Pedas Ikan Baung, Mie Sagu, dan jangan lupa Lempuk Durian sebagai oleh-oleh.
  4. Apakah Pekanbaru aman untuk wisatawan?
    Secara umum, Pekanbaru adalah kota yang aman. Namun, seperti kota besar laiya, selalu waspada terhadap barang bawaan Anda dan hindari bepergian sendirian di tempat sepi pada malam hari.
  5. Berapa lama waktu yang ideal untuk menjelajahi Pekanbaru?
    Untuk menjelajahi inti kota dan beberapa day trip ke Candi Muara Takus, waktu ideal adalah 3 hingga 4 hari. Jika Anda hanya ingin mencicipi kuliner dan beberapa ikon kota, 2 hari sudah cukup.