Belitung. Mendengar namanya saja sudah terbayang hamparan pasir putih, air laut biru jernih, dan formasi batu granit raksasa yang menjadi ikon. Lebih dari sekadar latar film Laskar Pelangi, Belitung adalah permata tersembunyi di Indonesia yang menawarkan petualangan bahari dan kekayaan budaya lokal. Destinasi ini cocok untuk Anda yang mencari ketenangan sekaligus eksplorasi, jauh dari hiruk pikuk kota besar. Dari island hopping di antara gugusan pulau kecil hingga menyusuri jejak literer Andrea Hirata, Belitung punya segalanya untuk membuat Anda lupa daratan.

Jika Anda merencanakan kunjungan ke Belitung, panduan ini akan membantu memaksimalkan petualangan Anda. Siapkan kamera, mental petualang, dan hasrat untuk menjelajahi keindahan alami yang tak tertandingi.
Daftar Isi
- Kenapa Belitung Wajib Ada di Bucket List Anda?
- Panduan Lengkap Jelajah Belitung: Itinerary Esensial
- Cara Menuju Belitung & Mobilisasi di Pulau
- Tips Lapangan dari Jurnalis Travel Senior
- Hidden Gem Belitung yang Jarang Diketahui
- Estimasi Anggaran Wisata di Belitung
- Pertanyaan Sering Diajukan (FAQ)
Kenapa Belitung Wajib Ada di Bucket List Anda?
Belitung bukan hanya tempat indah, melainkan sebuah pengalaman yang akan mengubah cara Anda melihat keindahan alam. Berikut beberapa alasan utama mengapa Belitung harus segera Anda masukkan ke dalam daftar tujuan wisata:
- Formasi Batu Granit Raksasa yang Unik: Ini adalah ciri khas Belitung yang paling memukau. Batu-batu granit berukuran masif, ada yang tingginya mencapai puluhan meter, tersebar di garis pantai dan membentuk pemandangan surealis yang tak ditemukan di tempat lain. Mereka menjadi latar sempurna untuk foto-foto yang menakjubkan dan spot petualangan yang seru.
- Pulau-pulau Eksotis dengan Air Jernih: Belitung adalah surga island hopping. Gugusan pulau-pulau kecil seperti Pulau Lengkuas, Pulau Pasir, Pulau Batu Berlayar, dan Pulau Kepayang menawarkan pengalaman snorkeling, berenang, atau sekadar berjemur di bawah matahari dengan air sebening kristal dan pasir sehalus tepung.
- Kisah Laskar Pelangi yang Menginspirasi: Jejak cerita dari novel dan film fenomenal Laskar Pelangi karya Andrea Hirata terasa kuat di Belitung. Anda bisa mengunjungi replika SD Muhammadiyah Gantong, Museum Kata Andrea Hirata, dan Pantai Tanjung Tinggi yang menjadi lokasi syuting utama. Ini memberikan dimensi emosional dan inspiratif pada perjalanan Anda.
- Kuliner Khas yang Menggugah Selera: Jangan lewatkan kesempatan mencicipi Mie Belitung yang legendaris, kopi-kopi otentik di warung kopi tradisional, dan aneka olahan hasil laut segar. Rasanya akan melengkapi pengalaman perjalanan Anda.
- Ketenangan dan Keaslian yang Terjaga: Belitung masih mempertahankan pesona aslinya. Meskipun populer, pulau ini tidak seramai destinasi lain, sehingga Anda bisa menikmati keindahan alam dalam suasana yang lebih tenang dan intim. Keramahan penduduk lokal pun menjadi nilai tambah yang membuat betah.
Panduan Lengkap Jelajah Belitung: Itinerary Esensial
Agar perjalanan Anda efisien dan berkesan, berikut rekomendasi itinerary tiga hari dua malam yang mencakup semua daya tarik utama Belitung:
Hari 1: Pesona Belitung Utara & Jejak Laskar Pelangi
Setelah tiba di Bandara H.A.S. Hanandjoeddin (TJQ), langsung menuju area Tanjung Kelayang atau Tanjung Tinggi untuk mencari akomodasi. Setelah beres urusan bagasi, petualangan hari pertama Anda akan fokus di area pantai dan jejak literer:
- Tanjung Kelayang: Awali perjalanan Anda dengan mengunjungi Tanjung Kelayang. Pantai ini merupakan salah satu dari 17 Geopark Nasional dan sering menjadi titik keberangkatan untuk island hopping. Nikmati pemandangan batu granit unik dan siapkan diri untuk petualangan bahari esok hari.
- Tanjung Tinggi (Pantai Laskar Pelangi): Ini adalah ikon Belitung yang tak boleh dilewatkan. Pantai ini menjadi lokasi syuting utama film Laskar Pelangi, terkenal dengan batu-batu granit raksasa yang tersebar di sepanjang pantai. Luangkan waktu untuk menjelajahi sela-sela batu, berfoto, atau sekadar menikmati keindahan sunset yang memukau.
- Makan Malam dengan Seafood Segar: Banyak restoran di sekitar Tanjung Tinggi atau Tanjung Kelayang yang menawarkan menu seafood segar. Jangan ragukan kualitas rasanya.
Hari 2: Petualangan Island Hopping yang Bikin Speechless
Hari ini adalah puncak petualangan bahari Anda. Sewalah perahu dari Tanjung Kelayang atau Tanjung Binga untuk memulai island hopping. Pastikan Anda membawa sunblock, topi, kacamata hitam, dan perlengkapan snorkeling pribadi jika ada.
- Pulau Lengkuas: Destinasi utama island hopping. Di sini berdiri kokoh mercusuar peninggalan Belanda yang berusia lebih dari 130 tahun. Anda bisa naik ke puncak mercusuar (jika diizinkan dan tidak ada antrean panjang) untuk menikmati pemandangan 360 derajat gugusan pulau Belitung yang menakjubkan. Di sekitar Pulau Lengkuas juga banyak spot snorkeling yang indah.
- Pulau Pasir: Sebuah pulau kecil yang hanya muncul saat air laut surut. Luangkan waktu untuk mencari bintang laut dan berfoto di hamparan pasir putihnya yang lembut.
- Pulau Batu Berlayar: Dinamakan demikian karena ada formasi batu granit yang menyerupai layar perahu. Spot ini sangat fotogenik dan sempurna untuk berfoto dengan latar batu-batu unik.
- Pulau Kepayang: Pulau ini memiliki area konservasi penyu dan terumbu karang. Anda bisa belajar tentang upaya pelestarian dan menikmati snorkeling di perairan sekitarnya.
- Pulau Kelayang: Seringkali menjadi tempat makan siang setelah snorkeling. Ada gua kecil di pulau ini yang bisa dijelajahi.
- Snorkeling & Berenang: Sepanjang perjalanan island hopping, kapten kapal biasanya akan membawa Anda ke beberapa spot snorkeling terbaik dengan terumbu karang dan ikan-ikan berwarna-warni.
Hari 3: Belitung Timur & Budaya Lokal
Hari terakhir ini, eksplorasi Anda akan bergeser ke Belitung Timur, daerah asal penulis Andrea Hirata.
- Danau Kaolin: Sebuah danau bekas penambangan kaolin yang kini menjelma menjadi destinasi wisata unik. Airnya biru toska dengan gundukan-gundukan putih seperti salju di sekelilingnya. Pemandangan ini kontras dan sangat menarik untuk difoto.
- Museum Kata Andrea Hirata: Museum literatur pertama di Indonesia yang didirikan oleh Andrea Hirata sendiri. Di sini Anda bisa menelusuri kisah di balik novel-novelnya, termasuk Laskar Pelangi, melalui kutipan, foto, dan instalasi seni. Tempat ini penuh inspirasi.
- Replika SD Muhammadiyah Gantong: Mengunjungi replika sekolah sederhana yang menjadi latar utama kisah Laskar Pelangi akan membawa Anda bernostalgia dan merasakan semangat juang anak-anak Belitung dalam meraih pendidikan.
- Kota Manggar (Kota 1001 Warung Kopi): Jelajahi Manggar, ibu kota Belitung Timur, yang dijuluki “Kota 1001 Warung Kopi”. Nikmati secangkir kopi robusta khas Belitung di salah satu warung kopi tradisional yang ramai. Ini adalah pengalaman otentik budaya lokal.
- Pulang: Kembali ke Bandara H.A.S. Hanandjoeddin (TJQ) untuk penerbangan pulang.
Cara Menuju Belitung & Mobilisasi di Pulau
Aksesibilitas Belitung kini semakin mudah, menjadikaya destinasi yang lebih terjangkau bagi para pelancong.
- Pesawat Terbang:
Cara paling efisien untuk mencapai Belitung adalah melalui jalur udara. Bandara tujuan Anda adalah Bandara Internasional H.A.S. Hanandjoeddin (TJQ) di Tanjung Pandan. Ada penerbangan langsung dari berbagai kota besar di Indonesia, terutama Jakarta (CGK) yang memiliki frekuensi penerbangan terbanyak. Maskapai seperti Citilink, Sriwijaya Air, dan Garuda Indonesia melayani rute ini. Perjalanan udara dari Jakarta biasanya memakan waktu sekitar satu jam.
- Transportasi di Belitung:
Setibanya di Belitung, ada beberapa pilihan untuk mobilisasi:
- Sewa Mobil: Ini adalah opsi terbaik jika Anda bepergian dalam kelompok atau menginginkan fleksibilitas penuh untuk menjelajahi pulau. Banyak penyedia sewa mobil di Tanjung Pandan, baik dengan sopir maupun lepas kunci. Dengan rental mobil Tanjung Pandan, Anda bisa mengatur jadwal sesuai keinginan, terutama untuk kunjungan ke Belitung Timur yang berjarak cukup jauh dari Tanjung Pandan.
- Sewa Motor: Cocok untuk pelancong solo atau pasangan yang ingin menjelajahi area terdekat dengan lebih lincah dan hemat.
- Taksi atau Ojek Online: Tersedia di area perkotaan Tanjung Pandan, namun mungkin sulit ditemukan di daerah terpencil.
- Paket Wisata: Jika Anda tidak ingin repot, banyak agen perjalanan lokal menawarkan paket tur lengkap yang sudah termasuk transportasi, akomodasi, dan island hopping.
Tips Lapangan dari Jurnalis Travel Senior
Pengalaman di lapangan mengajarkan banyak hal. Berikut beberapa tips penting untuk membuat perjalanan Anda di Belitung lebih maksimal:
- Waktu Terbaik Berkunjung: Musim kemarau (April hingga Oktober) adalah waktu terbaik, karena cuaca cerah dan laut cenderung tenang untuk island hopping. Hindari musim hujan (November hingga Maret) karena gelombang bisa tinggi dan beberapa aktivitas bahari mungkin dibatalkan.
- Pakaian dan Perlengkapan: Bawa pakaian renang, topi lebar, kacamata hitam, sunscreen dengan SPF tinggi, dan alas kaki yang nyaman untuk berjalan di pasir atau naik mercusuar. Jangan lupa kamera anti air untuk mengabadikan momen di bawah laut.
- Nego Harga Sewa Perahu: Saat menyewa perahu untuk island hopping, jangan ragu untuk menawar harga. Bandingkan beberapa penyedia dan pastikan harga sudah termasuk jaket pelampung dan alat snorkeling dasar.
- Cicipi Mie Belitung Asli: Selain yang terkenal di Mie Atep, banyak warung kecil di Tanjung Pandan yang menyajikan Mie Belitung dengan cita rasa otentik. Jangan takut mencoba di tempat-tempat lokal yang terlihat sederhana.
- Belajar Sedikit Bahasa Lokal: Masyarakat Belitung sangat ramah. Mengucapkan beberapa kata dasar dalam bahasa Melayu Belitung akan sangat diapresiasi.
- Jaga Kebersihan: Selalu buang sampah pada tempatnya, terutama saat island hopping. Keindahan Belitung adalah tanggung jawab bersama.
Hidden Gem Belitung yang Jarang Diketahui
Bosan dengan keramaian? Belitung punya beberapa permata tersembunyi yang menawarkan pengalaman berbeda dan lebih otentik.
- Tanjung Binga: Desa Nelayan Otentik
Jauh dari keramaian turis, Tanjung Binga adalah desa nelayan yang masih sangat asli. Di sini, Anda bisa melihat aktivitas sehari-hari nelayan, mencicipi hasil tangkapan segar yang langsung dimasak, atau bahkan membeli ikan dan lobster dengan harga lokal. Suasana di sini sangat tenang, sempurna untuk merasakan kehidupan Belitung yang sebenarnya. Datanglah saat pagi hari untuk melihat perahu-perahu nelayan pulang dari melaut.
- Bukit Berahu: Sunset Eksklusif
Jika Tanjung Tinggi terlalu ramai untuk menikmati sunset, cobalah Bukit Berahu. Terletak tidak jauh dari Tanjung Kelayang, bukit ini menawarkan pemandangan sunset yang dramatis dari ketinggian. Ada kafe dan penginapan sederhana di puncak yang membuat suasana semakiyaman. Pemandangan lampu-lampu kapal nelayan di kejauhan saat malam tiba juga sangat indah.
- Hutan Mangrove Belitung: Petualangan Ekowisata
Tidak banyak yang tahu, Belitung juga memiliki ekosistem mangrove yang luas dan belum banyak terjamah. Anda bisa menyewa perahu kecil atau kayak untuk menyusuri jalur-jalur air di antara rimbuya hutan mangrove. Ini adalah kesempatan bagus untuk mengamati burung-burung lokal dan merasakan ketenangan alam yang berbeda. Beberapa operator lokal mulai mengembangkan tur ekowisata mangrove yang bertanggung jawab.
Estimasi Anggaran Wisata di Belitung
Berikut adalah estimasi biaya per orang untuk perjalanan 3 hari 2 malam di Belitung (di luar tiket pesawat dari kota asal, dengan asumsi perjalanan solo atau berdua):
- Akomodasi (2 malam): Rp300.000 – Rp800.000 (Penginapan sederhana hingga hotel menengah)
- Sewa Mobil (dengan sopir, 2 hari): Rp350.000 – Rp500.000 (jika dibagi 2-4 orang, per orang)
- Sewa Perahu Island Hopping (1 hari): Rp150.000 – Rp250.000 (jika dibagi 4-8 orang, per orang)
- Makan & Minum (3 hari): Rp250.000 – Rp450.000 (makanan lokal, kopi, seafood)
- Tiket Masuk Objek Wisata: Rp50.000 – Rp100.000 (Mercusuar Lengkuas, Museum Kata, dll.)
- Lain-lain (oleh-oleh, tip, dll.): Rp100.000 – Rp200.000
Total Estimasi: Rp1.200.000 – Rp2.300.000 per orang (tidak termasuk tiket pesawat)
Angka ini bisa bervariasi tergantung gaya perjalanan Anda (hemat atau mewah) dan jumlah orang dalam rombongan. Pastikan untuk selalu menyiapkan uang tunai, terutama di area-area terpencil atau untuk membayar sewa perahu dan makanan di warung-warung kecil.
Pertanyaan Sering Diajukan (FAQ)
Berikut adalah beberapa pertanyaan umum yang sering diajukan seputar wisata di Belitung:
- Apakah Belitung cocok untuk liburan keluarga dengan anak kecil?
Ya, sangat cocok. Pantai-pantai di Belitung umumnya berpasir dangkal dan ombaknya tenang, aman untuk anak-anak bermain. Aktivitas island hopping dan kunjungan ke lokasi Laskar Pelangi juga akan menyenangkan bagi mereka.
- Bagaimana cara terbaik untuk menjelajahi pulau-pulau kecil (island hopping)?
Anda bisa menyewa perahu dari Pantai Tanjung Kelayang atau Tanjung Binga. Harga sewa perahu bervariasi tergantung ukuran dan jumlah orang. Disarankan untuk berangkat pagi agar bisa mengunjungi banyak pulau dan menghindari panas terik di siang hari.
- Apa makanan khas Belitung yang wajib dicoba?
Yang paling ikonik adalah Mie Belitung, biasanya disajikan dengan kuah kental udang, emping, timun, dan potongan tahu. Jangan lewatkan juga aneka olahan seafood segar dan kopi-kopi tradisional di warung kopi Manggar.
- Apakah sinyal telepon dan internet bagus di Belitung?
Di area perkotaan Tanjung Pandan dan lokasi wisata utama seperti Tanjung Tinggi dan Lengkuas, sinyal umumnya cukup baik. Namun, di area yang lebih terpencil, sinyal mungkin kurang stabil atau bahkan tidak ada. Sebaiknya informasikan rencana perjalanan Anda kepada orang terdekat.
- Adakah objek wisata sejarah atau budaya selain yang terkait Laskar Pelangi?
Belitung memiliki jejak sejarah penambangan timah yang kuat. Anda bisa mengunjungi bekas-bekas penambangan atau mencari tahu tentang sejarah Pulau Belitung di museum daerah di Tanjung Pandan. Ada juga rumah adat Belitung yang bisa dikunjungi untuk memahami arsitektur dan budaya lokal.





