Beranda ยป Blog ยป Menguak Jantung Rempah dan Sejarah: Panduan Lengkap Jelajah Ternate dan Tidore, Dua Pulau Ikonik di Maluku Utara

Menguak Jantung Rempah dan Sejarah: Panduan Lengkap Jelajah Ternate dan Tidore, Dua Pulau Ikonik di Maluku Utara

Rate this post

Maluku Utara, khususnya Ternate dan Tidore, bukan sekadar titik di peta. Ini adalah jantung sejarah rempah dunia, tempat di mana pala dan cengkih pernah setara emas, memicu perebutan kekuasaan antarnegara Eropa. Jika Anda mencari petualangan yang memadukan jejak sejarah kolonial, keindahan alam vulkanis yang menawan, serta keramahan lokal yang otentik, kedua pulau ini wajib masuk daftar. Lupakan keramaian Bali atau Lombok. Ternate dan Tidore menawarkan pengalaman yang lebih personal, jujur, dan bikin kangen.

Sebagai jurnalis travel veteran yang sudah menjelajahi pelosok Indonesia, saya bisa katakan, Ternate dan Tidore adalah permata yang sering terlewat. Destinasi ini cocok bagi para penjelajah sejati yang ingin merasakan langsung denyut nadi sejarah dan alam yang masih perawan. Mari kita bongkar tuntas!

Daftar Isi

Kenapa Ternate dan Tidore Layak Jadi Destinasi Berikutnya?

Dua pulau vulkanis ini, Ternate dan Tidore, adalah saksi bisu kejayaan masa lampau. Bayangkan, rempah-rempah dari sini pernah mengubah peta dunia. Di sini, Anda akan menemukan benteng-benteng peninggalan Portugis, Spanyol, dan Belanda yang masih kokoh berdiri, menceritakan kisah-kisah heroik para sultan yang mempertahankan kedaulatan. Selain sejarah yang kuat, keindahan alamnya tak kalah memukau: gunung berapi yang menjulang, danau-danau misterius, serta pantai-pantai dengan pasir hitam atau putih yang jernih airnya. Jujur, kombinasi sejarah, budaya, dan alam di sini sangat sulit ditandingi.

Persiapan Sebelum Berangkat

  • Waktu Terbaik: Musim kemarau (Mei hingga Oktober) adalah waktu terbaik untuk berkunjung. Cuaca cerah akan memudahkan eksplorasi benteng dan aktivitas bahari.
  • Akomodasi: Sebagian besar pilihan akomodasi berada di Ternate, mulai dari hotel bintang tiga hingga penginapan sederhana. Di Tidore, pilihan lebih terbatas. Selalu pesan jauh-jauh hari, terutama saat musim liburan.
  • Jaringan Seluler: Jaringan utama seperti Telkomsel cukup stabil di sebagian besar area Ternate dan Tidore. Namun, di daerah terpencil, sinyal bisa hilang-timbul.
  • Mata Uang: Uang tunai sangat penting, terutama jika Anda berencana menjelajah ke desa-desa terpencil atau pasar tradisional. ATM banyak tersedia di Kota Ternate, tetapi jarang di Tidore.
  • Pakaian: Bawa pakaian ringan, nyaman, dan cepat kering. Jangan lupakan topi, kacamata hitam, tabir surya, serta pakaian renang. Jika berencana mendaki gunung, siapkan perlengkapan mendaki yang memadai.
  • Kesehatan: Bawa obat-obatan pribadi. Meskipun Ternate memiliki beberapa fasilitas kesehatan, akses di Tidore lebih terbatas.

Cara Menuju Ternate dan Tidore

Ternate adalah gerbang utama menuju Maluku Utara. Pulau ini memiliki bandara Sultan Babullah (TTE) yang melayani penerbangan dari beberapa kota besar di Indonesia.

  • Melalui Udara:
    • Penerbangan langsung tersedia dari Jakarta (via Makassar/Manado/Ambon), Makassar, Manado, dan Ambon. Maskapai seperti Garuda Indonesia, Lion Air, dan Citilink melayani rute ini.
    • Dari bandara Sultan Babullah, Anda bisa naik taksi bandara, ojek, atau transportasi daring (jika tersedia dan harganya sesuai) menuju penginapan Anda di Kota Ternate.
  • Transportasi Antar-Pulau (Ternate ke Tidore):
    • Dari Ternate, menuju Tidore sangat mudah. Anda bisa naik kapal feri dari Pelabuhan Bastiong (Ternate) ke Pelabuhan Rum (Tidore). Perjalanan sekitar 30-45 menit dengan biaya yang sangat terjangkau.
    • Alternatifnya, ada speed boat atau perahu motor kecil yang lebih cepat, berangkat dari dermaga-dermaga kecil di sepanjang pantai Ternate. Waktu tempuh sekitar 15-20 menit.
  • Berkeliling di Ternate dan Tidore:
    • Ternate: Untuk mobilitas di Ternate, ojek adalah pilihan populer dan praktis. Angkutan kota (mikrolet) juga tersedia untuk rute-rute utama. Bagi yang ingin eksplorasi lebih leluasa, sewa mobil di Ternate dengan sopir adalah opsi terbaik. Beberapa penyedia lokal juga menawarkan layanan rental mobil Ternate lepas kunci, namun pastikan Anda terbiasa dengan medan jalan dan kondisi lalu lintas.
    • Tidore: Di Tidore, transportasi umum lebih jarang. Ojek atau menyewa mobil dengan sopir adalah pilihan utama. Anda juga bisa menyewa sepeda motor untuk eksplorasi lebih mandiri, tetapi pastikan kondisi jalan mulus dan Anda sudah terbiasa mengendarai di daerah yang relatif sepi.

Menjelajah Ternate: Apa Saja yang Wajib Dikunjungi?

Ternate, dengan Gunung Gamalama sebagai puncaknya, menawarkan kombinasi sejarah dan pemandangan alam yang fantastis.

1. Benteng Oranje

Benteng peninggalan Belanda yang didirikan pada awal abad ke-17 ini dulunya merupakan pusat pemerintahan VOC di timur Indonesia. Lokasinya strategis, dekat dengan pelabuhan dan pasar. Hingga kini, sebagian kompleks benteng masih difungsikan sebagai markas TNI. Anda bisa menjelajahi sisa-sisa bangunaya, meresapi arsitektur kolonial, dan membayangkan hiruk pikuk perdagangan rempah masa lampau. Spot terbaik untuk fotografi adalah gerbang masuk dan dinding-dinding batu yang tertutup lumut.

2. Benteng Tolukko

Benteng kecil yang terletak di atas bukit ini didirikan Portugis pada 1540-an, kemudian direbut dan direnovasi oleh Belanda. Pemandangan dari Benteng Tolukko sungguh menakjubkan, menghadap ke laut lepas dengan Pulau Halmahera di kejauhan. Ini adalah salah satu tempat terbaik untuk menikmati matahari terbit atau terbenam. Jangan lupa membawa air minum karena area ini cukup terbuka.

3. Benteng Kalamata

Dibangun Portugis pada 1530-an, benteng ini memiliki arsitektur unik berbentuk bintang segi empat. Terletak di tepi pantai, Benteng Kalamata menjadi saksi bisu pertahanan Portugis dari serangan Spanyol dan Belanda. Meskipun ukuraya tidak terlalu besar, benteng ini sangat terjaga. Dari sini, Anda bisa melihat Pulau Tidore yang menjulang gagah. Datanglah saat sore hari untuk menikmati semilir angin laut.

4. Danau Tolire Besar dan Kecil

Dua danau misterius yang terletak di kaki Gunung Gamalama ini konon terbentuk dari letusan gunung berapi. Danau Tolire Besar memiliki bentuk unik seperti kuali raksasa dengan air berwarna hijau kebiruan. Penduduk setempat percaya, danau ini tidak memiliki dasar dan dihuni buaya putih. Jangan kaget jika Anda mencoba melempar batu ke danau, batu itu tidak akan pernah sampai ke air, melainkan jatuh di tepi. Fenomena ini masih menjadi misteri. Sementara itu, Danau Tolire Kecil berjarak sekitar 500 meter, lebih kecil dan tersembunyi. Area ini cocok untuk fotografi lanskap dan merasakan aura mistis alam Ternate.

5. Pantai Sulamadaha

Terletak sekitar 15 km dari pusat Kota Ternate, Pantai Sulamadaha terkenal dengan “Pantai Kaca”-nya. Disebut demikian karena airnya yang sangat jernih, saking jernihnya, Anda bisa melihat dasar laut seolah-olah berjalan di atas kaca. Ada juga sebuah teluk kecil bernama Jikomalamo yang sering disebut “surga tersembunyi” dengan air super bening dan tenang, ideal untuk snorkeling. Sewalah perahu kecil dari nelayan setempat untuk mencapai Jikomalamo. Bawa peralatan snorkeling sendiri atau sewa di lokasi.

6. Pulau Hiri (Hidden Gem)

Ingin merasakan sensasi pulau terpencil tanpa terlalu jauh dari Ternate? Pulau Hiri adalah jawabaya. Pulau kecil yang terletak di sebelah barat laut Ternate ini menawarkan pantai-pantai berpasir putih yang sepi dan air laut yang bening. Anda bisa menyewa perahu dari Pantai Sulamadaha atau pelabuhan kecil laiya di Ternate untuk menyeberang. Di Hiri, rasakan kehidupan desa yang tenang, berenang, atau sekadar bersantai tanpa gangguan. Ini adalah spot sempurna untuk melarikan diri dari keramaian (yang sebenarnya tidak terlalu ramai di Ternate).

7. Gunung Gamalama (Trekking)

Bagi pendaki sejati, menaklukkan Gunung Gamalama adalah sebuah pencapaian. Gunung berapi aktif ini menjulang setinggi 1.715 mdpl dan mendominasi lanskap Ternate. Pendakian biasanya memakan waktu satu hari penuh atau bisa menginap satu malam di pos pendakian. Pemandangan dari puncak saat matahari terbit sangat spektakuler, menampilkan deretan pulau-pulau di Maluku Utara. Pastikan Anda didampingi pemandu lokal dan mempersiapkan fisik dengan baik.

Menjelajah Tidore: Pesona Sejarah dan Alam yang Menawan

Tidore, saudara kembar Ternate, juga kaya akan sejarah dan keindahan alam. Pulau ini lebih tenang dan mungkin terasa sedikit lebih otentik.

1. Benteng Torre (Fortress of Tidore)

Benteng ini merupakan salah satu peninggalan Spanyol di Tidore, didirikan pada abad ke-17. Lokasinya strategis di atas bukit, menghadap langsung ke laut dan Pulau Ternate. Dari sini, Anda bisa membayangkan bagaimana Spanyol berusaha menguasai jalur rempah dari pesaingnya, Portugis dan Belanda. Benteng ini menjadi saksi bisu perebutan kekuasaan yang sengit. Pemandangan matahari terbenam dari Benteng Torre sangat direkomendasikan.

Faktanya, Ternate dan Tidore memiliki sejarah persaingan yang panjang dalam menguasai perdagangan cengkih dan pala. Kedua kesultanan ini, dengan dukungan kekuatan Eropa yang berbeda, pernah terlibat dalam konflik berkepanjangan yang membentuk lanskap politik dan ekonomi Maluku Utara selama berabad-abad. Untuk informasi lebih lanjut mengenai sejarah Kesultanan Ternate dan Tidore, Anda bisa merujuk pada artikel sejarah terkemuka seperti Wikipedia tentang Kesultanan Ternate.

2. Kedaton Sultan Tidore

Kedaton ini adalah istana tempat tinggal Sultan Tidore dan pusat pemerintahan Kesultanan Tidore. Meskipun telah mengalami beberapa renovasi, arsitektur aslinya masih dipertahankan. Di sini, Anda bisa melihat benda-benda pusaka kesultanan, foto-foto para sultan, dan merasakan aura keagungan masa lampau. Jika beruntung, Anda bisa bertemu dengan anggota keluarga kesultanan yang ramah dan bersedia berbagi cerita. Selalu berbusana sopan saat berkunjung.

3. Puncak Kie Matubu (Trekking)

Kie Matubu adalah gunung berapi tidak aktif dan merupakan puncak tertinggi di Tidore, dengan ketinggian sekitar 1.730 mdpl. Pendakian menuju puncaknya menawarkan pemandangan 360 derajat yang luar biasa indah, meliputi seluruh Pulau Tidore, Ternate, bahkan pulau-pulau kecil di sekitarnya. Trekking ke Kie Matubu lebih menantang dibandingkan Gamalama dan memerlukan pemandu. Bagi para pendaki, ini adalah pengalaman yang tak terlupakan.

4. Pantai Akesahu

Terletak tidak jauh dari Pelabuhan Rum, Pantai Akesahu adalah salah satu pantai yang populer di Tidore. Pasirnya bersih dan airnya tenang, cocok untuk berenang atau bersantai. Area ini juga sering digunakan sebagai lokasi festival lokal. Jika Anda mencari tempat yang santai setelah seharian menjelajahi benteng, Pantai Akesahu adalah pilihan yang tepat.

Kuliner Wajib Coba di Ternate dan Tidore

Petualangan belum lengkap tanpa mencicipi kuliner khasnya. Maluku Utara kaya akan hasil laut dan bumbu rempah.

  • Ikan Bakar Bumbu Rica: Wajib coba! Ikan segar yang dibakar dengan bumbu rica pedas yang khas Maluku. Nikmat disantap dengaasi hangat dan colo-colo (sambal mentah dengan irisan tomat, bawang, cabai, dan jeruk limau).
  • Gohu Ikan: Dikenal sebagai sashimi-nya Ternate. Ikan tuna atau cakalang mentah yang dipotong dadu, kemudian dibumbui dengan irisan bawang merah, cabai rawit, kemangi, dan disiram dengan perasan jeruk nipis serta sedikit minyak kelapa panas. Rasanya segar, pedas, dan sedikit asam.
  • Papeda: Makanan pokok dari sagu yang disajikan dengan kuah kuning ikan tuna atau kakap. Teksturnya kenyal dan rasanya gurih. Mungkin agak asing bagi lidah yang belum terbiasa, tetapi patut dicoba untuk pengalaman kuliner autentik.
  • Nasi Jaha: Nasi ketan yang dimasak dengan santan dan bumbu, kemudian dibakar di dalam bambu. Rasanya gurih dan aromatik, cocok sebagai camilan atau pelengkap.
  • Pisang Mulut Bebek: Pisang goreng khas Ternate yang disajikan dengan sambal. Perpaduan manis, gurih, dan pedas yang unik.
  • Air Guraka: Minuman hangat tradisional yang terbuat dari jahe merah dan gula aren. Cocok diminum saat cuaca dingin atau setelah beraktivitas seharian.

Tips Berpetualangan ala Lokal

  • Sapaan Lokal: Warga Ternate dan Tidore sangat ramah. Jangan sungkan menyapa dengan “Assalamualaikum” atau “Halo”. Mereka akan sangat menghargai.
  • Hargai Budaya: Saat mengunjungi situs bersejarah atau kedaton, berpakaianlah sopan.
  • Belajar Bahasa Lokal: Sedikit menguasai bahasa Indonesia dasar sangat membantu. Namun, jika Anda bisa melontarkan beberapa kata dalam bahasa Ternate atau Tidore (misal: “Selamat pagi” – Doro pagi), Anda akan mendapat sambutan hangat.
  • Tawar-Menawar: Di pasar tradisional, tawar-menawar harga adalah hal yang lumrah. Lakukan dengan senyum dan ramah.
  • Pemandu Lokal: Untuk pendakian gunung atau penjelajahan ke area terpencil, selalu gunakan jasa pemandu lokal. Selain alasan keamanan, mereka juga bisa memberikan wawasan mendalam tentang budaya dan sejarah.
  • Hidden Gem (Spot Foto Terbaik): Untuk mendapatkan foto Gunung Gamalama dengan latar Kota Ternate dan laut yang indah, carilah sudut pandang dari Pantai Tanjung Jere di selatan Ternate saat sore hari. Cahaya matahari terbenam akan menyinari gunung dengan sempurna. Di Tidore, coba cari spot foto tersembunyi di sekitar desa Gurabati yang memiliki pemandangan langsung ke Ternate.

Penginapan Pilihan

Sebagian besar pilihan penginapan yang nyaman berada di Kota Ternate. Di Tidore, pilihan lebih terbatas dan sederhana.

  • Di Ternate:
    • Muara Hotel & Resort Ternate: Pilihan paling populer dengan fasilitas lengkap dan pemandangan laut.
    • Hotel Batik Ternate: Pilihayaman di pusat kota dengan akses mudah ke berbagai fasilitas.
    • Bunga Resort Ternate: Jika mencari ketenangan dan pemandangan indah di tepi pantai.
    • Homestay atau Guesthouse: Banyak pilihan guesthouse sederhana yang lebih murah, bisa dicari di sekitar area Benteng Oranje atau Pelabuhan Bastiong.
  • Di Tidore:
    • Pilihan sangat terbatas, umumnya berupa penginapan lokal sederhana atau homestay yang dikelola warga. Disarankan untuk bertanya langsung kepada penduduk setempat saat tiba di Pelabuhan Rum atau memesan jauh-jauh hari melalui agen lokal.

Oleh-oleh Khas

  • Rempah-rempah: Tentu saja! Bawa pulang cengkih, pala, fuli (selaput pala), dan lada asli Maluku Utara. Harganya bisa lebih murah dan kualitasnya prima.
  • Kerajinan Tangan: Souvenir dari batok kelapa, anyaman bambu, atau kain tenun lokal.
  • Abon Ikan: Abon dari ikan tuna atau cakalang yang gurih dan awet.
  • Dodol Pala: Olahan pala menjadi dodol yang manis dan unik.
  • Sagu Lempeng: Olahan sagu kering yang bisa disimpan lama, cocok sebagai camilan atau oleh-oleh unik.

Pertanyaan Sering Diajukan (FAQ)

  1. Apakah Ternate dan Tidore aman untuk wisatawan solo?

    Ya, Ternate dan Tidore secara umum sangat aman. Warga lokal ramah dan tingkat kriminalitas rendah. Namun, tetap patuhi protokol keamanan pribadi standar seperti tidak menunjukkan barang berharga secara mencolok.

  2. Berapa lama waktu yang ideal untuk menjelajahi Ternate dan Tidore?

    Minimal 4-5 hari sudah cukup untuk merasakan esensi kedua pulau. Anda bisa mengalokasikan 2-3 hari untuk Ternate dan 1-2 hari untuk Tidore, tergantung minat Anda.

  3. Apakah ada tur yang bisa dipesan secara daring untuk Ternate dan Tidore?

    Beberapa agen perjalanan lokal mulai menawarkan paket tur secara daring, tetapi sebagian besar transaksi dan informasi masih dilakukan secara langsung atau melalui kontak telepon. Disarankan untuk menghubungi agen lokal setelah tiba di Ternate.

  4. Apakah saya perlu membawa adaptor listrik khusus?

    Indonesia menggunakan stop kontak tipe C dan F dengan voltase 220V. Jika perangkat Anda menggunakan standar berbeda, Anda memerlukan adaptor universal.

  5. Bagaimana cara terbaik untuk mendaki Gunung Gamalama atau Kie Matubu?

    Sangat disarankan untuk menyewa pemandu lokal. Anda bisa mencari pemandu melalui penginapan Anda atau bertanya di kantor Dinas Pariwisata setempat. Pastikan fisik prima dan bawa perlengkapan yang memadai.