Lupakan sejenak keramaian kota-kota modern. Di jantung Jawa Timur, tersembunyi sebuah kota kuno yang menjadi saksi bisu keagungan salah satu kerajaan terbesar di Nusantara: Kerajaan Majapahit. Adalah Trowulan, sebuah situs arkeologi luas di Kabupaten Mojokerto, yang kini menjadi “museum terbuka” paling otentik untuk menyelami kejayaan Majapahit. Bukan sekadar tumpukan batu tua, Trowulan menawarkan petualangan edukatif yang menggugah, mengajak Anda menapaki jejak raja-raja besar, melihat langsung sisa-sisa peradaban yang makmur, dan merasakan getaran sejarah yang begitu kuat. Jika Anda mencari lebih dari sekadar liburan, melainkan sebuah perjalanan untuk memahami akar budaya dan peradaban Indonesia, Trowulan adalah jawabaya. Siapkan diri untuk terhanyut dalam narasi masa lalu yang megah.

Berikut panduan lengkap eksplorasi Trowulan, situs warisan dunia yang wajib ada dalam daftar perjalanan Anda.
Mengapa Trowulan Wajib Ada di Daftar Perjalanan Anda?
Trowulan bukanlah destinasi biasa. Ini adalah pusat dari Kerajaan Majapahit, sebuah imperium maritim yang pada puncaknya menguasai hampir seluruh Nusantara. Mengunjungi Trowulan berarti Anda berdiri di tanah yang pernah menjadi jantung kekuasaan, tempat lahirnya undang-undang, pusat perdagangan, dan kancah budaya yang luar biasa. Berbeda dengan situs sejarah lain yang mungkin hanya berupa satu atau dua candi, Trowulan adalah kompleks yang sangat luas, meliputi sisa-sisa istana, permukiman, sistem irigasi, kolam pemandian, hingga pusat industri kuno. Setiap sudutnya menyimpan cerita, mulai dari arsitektur yang canggih, seni pahat yang memukau, hingga bukti kehidupan sosial masyarakat Majapahit yang terorganisir rapi. Ini adalah pelajaran sejarah yang nyata, jauh lebih mendalam daripada sekadar membaca buku teks. Bagi para pencinta sejarah, arkeologi, atau siapa pun yang ingin memahami lebih jauh tentang Indonesia, Trowulan adalah harta karun tak ternilai.
Menguak Jantung Sejarah: Destinasi Utama di Trowulan
Situs Trowulan tersebar di area yang cukup luas, sehingga merencanakaya dengan baik adalah kunci. Beberapa titik utama yang wajib Anda kunjungi meliputi:
Museum Majapahit (Museum Trowulan)
Awali petualangan Anda di sini. Museum ini adalah gerbang terbaik untuk memahami Majapahit secara keseluruhan sebelum menjelajahi situs-situs di luarnya. Koleksinya sangat lengkap, meliputi artefak dari masa pra-Majapahit hingga pasca-Majapahit. Anda akan melihat beragam arca, keramik, perhiasan emas, peralatan rumah tangga, maket situs, hingga naskah kuno yang memberikan gambaran jelas tentang kehidupan di masa lalu. Salah satu koleksi paling ikonik adalah patung Dwarapala raksasa yang menyambut di gerbang. Luangkan waktu minimal 2-3 jam di museum ini untuk mendapatkan konteks sejarah yang kuat.
Candi Brahu & Candi Gentong
Terletak tidak jauh dari museum, kedua candi ini dipercaya sebagai tempat kremasi raja-raja Majapahit. Candi Brahu, dengan arsitektur khasnya yang terbuat dari bata merah, menunjukkan kemahiran teknik bangunan Majapahit. Bentuknya yang ramping dan detail reliefnya yang mulai pudar tetap menyimpan daya tarik. Di dekatnya, Candi Gentong yang lebih kecil, dinamakan demikian karena bentuknya menyerupai gentong, juga merupakan bagian penting dari kompleks ritual kerajaan.
Gapura Bajang Ratu
Ini adalah salah satu ikon Trowulan yang paling terkenal. Sebuah gapura Paduraksa (gapura beratap) yang menjulang tinggi dengan ukiran detail dan ornamen yang rumit, terbuat dari bata merah. Diyakini sebagai pintu gerbang belakang istana atau gerbang menuju kompleks bangunan suci. Keindahaya semakin memukau saat disinari cahaya matahari pagi atau sore. Pastikan untuk mengambil foto dari berbagai sudut untuk mengabadikan kemegahaya.
Gapura Wringin Lawang
Berbeda dengan Bajang Ratu, Wringin Lawang adalah gapura Bentar (gapura terbelah) yang megah, tanpa atap penghubung. Dengan tinggi sekitar 15 meter, gapura ini diperkirakan adalah pintu masuk utama ke kompleks kediaman Mahapatih Gajah Mada atau bahkan bagian dari istana utama. Struktur batanya yang kokoh dan simetris menjadi bukti kehebatan arsitektur Majapahit. Rasakan sensasi melintasi gerbang ini, seolah kembali ke era kejayaan.
Kolam Segaran
Kolam raksasa berukuran 375 x 175 meter ini adalah salah satu penemuan paling menakjubkan di Trowulan. Dindingnya terbuat dari susunan bata merah yang rapi. Fungsinya masih menjadi perdebatan, namun diyakini sebagai tempat penampungan air, kolam pemandian keluarga kerajaan, atau bahkan pelabuhan kecil. Kisah lokal menyebutkan bahwa di sinilah perjamuan besar kerajaan diadakan dan piring-piring bekasnya dibuang ke tengah kolam, lalu dikumpulkan saat fajar. Sebuah situs yang menenangkan untuk duduk sejenak dan merenungkan kemegahan masa lalu.
Makam Putri Campa
Situs ini kerap dikaitkan dengan kisah cinta raja Majapahit dengan seorang putri dari Campa (kini Vietnam Selatan). Meskipun identitas aslinya masih diperdebatkan, makam ini menjadi bukti adanya hubungan diplomatik dan budaya Majapahit dengan kerajaan-kerajaan asing. Makam dengan arsitektur Islam kuno ini menunjukkan akulturasi budaya yang terjadi di masa Majapahit.
Situs Kedaton & Umpak
Kedaton adalah istilah untuk istana. Meskipun tidak ada bangunan istana yang utuh tersisa, di area ini ditemukan banyak pondasi bangunan dari batu umpak (alas tiang). Temuan ini memberikan petunjuk tentang letak dan ukuran kompleks istana Majapahit. Anda perlu membayangkan kemegahaya dari sisa-sisa yang ada.
Pusat Industri Gerabah & Batik Tulis Trowulan
Ini adalah “hidden gem” untuk melihat langsung bagaimana keterampilan tradisional Majapahit diwariskan. Di beberapa desa di sekitar Trowulan, Anda masih bisa menemukan sentra pembuatan gerabah yang konon merupakan kelanjutan tradisi dari zaman Majapahit. Bentuk dan motifnya pun sering kali terinspirasi dari temuan arkeologis. Demikian pula dengan batik tulis Trowulan yang mengembangkan motif-motif khas Majapahitan. Ini adalah tempat sempurna untuk mencari buah tangan otentik sekaligus mendukung ekonomi lokal.
Panduan Perjalanan: Akses dan Transportasi di Trowulan
Trowulan terletak di Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, sekitar 60 km dari Surabaya dan 50 km dari Malang. Aksesibilitasnya cukup baik, menjadikaya pilihan ideal untuk perjalanan satu hari atau akhir pekan.
- Dari Surabaya: Anda bisa menggunakan bus jurusan Jombang/Solo/Yogyakarta dari Terminal Purabaya (Bungurasih) dan turun di perempatan Trowulan. Perjalanan memakan waktu sekitar 1,5-2 jam. Atau, jika ingin lebih nyaman dan fleksibel, menyewa mobil adalah opsi terbaik. Banyak penyedia sewa mobil di Mojokerto yang bisa melayani rute ini, bahkan dengan sopir yang paham rute.
- Dari Malang: Perjalanan dengan bus umum juga tersedia dari Terminal Arjosari menuju Jombang, lalu turun di Trowulan. Waktu tempuh sekitar 2-2,5 jam. Alternatif lain, untuk kenyamanan maksimal, adalah rental mobil Mojokerto yang akan membawa Anda langsung ke setiap situs tanpa repot.
- Dengan Kereta Api: Stasiun Mojokerto adalah stasiun terdekat. Dari stasiun, Anda bisa melanjutkan perjalanan dengan ojek atau taksi daring menuju Trowulan (sekitar 15-20 menit).
Transportasi di Trowulan:
Karena situs-situs Majapahit tersebar, Anda memiliki beberapa pilihan untuk menjelajahinya:
- Sewa Sepeda: Beberapa penginapan atau warga lokal menyewakan sepeda. Ini cara yang menyenangkan untuk berkeliling, terutama jika cuaca sedang bersahabat.
- Ojek Lokal: Pilihan praktis untuk berpindah antar situs jika Anda tidak membawa kendaraan sendiri.
- Mobil Pribadi/Sewa: Ini adalah opsi paling direkomendasikan karena memberikan kebebasan penuh dan kenyamanan, terutama saat cuaca panas. Anda bisa berhenti kapan saja dan di mana saja.
Tips Lapangan untuk Petualang Sejati
Agar eksplorasi Trowulan Anda maksimal dayaman, perhatikan tips berikut:
- Waktu Terbaik: Kunjungi pada pagi hari (sebelum jam 10.00) atau sore hari (setelah jam 15.00) untuk menghindari teriknya matahari.
- Persiapan Fisik: Siapkan topi, kacamata hitam, tabir surya, dan kenakan pakaian yang nyaman serta alas kaki yang cocok untuk berjalan kaki.
- Bawa Air Minum: Penting untuk tetap terhidrasi, terutama saat berjalan di area terbuka.
- Pemandu Lokal: Jika Anda ingin mendapatkan cerita dan detail sejarah yang lebih mendalam, pertimbangkan menyewa pemandu lokal yang tersedia di sekitar museum. Harganya bervariasi, biasanya bisa dinegosiasikan.
- Peta & Navigasi: Pastikan Anda memiliki peta situs Trowulan (bisa didapatkan di museum) atau menggunakan aplikasi peta di ponsel Anda.
- Etika Berwisata: Jaga kebersihan, hormati situs bersejarah, dan jangan memanjat atau merusak struktur candi.
- Spot Foto Terbaik: Gapura Bajang Ratu saat matahari terbit atau terbenam menawarkan siluet yang sangat dramatis. Kolam Segaran di sore hari juga sangat indah untuk fotografi lanskap.
Mengicipi Jejak Kuliner Lokal Trowulan
Setelah lelah menjelajah situs, saatnya memanjakan lidah dengan kuliner khas Mojokerto dan sekitarnya. Di sekitar Trowulan, Anda akan menemukan banyak warung makan sederhana yang menyajikan masakan Jawa Timur yang otentik. Jangan lewatkan:
- Sate Bangil: Sate ayam khas yang disajikan dengan bumbu kacang manis gurih. Meskipuamanya Bangil, banyak ditemukan di Mojokerto.
- Rawon: Sup daging berkuah hitam khas Jawa Timur yang kaya rempah, sering disajikan dengan tauge pendek dan telur asin.
- Lontong Balap: Lontong dengan taoge, tahu goreng, dan lentho, disiram kuah petis.
- Onde-onde Mojokerto: Camilan manis dengan isian kacang hijau yang sangat terkenal. Cocok sebagai oleh-oleh.
Rahasia Lokal: Menguak Sudut Tersembunyi Trowulan
Untuk pengalaman yang lebih mendalam, coba cari desa-desa pengrajin di sekitar Trowulan, seperti Desa Sentonorejo atau Desa Temon. Di sana, Anda bisa melihat proses pembuatan gerabah tradisional yang masih menggunakan teknik warisan Majapahit. Anda bahkan bisa mencoba membuat sendiri atau membeli langsung dari pengrajin dengan harga yang lebih baik. Ini adalah cara terbaik untuk berinteraksi langsung dengan masyarakat lokal dan mendapatkan cenderamata yang benar-benar unik. Selain itu, jika Anda memiliki waktu lebih, kunjungi Situs Troloyo, kompleks makam kuno yang dipercaya sebagai makam para bangsawan Majapahit yang telah memeluk Islam, menambah dimensi sejarah yang berbeda.
Pertanyaan Sering Diajukan (FAQ)
1. Apa itu Situs Trowulan?
Situs Trowulan adalah sebuah kompleks situs arkeologi luas di Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, yang merupakan sisa-sisa ibu kota Kerajaan Majapahit, salah satu imperium terbesar di Nusantara pada abad ke-13 hingga ke-15 Masehi.
2. Berapa lama waktu yang ideal untuk menjelajahi Trowulan?
Untuk mengunjungi Museum Majapahit dan beberapa situs utama seperti Gapura Bajang Ratu, Gapura Wringin Lawang, Candi Brahu, dan Kolam Segaran, Anda membutuhkan minimal 4-6 jam. Jika ingin menjelajahi lebih banyak situs dan sentra kerajinan lokal, alokasikan satu hari penuh.
3. Apakah ada biaya masuk ke situs-situs di Trowulan?
Untuk Museum Majapahit, biasanya ada tiket masuk dengan harga yang sangat terjangkau. Sementara itu, untuk sebagian besar situs candi dan gapura di Trowulan, aksesnya cenderung gratis atau hanya dikenakan biaya parkir seikhlasnya.
4. Apakah Trowulan cocok untuk wisata keluarga atau anak-anak?
Ya, Trowulan sangat cocok untuk wisata edukasi keluarga. Anak-anak dapat belajar sejarah secara langsung dengan melihat peninggalan kuno, yang tentu lebih menarik daripada hanya membaca buku. Museumnya juga interaktif dan informatif.
5. Bisakah saya menemukan penginapan di sekitar Trowulan?
Di area Trowulan sendiri tidak banyak pilihan penginapan besar. Namun, Anda bisa menemukan beberapa homestay atau penginapan sederhana. Pilihan penginapan yang lebih banyak dan bervariasi tersedia di Kota Mojokerto, yang berjarak sekitar 15-20 menit perjalanan dari Trowulan.





