Meulaboh bukan sekadar nama kota di peta pesisir barat Provinsi Aceh. Kota kelahiran Pahlawan Nasional Teuku Umar ini menyimpan sejarah panjang tentang ketangguhan, perdagangan rempah, dan budaya Islam yang kental. Namun, bagi para pelancong, Meulaboh menawarkan atraksi lain yang tak kalah memikat: Wisata Kuliner.
Berbeda dengan kuliner di Banda Aceh yang mungkin sudah sering Anda dengar, kuliner Meulaboh memiliki karakteristik unik. Letak geografisnya yang berhadapan langsung dengan Samudra Hindia menjadikan hasil laut (seafood) sebagai primadona utama. Dipadukan dengan rempah-rempah khas Aceh yang “berani”—seperti asam sunti, daun kari (temurui), dan cabai rawit—masakan Meulaboh menawarkan ledakan rasa yang sulit dilupakan.

Daftar isi
- 1. Kopi Khop: Ikon Legendaris Kopi Terbalik Khas Meulaboh
- 2. Gulai Hiu (Eungkot Hiu): Eksotisme Rasa yang Menguji Nyali
- 3. Mie Aceh Meulaboh: Lebih Basah, Lebih Kaya Rempah
- 4. Sambai Oen Peugaga: Salad Herbal Warisan Leluhur
- 5. Eungkot Paya: Asam Pedas yang Menggugah Selera
- 6. Kue Kara & Oleh-Oleh Khas Meulaboh
- 7. Rekomendasi Lokasi & Spot Kuliner Terbaik
- 8. Tips Penting Wisata Kuliner di Meulaboh
Artikel ini adalah panduan paling komprehensif bagi Anda yang ingin melakukan wisata kuliner di Meulaboh. Kami akan mengajak Anda menelusuri lorong-lorong rasa, mulai dari kopi unik yang diminum dengan cara terbalik, hingga kari hiu yang menjadi menu bangsawan. Siapkan perut Anda, mari kita mulai petualangan rasa di Bumi Teuku Umar.
1. Kopi Khop: Ikon Legendaris Kopi Terbalik Khas Meulaboh
Tidak sah rasanya membicarakan kuliner Meulaboh tanpa menempatkan Kopi Khop di urutan pertama. Jika Anda berpikir Anda sudah tahu segalanya tentang kopi Aceh, tunggu sampai Anda tiba di Suak Ribee.
Filosofi di Balik Gelas Terbalik
Kopi Khop bukan sekadar gimmick pemasaran modern. Tradisi menyajikan kopi dengan gelas terbalik di atas piring kecil ini sudah berlangsung turun-temurun. Konon, cara ini bermula dari kebiasaan para nelayan pesisir Meulaboh.
Para nelayan sering kali harus meninggalkan kopi mereka sejenak untuk melaut atau mengecek jaring. Agar kopi tetap hangat dan tidak tercemar debu atau serangga pesisir pantai, mereka membalikkan gelasnya. Filosofi “menjaga kemurnian” inilah yang terus dipegang hingga sekarang.
Jenis Kopi yang Digunakan
Kopi yang digunakan untuk Kopi Khop biasanya adalah jenis Robusta kasar (coarse grind). Robusta dipilih karena kadar kafeinnya yang tinggi dan body-nya yang tebal, sangat cocok untuk menemani begadang atau diskusi panjang. Ampas kopi yang kasar akan mengendap di dasar piring saat gelas dibalik, menyisakan cairan kopi yang pekat namun bersih saat disesap.
Cara Minum yang Unik
Bagi pemula, minum Kopi Khop bisa jadi tantangan tersendiri. Ada seni khusus dalam menikmatinya:
- Ditiup (Sruput Piring): Anda bisa meniup cairan kopi yang merembes keluar di piring kecil, lalu menyeruputnya langsung.
- Menggunakan Pipet (Sedotan): Ini cara paling populer. Selipkan pipet pipih di celah antara bibir gelas dan piring. Tiup sedikit agar udara masuk ke dalam gelas (menciptakan tekanan), lalu cairan kopi akan keluar. Hati-hati, jangan mengangkat gelasnya!
Lokasi Terbaik Menikmati Kopi Khop
Pusat Kopi Khop berada di kawasan Suak Ribee. Di sepanjang jalan ini, Anda akan menemukan deretan warung kopi yang semuanya menyajikan menu ini. Suasana sore hari di sini sangat hidup, dipenuhi warga lokal yang berdiskusi tentang segala hal, dari politik hingga bola.
2. Gulai Hiu (Eungkot Hiu): Eksotisme Rasa yang Menguji Nyali
Bagi sebagian orang, mendengar kata “hiu” mungkin terdengar ekstrem. Namun, di Meulaboh, Gulai Hiu adalah hidangan istimewa yang diolah dengan kearifan lokal yang tinggi.
Tekstur dan Rasa
Daging hiu memiliki tekstur yang unik, berserat namun lembut, mirip dengan ikan tongkol tapi lebih padat. Tantangan utama mengolah hiu adalah menghilangkan bau amis dan aroma pesing (amonia) yang khas. Di sinilah kehebatan koki Meulaboh teruji.
Mereka menggunakan bumbu giling yang sangat kaya. Daun jeruk purut, serai, dan asam sunti (belimbing wuluh yang dikeringkan dan digarami) digunakan dalam jumlah banyak untuk menetralkan bau. Hasilnya adalah kuah kental berwarna kekuningan atau kemerahan yang gurih, pedas, dan sedikit asam segar.
Dimana Menemukannya?
Gulai Hiu tidak tersedia di semua warung nasi biasa. Anda harus mencari Rumah Makan Khas Aceh di sekitar pusat kota Meulaboh atau area pasar lama. Menu ini biasanya menjadi lauk pendamping nasi hangat yang paling cepat habis saat jam makan siang.
3. Mie Aceh Meulaboh: Lebih Basah, Lebih Kaya Rempah
Meskipun Mie Aceh ada di seluruh provinsi, Mie Aceh versi Meulaboh memiliki sedikit perbedaan karakter. Jika di Banda Aceh kita sering menemukan Mie Aceh Goreng Kering, di Meulaboh, varian “Mie Aceh Becek” (Nyemek) atau kuah kental lebih mendominasi.
Keistimewaan Kuah
Kuah Mie Aceh Meulaboh biasanya lebih kental karena penggunaan kemiri dan kacang tanah yang dihaluskan dalam bumbu dasarnya. Rasanya lebih creamy dan nutty. Selain itu, tingkat kepedasannya biasanya satu level di atas rata-rata.
Topping Laut Segar
Kelebihan utama makan Mie Aceh di Meulaboh adalah kesegaran topping-nya. Karena dekat dengan laut, Anda bisa memesan Mie Aceh Kepiting, Mie Aceh Udang, atau Mie Aceh Cumi dengan kualitas bahan baku yang fresh—baru ditangkap pagi harinya. Daging kepitingnya manis alami, berpadu sempurna dengan kuah kari yang pedas.
4. Sambai Oen Peugaga: Salad Herbal Warisan Leluhur
Jika Anda berkunjung ke Meulaboh saat bulan Ramadan, Anda sangat beruntung. Anda bisa berburu Sambai Oen Peugaga, sebuah kuliner langka yang semakin sulit ditemukan.
Komposisi 44 Jenis Daun
Secara harfiah, Sambai Oen Peugaga berarti Sambal Daun Pegagan. Namun, isinya bukan hanya daun pegagan. Konon, resep aslinya membutuhkan 44 jenis daun-daunan hutan dan tanaman obat. Daun-daun ini diiris sangat halus (seperti rambut), lalu dicampur dengan kelapa parut sangrai, bunga kala, bawang merah, cabai, dan asam sunti.
Khasiat Kesehatan
Masyarakat Meulaboh percaya bahwa hidangan ini bukan sekadar makanan, melainkan obat (jamu) dalam bentuk lalapan. Kombinasi dedaunan herbal ini dipercaya mampu membuang angin, melancarkan peredaran darah, dan mengembalikan stamina setelah seharian berpuasa. Rasanya unik: ada pahit, sepat, pedas, gurih, dan wangi bunga yang menyatu.
5. Eungkot Paya: Asam Pedas yang Menggugah Selera
Eungkot Paya adalah masakan khas Aceh yang juga sangat populer di Aceh Barat. Eungkot berarti ikan, dan Paya merujuk pada rawa atau payau.
Bahan Utama
Sesuai namanya, hidangan ini biasanya menggunakan ikan air tawar atau ikan air payau, seperti ikan gabus (bace) atau ikan lele. Ikan ini dimasak dengan kuah kuning yang encer (tanpa santan).
Cita Rasa Utama
Kunci kenikmatan Eungkot Paya ada pada rasa asam dan pedas yang menyengat namun segar. Rasa asam didapat dari asam sunti atau belimbing wuluh segar, sementara pedasnya dari cabai rawit utuh atau giling. Tambahan jantung pisang (jantung puka) dan rebung sering dimasukkan untuk menambah tekstur. Ini adalah comfort food terbaik saat cuaca sedang hujan di Meulaboh.
6. Kue Kara & Oleh-Oleh Khas Meulaboh
Setelah puas menyantap makanan berat, saatnya berburu kudapan manis atau oleh-oleh untuk keluarga di rumah.
Kue Kara
Ini adalah kue tradisional yang bentuknya unik, menyerupai bulan sabit atau cangkang kura-kura kecil. Terbuat dari tepung beras, gula, dan santan yang digoreng. Teksturnya renyah di luar namun empuk di dalam. Kue Kara sangat cocok dinikmati sebagai pendamping Kopi Khop di sore hari.
Pisang Sale
Meskipun Pisang Sale dikenal luas, produksi di kawasan Aceh Barat memiliki aroma asap yang khas. Pisang disalai (diasap) di atas tungku kayu bakar selama berhari-hari hingga kering, berwarna coklat gelap, dan memiliki rasa manis karamel alami yang pekat.
7. Rekomendasi Lokasi & Spot Kuliner Terbaik
Agar perjalanan Anda lebih terarah, berikut adalah pemetaan lokasi kuliner di Meulaboh berdasarkan pengalaman:
a. Jalan Nasional & Pusat Kota
Di sini bertebaran Rumah Makan Aceh yang buka dari pagi hingga malam. Cocok untuk mencari menu sarapan Nasi Gurih (Nasi Lemak khas Aceh) atau makan siang dengan menu Gulai Hiu dan Kari Kambing.
b. Kawasan Suak Ribee
Seperti disebutkan sebelumnya, ini adalah “Mekkah”-nya Kopi Khop. Wajib dikunjungi mulai pukul 4 sore hingga larut malam.
c. Pantai Ujong Kalak & Batu Putih
Ingin makan sambil menikmati sunset? Pergilah ke arah pantai. Di sini banyak kafe semi-outdoor dan warung rujak. Rujak Aceh dengan bumbu buah rumbia (salak aceh) yang sepat bisa Anda temukan di sini. Sensasi makan rujak pedas sambil memandang ombak Samudra Hindia adalah pengalaman yang menenangkan.
8. Tips Penting Wisata Kuliner di Meulaboh
Agar pengalaman kuliner Anda maksimal dan lancar, perhatikan tips berikut:
- Perhatikan Jam Salat: Aceh menerapkan Syariat Islam. Warung makan dan kedai kopi biasanya akan tutup sementara atau menghentikan pelayanan saat azan berkumandang, terutama saat Magrib dan Jumat siang. Hormati kearifan lokal ini.
- Bagi Anda yang datang dari luar kota atau mendarat di Bandara Cut Nyak Dhien, solusi paling praktis adalah menggunakan jasa rental mobil. Anda bisa memesan kendaraan yang bersih dan terawat melalui layanan Rental Sewa Mobil di Meulaboh Aceh Barat. Dengan menyewa mobil, Anda tidak hanya bisa berburu kuliner sampai malam, tetapi juga bisa sekalian mengunjungi situs sejarah seperti Kupiah Meukeutop Teuku Umar dengan lebih leluasa.
- Sedia Uang Tunai: Meskipun beberapa kafe modern sudah menerima QRIS, warung tradisional legendaris (terutama di pelosok Suak Ribee) lebih menyukai uang tunai.
- Level Pedas: Standar “pedas” di Aceh mungkin berbeda dengan lidah Anda. Jika tidak kuat pedas, mintalah “kurang pedas” atau pisahkan sambalnya, meskipun untuk Mie Aceh, rasa pedas adalah nyawanya.
- Musim Terbaik: Datanglah saat musim panen durian atau saat bulan Ramadan (untuk pasar takjil/kuliner dadakan yang meriah).
Meulaboh mungkin pernah hancur diterjang tsunami pada 2004, namun semangat masyarakatnya bangkit kembali, salah satunya melalui kuliner. Makanan di Meulaboh bukan sekadar pemuas lapar, melainkan representasi dari ketangguhan budaya.
Dari seteguk Kopi Khop yang filosofis hingga piring terakhir Gulai Hiu, Meulaboh menawarkan petualangan rasa yang otentik, berani, dan penuh rempah. Kota ini membuktikan bahwa pesona Aceh tidak hanya ada di Banda Aceh atau Sabang.
Jadi, kapan Anda akan memesan tiket ke sini? Jangan lupa, pastikan akomodasi dan transportasi Anda sudah siap agar perjalanan “makan-makan” ini berjalan mulus. Untuk urusan transportasi darat yang terpercaya selama di Bumi Teuku Umar, serahkan saja pada ahlinya di Balioh Trans Meulaboh. Selamat menikmati jelajah rasa di Pesisir Barat!