BANJARMASIN — Kabut tipis masih menyelimuti Jembatan Barito ketika sebuah minibus Toyota HiAce bersiap meninggalkan terminal bayangan di pinggiran Banjarmasin. Di dalamnya, delapan penumpang bersiap menghadapi “ujian ketahanan” fisik dan mental: perjalanan darat sejauh lebih dari 1.200 kilometer menuju Pontianak, Kalimantan Barat.

Ini bukan sekadar perjalanan wisata. Bagi masyarakat Kalimantan, rute Banjarmasin-Pontianak adalah jalur nadi ekonomi yang menghubungkan dua kekuatan besar di selatan dan barat pulau. Namun, di tahun 2026 ini, pilihan moda transportasi untuk rute ini masih menyisakan dilema klasik: memilih kenyamanan mahal via udara atau pertarungan stamina di jalur darat Trans Kalimantan.
Artikel ini akan membedah secara komprehensif opsi perjalanan Anda, mulai dari realitas infrastruktur Trans Kalimantan Poros Selatan, jebakan biaya tersembunyi, hingga komparasi harga “head-to-head” untuk membantu Anda mengambil keputusan cerdas.
Realitas Infrastruktur: Mitos dan Fakta Trans Kalimantan
Sebelum membahas harga, penting untuk memahami medan yang akan Anda hadapi. Narasi “Trans Kalimantan Mulus” yang sering didengungkan pemerintah pusat ternyata memiliki catatan kaki yang panjang di lapangan. Berdasarkan penelusuran tim di lapangan, rute ini terbagi menjadi beberapa segmen dengan karakteristik yang kontras.
1. Segmen Banjarmasin – Palangkaraya (Kalsel-Kalteng)
Perjalanan dimulai dengan melintasi lahan gambut. Tantangan utama di sini bukan lubang, melainkan penurunan tanah. Di area Anjir Pasar hingga Pulang Pisau, jalan sering kali bergelombang (bumpy). Bagi penumpang mobil travel jenis MPV (Avanza/Innova), guncangan ini bisa memicu mual hebat jika suspensi kendaraan tidak prima. Jembatan Tumbang Nusa adalah penyelamat di musim hujan, namun akses menuju jembatan tersebut kerap tergenang saat air pasang tinggi.
2. Segmen Sampit – Pangkalan Bun (Perkebunan Sawit)
Memasuki Kotawaringin Timur, pemandangan didominasi oleh “lautan sawit”. Jalur ini adalah jalur neraka bagi kendaraan kecil karena dominasi truk CPO (Crude Palm Oil) yang lambat dan bermuatan lebih (overdimention overload – ODOL). Di tahun 2026, pelebaran jalan di beberapa titik sudah terlihat, namun risiko kecelakaan akibat menyalip truk di tikungan buta masih sangat tinggi.
3. Segmen Lamandau – Perbatasan Kalbar (Pegunungan)
Ini adalah segmen terberat sekaligus terindah. Memasuki wilayah Nanga Bulik hingga Kudangan, jalanan mulai menanjak dan berkelok tajam membelah bukit. Di sini, kondisi aspal sering kali tergerus longsor kecil. Sinyal seluler di titik ini adalah barang mewah; sebuah “blank spot” yang bisa berlangsung selama 2-3 jam perjalanan.
4. Segmen Tayan – Pontianak (Mulusnya Kalbar)
Memasuki Kalimantan Barat, kualitas jalan membaik signifikan. Sosok Jembatan Tayan yang megah menjadi penanda bahwa Pontianak sudah dekat. Jalur ini relatif lurus dan lebar, memungkinkan pengemudi memacu kendaraan hingga 80-100 km/jam untuk memangkas waktu.
Opsi Transportasi 1: Jalur Darat (Bus & Travel)
“Uji Nyali 30 Jam”
Bagi mereka yang memilih jalur darat, ada dua opsi utama: Bus DAMRI/AKAP atau Travel Eksekutif (Shuttle).
Travel Eksekutif (Minibus/L300/HiAce)
Ini adalah moda paling populer karena fleksibilitasnya. Travel biasanya menawarkan layanan door-to-door.
- Armada: Toyota HiAce, Innova Reborn, atau Mitsubishi L300.
- Waktu Tempuh: 28 – 34 Jam (tergantung kondisi jalan dan antrean solar).
- Fasilitas: AC, kursi reclining (terbatas), makan 1-2 kali (tergantung operator).
- Realita di Lapangan: Sopir travel Trans Kalimantan dikenal memiliki skill di atas rata-rata, namun gaya mengemudinya yang agresif (“ngeblong”) demi mengejar waktu seringkali membuat penumpang sulit tidur.
Berikut adalah daftar opsi Travel Eksekutif yang melayani rute “neraka” Banjarmasin – Pontianak.
Sebagai catatan, istilah “Eksekutif” di rute ini merujuk pada penggunaan unit mobil kecil (MPV/Minibus) seperti Toyota HiAce, Innova Reborn, atau Mitsubishi L300 yang lebih lincah dan cepat dibandingkan bus besar. Mayoritas travel menggunakan sistem estafet (oper unit) di perbatasan atau kota transit tertentu, namun tiket tetap satu pintu (langsung sampai).
1. CV. Mandiri Jaya Travel (Rekomendasi Utama)
Salah satu operator yang paling gencar mempromosikan rute lintas pulau ini dengan unit yang relatif peremajaan.
- Armada: Toyota HiAce & Innova Reborn.
- Estimasi Harga: Rp 900.000 – Rp 1.200.000 (Tergantung posisi kursi & jenis mobil).
- Jadwal: Biasanya berangkat pagi (09.00 – 11.00) dan Sore.
- Alamat Kantor Banjarmasin: Jl. Brig Jend. Hasan Basri No.72, Alalak Utara, Kec. Banjarmasin Utara (Kayu Tangi).
- Kontak/WA: 0823-5275-7552
2. CV. Lestari Travel
Pemain lama yang berbasis di Terminal Induk. Mereka memiliki jaringan luas hingga ke pelosok Kalbar.
- Armada: Toyota Innova (Dominan).
- Estimasi Harga: Mulai Rp 1.100.000 – Rp 1.300.000.
- Alamat Kantor Banjarmasin: Terminal Induk Banjarmasin, Jl. Pramuka No.44, Pemurus Luar, Banjarmasin Timur.
- Kontak/WA: 0813-4935-1515
3. Trans Agung Mulia
Dikenal dengan kenyamanan unitnya (sering menggunakan HiAce Commuter/Premio). Sangat populer untuk rute Kalsel-Kalteng, namun juga melayani koneksi hingga Pontianak melalui jaringan kemitraan.
- Armada: Toyota HiAce Commuter & Innova Reborn.
- Estimasi Harga: Rp 1.100.000 – Rp 1.400.000.
- Alamat Kantor: Jl. A. Yani KM 7,6, Komp. Bun Yamin Residence (Area Foodcourt), Kertak Hanyar.
- Kelebihan: Unit rata-rata lebih bersih dan terawat, suspensi lebih nyaman.
4. Top Travel Rent Car
Agregator travel yang cukup populer di pencarian online. Mereka seringkali mengonsolidasikan penumpang dari berbagai agen kecil.
- Armada: Bervariasi (Avanza, Xenia, Innova).
- Estimasi Harga: Sekitar Rp 1.100.000.
- Catatan: Pastikan menanyakan apakah unitnya direct atau banyak operan, karena armada mereka sangat beragam.
Tips Memilih Travel (Investigative Insight)
- Tanyakan “Sistem Oper”: Hampir tidak ada satu sopir yang sanggup menyetir 30+ jam non-stop. Tanyakan pada admin: “Apakah ini ganti mobil di Palangkaraya/Pangkalan Bun, atau mobilnya sama tapi ganti sopir?” Opsi mobil sama ganti sopir jauh lebih nyaman karena Anda tidak perlu memindah-mindah barang bawaan di tengah malam.
- Pilih HiAce dibanding Avanza: Untuk perjalanan sejauh ini, ruang kaki di Toyota HiAce jauh lebih manusiawi dibanding Avanza/Xenia. Selisih harga Rp 100-200 ribu sangat layak dibayar demi kesehatan punggung Anda.
- Booking H-3: Karena rute ini tidak setiap hari penuh (kecuali musim mudik), kepastian keberangkatan sering bergantung pada jumlah kuota. Booking jauh hari memastikan Anda dapat kursi tengah yang paling minim guncangan.
- Siapkan Uang Tunai: Sebagian pelunasan sering diminta tunai saat penjemputan atau saat transit makan.
Bus AKAP / DAMRI
Opsi ini lebih jarang dipilih untuk rute langsung end-to-end karena seringkali mengharuskan transit.
- Rute: Biasanya terpecah menjadi Banjarmasin-Palangkaraya, lalu oper ke Palangkaraya-Pangkalan Bun, dan seterusnya.
- Kenyamanan: Bus besar menawarkan suspensi yang lebih empuk dibanding travel, namun waktu tempuhnya bisa molor hingga 40 jam karena sering berhenti menaik-turunkan penumpang di terminal-terminal kota lintasan.
Opsi Transportasi 2: Jalur Udara (Pesawat)
“Mahal Karena Memutar”
Fakta pahit bagi pebisnis dan pelancong: Tidak ada penerbangan langsung (Direct Flight) dari Banjarmasin (BDJ) ke Pontianak (PNK).
Secara geografis, kedua kota ini berada di satu pulau. Namun, secara aviasi, Anda dipaksa terbang keluar pulau terlebih dahulu. Rute yang tersedia umumnya adalah:
- Transit Surabaya (SUB): Banjarmasin -> Surabaya -> Pontianak.
- Transit Jakarta (CGK): Banjarmasin -> Jakarta -> Pontianak.
Konsekuensinya adalah inefisiensi waktu dan biaya yang membengkak. Anda terbang melintasi Laut Jawa dua kali hanya untuk berpindah provinsi di Kalimantan.
- Durasi: 6 hingga 10 jam (termasuk waktu transit).
- Risiko: Jika penerbangan pertama delay, risiko tertinggal penerbangan koneksi (connecting flight) cukup besar, terutama jika Anda memesan tiket terpisah (bukan through-checkin).
Komparasi Harga Head-to-Head (Update Januari 2026)
Sebagai wartawan yang berpedoman pada data, berikut adalah tabel perbandingan harga riil yang dihimpun dari berbagai agen perjalanan dan Online Travel Agent (OTA).
| Komponen | Travel Eksekutif (Darat) | Bus Estafet (Darat) | Pesawat (Via Surabaya/JKT) |
| Harga Tiket | Rp 1.100.000 – Rp 1.300.000 | Rp 850.000 – Rp 1.000.000 (Total estafet) | Rp 2.100.000 – Rp 2.800.000 |
| Biaya Makan | Rp 150.000 (3-4x makan @35rb) | Rp 150.000 | Termasuk (jika maskapai full service) / Beli sendiri di Bandara |
| Biaya Bagasi | Gratis (Wajar) | Gratis (Bagasi luas) | Rp 0 – Rp 300.000 (Jika LCC/Lion Group) |
| Biaya Lain | Rp 50.000 (Toilet/Snack) | Rp 50.000 | Rp 150.000 (Transport Bandara PP) |
| TOTAL ESTIMASI | Rp 1.300.000 – Rp 1.500.000 | Rp 1.050.000 – Rp 1.200.000 | Rp 2.400.000 – Rp 3.250.000 |
| Waktu Tempuh | 30 – 34 Jam | 36 – 48 Jam | 7 – 11 Jam |
| Kenyamanan | Rendah (Kram kaki, mual) | Sedang (Ruang kaki luas) | Tinggi (Cepat, AC dingin) |
Catatan Redaksi: Harga pesawat sangat fluktuatif (dynamic pricing). Pada musim mudik atau liburan sekolah, harga tiket pesawat transit bisa melonjak hingga Rp 4.000.000, membuat opsi darat menjadi satu-satunya pilihan rasional bagi kaum mendang-mending.
Analisis Biaya vs Waktu: Siapa Menang?
Dari tabel di atas, terlihat disparitas yang mencolok.
- Selisih Biaya: Memilih jalur darat menghemat uang Anda sekitar Rp 1.000.000 hingga Rp 1.500.000 sekali jalan. Untuk perjalanan pulang pergi (PP), penghematan bisa mencapai Rp 3.000.000—angka yang signifikan setara dengan UMR di beberapa daerah Kalimantan.
- Selisih Waktu: Anda “membayar” penghematan tersebut dengan waktu hidup Anda selama 24 jam ekstra di jalanan.
Rekomendasi:
- Pilih Pesawat Jika: Anda membawa balita, lansia, atau memiliki urusan bisnis mendesak yang membutuhkan kondisi fisik prima setibanya di tujuan. Kelelahan akibat perjalanan darat 30 jam membutuhkan waktu pemulihan (recovery) minimal 1 hari, yang mungkin menghapus efisiensi waktu kerja Anda.
- Pilih Travel Darat Jika: Anda adalah solo traveler, mahasiswa, pekerja lapangan, atau memiliki anggaran ketat. Pastikan Anda tidak memiliki riwayat mabuk darat atau sakit punggung kronis.
Tips Survival untuk Jalur Darat Banjarmasin-Pontianak
Jika Anda memutuskan menantang jalur Trans Kalimantan, berikut adalah panduan bertahan hidup (survival guide) yang dihimpun dari pengalaman para sopir lintas:
- Pilih Kursi Tengah: Hindari kursi paling belakang (guncangan maksimal) dan kursi depan samping sopir (risiko psikologis melihat cara menyalip yang ekstrem). Kursi tengah adalah sweet spot.
- Sinyal Seluler: Siapkan kartu Telkomsel. Provider lain seringkali “tewas” begitu memasuki perbatasan Kalteng-Kalbar (kawasan Lamandau dan Nanga Tayap).
- Uang Tunai Pecahan Kecil: Banyak warung makan dan toilet umum di jalur lintas (terutama di pelosok Kalteng) belum menerima QRIS. Siapkan uang tunai minimal Rp 300.000.
- Logistik Pribadi: Bawa bantal leher, jaket tebal (AC travel seringkali sangat dingin saat malam), dan obat anti mabuk (Antimo). Jangan lupa power bank berkapasitas besar, karena colokan di mobil seringkali rebutan.
- Waktu Keberangkatan: Usahakan mencari travel yang berangkat pagi dari Banjarmasin. Jika berangkat sore/malam, Anda akan melewati jalur pegunungan Lamandau di malam hari yang gelap gulita dan rawan kabut—meskipun sopir sudah hafal jalan, risiko tetap lebih tinggi.
Kesimpulan: Konektivitas yang Masih Mahal
Perjalanan Banjarmasin-Pontianak adalah cerminan ironi konektivitas di Kalimantan. Di satu sisi, jalan Trans Kalimantan sudah tersambung penuh, membuka isolasi ribuan desa. Namun di sisi lain, absennya penerbangan langsung antar-ibukota provinsi dan kualitas jalan yang fluktuatif memaksa masyarakat membayar biaya tinggi—baik dalam bentuk Rupiah maupun kelelahan fisik.
Bagi Anda yang hendak melakukan perjalanan ini, kalkulasi bukan hanya soal dompet, tapi juga soal ketahanan tubuh. Selamat menjelajah Borneo!





