Lupakan sejenak hingar-bingar destinasi padat turis. Jika Anda mencari esensi Jawa yang autentik, dengan sentuhan keagungan masa lalu, Solo (atau Surakarta) adalah jawaban yang jujur. Kota ini bukan sekadar bayangan Yogyakarta, melainkan permata budaya yang berdiri megah dengan identitasnya sendiri. Dari keraton yang masih hidup, kekayaan batik yang tak ada duanya, hingga kuliner rumahan yang jujur pada rasa, Solo menawarkan pengalaman mendalam yang jarang ditemukan di tempat lain. Siapkan diri Anda, karena Solo akan mengajak Anda menapak tilas sejarah, merayakan seni, dan memanjakan lidah, jauh dari keramaian, namun penuh kehangatan.

Sebagai jurnalis travel yang bergelut dengan on-the-ground tips, saya jamin, Solo akan memberi Anda perspektif baru tentang Jawa. Ini bukan tentang check-list wisata, melainkan tentang meresapi. Bersiaplah untuk terpukau oleh keramahan warganya dan kejujuran budayanya.
Daftar Isi
- Kenapa Solo Wajib Masuk Daftar Perjalananmu?
- Menguak Jantung Keraton: Solo dari Dekat
- Surga Tersembunyi Pencinta Batik
- Napak Tilas Sejarah dan Arsitektur Kolonial
- Kuliner Solo: Pesta Rasa yang Tak Terlupakan
- Merajut Kenangan di Pusat Seni dan Kerajinan
- Akses dan Mobilitas di Solo
- Tips Eksplorasi Solo ala Jurnalis Travel
- Akomodasi Pilihan di Solo
- Perjalanan Lanjutan dari Solo
- Pertanyaan Sering Diajukan (FAQ)
Kenapa Solo Wajib Masuk Daftar Perjalananmu?
Solo adalah jantung budaya Jawa yang tak terjamah hiruk-pikuk modernisasi berlebihan. Jika Yogyakarta dikenal sebagai kota pelajar dan pariwisata yang kian ramai, Solo adalah adik yang lebih kalem, lebih tradisional, dan mempertahankan keanggunan feodal yang kental. Kota ini adalah rumah bagi dua keraton sekaligus (Keraton Kasunanan dan Pura Mangkunegaran), sebuah anomali sejarah yang menjadikan Solo kaya akan cerita dan warisan. Di sini, Anda akan menemukan budaya Jawa yang asli, tak dimanipulasi untuk turis, disajikan apa adanya dalam kehidupan sehari-hari warganya.
Keramahan masyarakat Solo, yang dikenal dengan sebutan “Wong Solo”, bukanlah basa-basi, melainkan cerminan dari filosofi hidup Jawa yang mengedepankan keselarasan dan kesantunan. Anda bisa dengan mudah berinteraksi dengan penduduk lokal, yang akan dengan senang hati berbagi cerita atau merekomendasikan tempat makan “hidden gem”. Kuliner Solo juga tak kalah menarik, jauh dari ekspektasi rasa manis yang sering disalahpahami dari masakan Jawa. Di Solo, rasa masakan lebih kompleks, kaya rempah, dan jujur pada tradisi. Singkatnya, Solo menawarkan pengalaman otentik yang akan memperkaya jiwa petualang Anda.
Menguak Jantung Keraton: Solo dari Dekat
Kunjungan ke Solo tidak akan lengkap tanpa menyelami kemegahan dua istana yang menjadi tiang penyangga budaya kota ini. Keduanya adalah penanda sejarah panjang dan dinamika kekuasaan Jawa, yang kini terbuka untuk publik.
Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat
Ini adalah istana yang lebih tua dan secara historis lebih dominan. Didirikan pada tahun 1745 oleh Susuhunan Pakubuwono II, keraton ini adalah representasi paling otentik dari arsitektur dan filosofi Jawa. Kompleksnya luas, dengan alun-alun, pendopo, dan museum yang menyimpan koleksi benda-benda pusaka keraton. Sejarah Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat penuh intrik dan perjuangan mempertahankan identitas. Saat berkunjung, perhatikan detail arsitektur, seperti bleketepe (anyaman daun kelapa yang dipasang saat acara penting) atau gerbang-gerbang kuno yang memancarkan aura sakral.
- Tips Lapangan: Masuklah melalui Kori Kamandungan. Museum keraton menyimpan koleksi kereta kencana, pusaka, dan gamelan. Pemandu lokal biasanya tersedia dan sangat direkomendasikan untuk memahami makna di balik setiap bangunan. Pastikan Anda mengenakan pakaian yang sopan karena ini adalah area sakral.
Pura Mangkunegaran
Dibangun pada tahun 1757 oleh Raden Mas Said (Pangeran Sambernyawa), Pura Mangkunegaran adalah kadipaten yang memiliki otonomi tersendiri. Meskipun lebih kecil, pura ini memiliki daya tarik yang tak kalah memukau dengan arsitekturnya yang elegan dan koleksi seni yang lebih terawat. Pendopo Ageng Pura Mangkunegaran sering digunakan untuk pagelaran seni tari dan karawitan, menjadikaya pusat aktivitas budaya yang dinamis.
- Tips Lapangan: Jangan lewatkan melihat koleksi wayang kulit dan topeng di museumnya. Jika beruntung, Anda bisa menyaksikan latihan tari atau karawitan di pendopo. Pura ini memiliki sentuhan Eropa yang lebih kentara dalam beberapa bangunaya, hasil akulturasi yang menarik. Jadwal pagelaran biasanya diumumkan di akun media sosial mereka.
Pasar Klewer
Tidak jauh dari Keraton Kasunanan, Pasar Klewer adalah salah satu pasar batik terbesar dan tertua di Solo. Di sini, Anda bisa menemukan beragam motif batik, dari yang tradisional hingga modern, dengan harga yang bervariasi. Pasar ini adalah jembatan antara keraton dan rakyat jelata, tempat bertemunya tradisi dan perdagangan.
- Tips Lapangan: Jangan ragu menawar harga. Selain batik, Anda juga bisa menemukan berbagai jenis kain tradisional, pakaian jadi, dan suvenir khas Solo. Suasana pasar tradisional yang ramai dan aroma rempah-rempah akan memanjakan indra Anda.
Surga Tersembunyi Pencinta Batik
Solo adalah salah satu pusat batik terbaik di Indonesia. Berbeda dengan batik pesisiran yang cenderung cerah, batik Solo dikenal dengan warna-warna sogan (cokelat, hitam, biru tua) yang elegan dan motif yang klasik, mencerminkan filosofi Jawa yang tenang dan mendalam.
Kampung Batik Laweyan
Inilah kampung batik yang paling ikonik di Solo. Laweyan adalah permukiman padat yang telah menjadi pusat produksi batik sejak zaman dahulu. Rumah-rumah pedagang batik zaman kolonial masih berdiri megah dengan arsitektur Jawa-Eropa, membentuk labirin gang sempit yang di setiap sudutnya terdapat butik atau rumah produksi batik. Anda bisa menyaksikan proses pembuatan batik tulis dan cap secara langsung, dari mencanting hingga pewarnaan.
- Tips Lapangan: Jangan hanya berbelanja di toko besar. Cobalah masuk ke gang-gang kecil dan temukan pengrajin rumahan. Anda mungkin bisa mendapatkan batik berkualitas tinggi dengan harga lebih jujur dan cerita di baliknya. Beberapa tempat menawarkan lokakarya singkat untuk mencoba membatik sendiri.
Kampung Batik Kauman
Terletak tidak jauh dari Keraton Kasunanan, Kampung Batik Kauman adalah kampung batik yang lebih tradisional dan konservatif. Di sini, Anda akan menemukan pengrajin yang mempertahankan teknik batik tulis klasik dengan motif-motif pakem (standar) keraton. Suasana di Kauman lebih tenang dibandingkan Laweyan, cocok bagi Anda yang ingin melihat batik dalam proses pembuataya yang lebih otentik dan tradisional.
- Tips Lapangan: Kauman adalah tempat terbaik untuk mencari batik tulis halus dengan motif-motif keraton yang langka. Harganya memang lebih tinggi, tetapi kualitas dailai seninya sepadan.
Tips Memilih Batik Asli Solo
Hati-hati terhadap batik printing yang menyerupai batik tulis atau cap. Batik tulis biasanya memiliki motif yang tidak persis sama di setiap sisi, serta jejak lilin di balik kain. Batik cap memiliki pengulangan motif yang rapi, namun tetap ada sedikit ‘rembesan’ warna. Sementara batik printing cenderung sempurna dan motifnya terlihat ‘datar’. Tanyakan langsung kepada penjual mengenai jenis batik yang Anda minati.
Napak Tilas Sejarah dan Arsitektur Kolonial
Solo tak hanya tentang keraton. Jejak masa kolonial Belanda juga tersebar di berbagai sudut kota, menawarkan perpaduan arsitektur yang menarik dan kisah sejarah yang tak kalah penting.
Benteng Vastenburg
Dibangun pada tahun 1745 oleh Belanda, Benteng Vastenburg adalah saksi bisu perebutan kekuasaan dan sejarah panjang kolonialisme di Jawa. Meskipun kini tinggal reruntuhan yang belum sepenuhnya direvitalisasi, benteng ini sering digunakan sebagai ruang publik untuk berbagai acara seni, budaya, dan festival. Mengelilingi benteng ini akan membawa Anda merasakan kontras antara masa lalu dan fungsi kontemporernya.
- Tips Lapangan: Datanglah saat sore hari untuk menikmati suasana yang lebih teduh. Lokasi benteng yang terbuka juga menjadikaya tempat favorit bagi para fotografer lanskap kota.
De Tjolomadoe
Bergeser sedikit ke Karanganyar, di pinggir kota Solo, De Tjolomadoe adalah bekas pabrik gula kolonial yang kini bertransformasi menjadi pusat seni, museum, dan ruang acara yang modern. Bangunan industri tua ini direvitalisasi dengan sangat apik, mempertahankan mesin-mesin raksasa sebagai instalasi seni, sambil menambahkan sentuhan futuristik. Ini adalah contoh sempurna bagaimana warisan industri bisa dihidupkan kembali.
- Tips Lapangan: Siapkan kamera Anda, tempat ini sangat instagramable. Ada kafe dan restoran di dalamnya yang menawarkan suasana unik. Periksa jadwal acara, karena sering ada konser atau pameran menarik di sini.
Museum Monumen Pers Nasional
Bagi pecinta sejarah dan jurnalisme, museum ini menawarkan koleksi lengkap tentang perkembangan pers di Indonesia. Dari mesin cetak kuno, koran-koran bersejarah, hingga ruang pameran interaktif, museum ini memberikan gambaran tentang peran pers dalam perjuangan kemerdekaan dan pembangunan bangsa.
- Tips Lapangan: Luangkan waktu cukup karena koleksinya banyak. Pemandu museum bisa memberikan konteks yang lebih dalam tentang setiap artefak.
Kuliner Solo: Pesta Rasa yang Tak Terlupakan
Percayalah, Solo adalah surga bagi para pencinta kuliner. Rasanya yang cenderung gurih-manis, namun tetap kaya rempah, akan membuat Anda ketagihan. Berikut beberapa wajib coba:
- Nasi Liwet Solo: Hidangan ikonik yang wajib dicoba. Nasi yang dimasak dengan santan dan rempah, disajikan dengan suwiran ayam, sayur labu siam, telur pindang, dan kumut (areh kental).
- Rekomendasi: Nasi Liwet Bu Wongso Lemu di Keprabon atau Nasi Liwet Bu Sarmi.
- Selat Solo: Sering disebut “bistik Jawa”, hidangan ini adalah perpaduan daging sapi empuk dengan kuah manis segar, kentang goreng, buncis, wortel, dan acar.
- Rekomendasi: Selat Solo Mbak Lies atau Warung Selat Vien’s.
- Serabi Notosuman: Camilan manis nan gurih ini telah melegenda. Serabi tipis yang dimasak di atas arang, dengan pilihan rasa original atau cokelat.
- Rekomendasi: Langsung ke Serabi Notosuman yang asli di Jalaotosuman.
- Tengkleng dan Sate Buntel: Olahan kambing yang kaya rempah. Tengkleng adalah sup tulang kambing dengan kuah kuning pedas, sementara sate buntel adalah daging kambing cincang yang dibungkus lemak dan dibakar.
- Rekomendasi: Tengkleng Bu Edi di Pasar Klewer atau Sate Kambing Pak Manto.
- Es Dawet Telasih: Minuman segar pereda dahaga, terbuat dari dawet (cendol), biji telasih, tape ketan hitam, dan santan kelapa.
- Rekomendasi: Es Dawet Telasih Bu Dermi di Pasar Gede.
Tips Lapangan Kuliner: Jangan takut mencoba warung-warung kecil di pinggir jalan, seringkali di sanalah letak keaslian rasa Solo. Jelajahi juga Pasar Gede di pagi hari untuk mencicipi berbagai jajanan tradisional.
Merajut Kenangan di Pusat Seni dan Kerajinan
Solo tidak hanya kaya sejarah, tetapi juga denyut seninya sangat kuat. Dari barang antik hingga pertunjukan tari klasik, kota ini adalah panggung bagi kreativitas.
Pasar Triwindu (Pasar Barang Antik)
Jika Anda mencari sesuatu yang unik dan bernilai sejarah, Pasar Triwindu adalah surga. Pasar ini penuh dengan barang-barang antik, mulai dari perabotan kuno, keris, patung, hingga piringan hitam jadul. Anda bisa menghabiskan berjam-jam menjelajahi setiap lorongnya, mencari harta karun tersembunyi. Bahkan jika tidak membeli, melihat-lihat koleksinya sudah merupakan pengalaman tersendiri.
- Tips Lapangan: Kemampuan menawar sangat penting di sini. Pastikan Anda punya pengetahuan dasar tentang barang antik agar tidak tertipu.
Taman Balekambang
Taman Balekambang adalah ruang hijau yang indah, sering menjadi tempat pertunjukan seni tradisional, pameran, atau festival. Ada danau buatan, area bermain anak, dan sering diadakan pementasan seni yang gratis atau berbayar. Cek jadwal acara lokal untuk mendapatkan pengalaman budaya yang autentik.
- Tips Lapangan: Taman ini ideal untuk bersantai sore atau piknik keluarga.
Wayang Orang Sriwedari
Untuk pengalaman seni pertunjukan yang tak terlupakan, saksikan Wayang Orang Sriwedari. Ini adalah salah satu kelompok wayang orang tertua yang masih eksis, menampilkan kisah-kisah epik Mahabarata atau Ramayana dengan akting, tari, dan iringan gamelan secara langsung. Pertunjukan ini adalah jendela ke dalam kekayaan seni pertunjukan Jawa yang mendalam.
- Tips Lapangan: Pertunjukan biasanya digelar beberapa kali seminggu. Periksa jadwal dan pesan tiket jauh-jauh hari, terutama jika Anda datang pada musim liburan.
Akses dan Mobilitas di Solo
Solo sangat mudah dijangkau dari berbagai kota besar di Jawa, menjadikaya destinasi yang ideal untuk liburan singkat maupun panjang.
Menuju Solo
- Pesawat: Bandara Internasional Adi Soemarmo (SOC) melayani penerbangan domestik dari Jakarta, Surabaya, dan beberapa kota laiya. Dari bandara, Anda bisa menggunakan taksi, bus Damri, atau layanan transportasi daring untuk menuju pusat kota.
- Kereta Api: Solo memiliki dua stasiun kereta api utama, Stasiun Solo Balapan dan Stasiun Purwosari, yang melayani rute dari Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Yogyakarta. Perjalanan kereta api menawarkan pemandangan indah pedesaan Jawa.
- Bus: Terminal Tirtonadi adalah terminal bus terbesar di Solo, melayani rute antarkota dan antarprovinsi. Pilihan bus bervariasi dari kelas ekonomi hingga eksekutif.
Berkeliling di Solo
Solo adalah kota yang relatif mudah dijelajahi. Pusat kota padat dan banyak objek wisata yang berdekatan.
- Transportasi Daring: Layanan ojek dan taksi daring tersedia luas dan sangat membantu untuk menjangkau tempat-tempat yang sedikit jauh.
- Becak: Untuk pengalaman yang lebih tradisional dan santai, Anda bisa mencoba becak. Nego harga sebelum naik adalah kunci.
- Sewa Mobil: Jika Anda berencana menjelajahi Solo dan sekitarnya dengan lebih leluasa, atau ingin kenyamanan maksimal tanpa repot mencari transportasi umum, menyewa mobil adalah pilihan terbaik. Anda bisa dengan mudah menemukan layanan sewa mobil di Surakarta untuk perjalanan yang lebih fleksibel. Dengan rental mobil Surakarta, Anda bisa mengatur jadwal sendiri, mengunjungi tempat-tempat terpencil, dan membawa pulang banyak oleh-oleh tanpa khawatir.
Tips Eksplorasi Solo ala Jurnalis Travel
- Waktu Terbaik: Musim kemarau (Mei-September) adalah waktu terbaik untuk berkunjung karena cuaca lebih cerah dan mendukung aktivitas luar ruangan. Hindari musim liburan panjang jika tidak suka keramaian.
- Pakaian Sopan: Saat mengunjungi keraton atau tempat ibadah, kenakan pakaian yang sopan dan tertutup sebagai bentuk penghormatan.
- Belajar Sedikit Bahasa Jawa: Mengucapkan “matur nuwun” (terima kasih) atau “monggo” (silakan) akan sangat dihargai dan bisa membuka interaksi yang lebih hangat dengan penduduk lokal.
- Tawar-Menawar: Di pasar tradisional atau toko batik, menawar harga adalah hal yang lumrah dan diharapkan. Lakukan dengan senyum dan ramah.
- Jangan Terburu-buru: Solo adalah kota yang dinikmati dengan perlahan. Luangkan waktu untuk mengamati detail, berinteraksi dengan warga, dan meresapi suasana.
Hidden Gem ala Lonely Planet: Ngopi di Pasar Gede
Datanglah ke Pasar Gede Solo di pagi hari, sekitar pukul 06.00-08.00. Di bagian dalam pasar, Anda akan menemukan beberapa warung kopi tradisional yang menyajikan kopi tubruk atau kopi jahe panas, ditemani jajanan pasar. Rasakan energi pasar yang mulai hidup, hiruk-pikuk pedagang, dan percakapan santai warga lokal. Ini adalah pengalaman otentik yang tak akan Anda dapatkan di kafe modern mana pun.
Akomodasi Pilihan di Solo
Solo menawarkan beragam pilihan akomodasi, dari hotel bintang lima hingga penginapan butik yang artistik, sesuai dengan anggaran dan preferensi Anda. Hotel-hotel besar biasanya terletak di sepanjang Jalan Slamet Riyadi, sementara penginapan yang lebih kecil dan unik bisa ditemukan di dekat area keraton atau kampung batik.
- Hotel Mewah: The Royal Surakarta Heritage, Alila Solo.
- Hotel Menengah: Novotel Solo, Ibis Styles Solo.
- Penginapan Butik/Guest House: Banyak pilihan menarik di area Laweyan atau sekitar Pura Mangkunegaran yang menawarkan suasana Jawa yang kental.
Perjalanan Lanjutan dari Solo
Solo adalah titik awal yang baik untuk menjelajahi area lain di Jawa Tengah dan sekitarnya:
- Yogyakarta: Hanya sekitar 1-1,5 jam perjalanan kereta api, Solo bisa menjadi gerbang alternatif menuju Yogyakarta dengan Borobudur dan Prambanan.
- Semarang: Sekitar 2-3 jam perjalanan, menawarkan pesona Kota Lama dan kuliner lumpia.
- Tawangmangu & Candi Cetho/Sukuh: Berada di lereng Gunung Lawu, sekitar 1,5-2 jam perjalanan dari Solo, menawarkan udara sejuk, air terjun, dan candi Hindu unik.
Pertanyaan Sering Diajukan (FAQ)
- Apa bedanya Solo dan Yogyakarta?
Solo dan Yogyakarta adalah dua kota pecahan Kerajaan Mataram Islam. Solo lebih fokus pada budaya keraton yang konservatif dan tradisional, dengauansa yang lebih tenang dan kental akan kehalusan Jawa. Yogyakarta lebih dinamis, pusat pariwisata yang lebih modern, dan budaya Jawa yang lebih terbuka pada pengaruh luar, serta terkenal sebagai kota pelajar. - Berapa hari ideal untuk menjelajahi Solo?
Minimal 2-3 hari untuk bisa merasakan esensi Solo. Hari pertama untuk keraton dan kampung batik, hari kedua untuk kuliner dan situs kolonial, serta hari ketiga untuk seni dan oleh-oleh, atau perjalanan singkat ke pinggir kota. - Bagaimana transportasi terbaik untuk berkeliling Solo?
Untuk mobilitas dan fleksibilitas optimal, terutama jika Anda bepergian bersama keluarga atau ingin mengunjungi beberapa tempat dalam satu hari, sewa mobil di Surakarta adalah pilihan terbaik. Untuk jarak dekat, ojek daring atau becak juga bisa menjadi alternatif. - Apa kuliner Solo yang wajib dicoba dan paling otentik?
Nasi Liwet Solo adalah hidangan paling ikonik. Selain itu, jangan lewatkan Selat Solo, Serabi Notosuman, Tengkleng, dan Es Dawet Telasih. Cobalah juga jajanan pasar di Pasar Gede. - Di mana tempat terbaik untuk membeli batik Solo?
Kampung Batik Laweyan menawarkan berbagai pilihan dari butik modern hingga pengrajin rumahan. Untuk batik tulis klasik dengan motif keraton, Kampung Batik Kauman adalah pilihan terbaik. Pasar Klewer juga menawarkan harga yang lebih bervariasi.





