Di ujung barat selatan Aceh, di mana debur ombak Samudra Hindia menyapa barisan pegunungan Bukit Barisan yang kokoh, tersembunyi sebuah permata arsitektur yang kini menjadi detak jantung baru bagi masyarakat Aceh Barat Daya (Abdya). Kota Blangpidie, yang selama puluhan tahun dikenal sebagai “Kota Dagang” yang sibuk dan riuh dengan aktivitas perniagaan, kini memiliki wajah baru yang lebih teduh, agung, dan memancarkan aura spiritual yang kuat.

Wajah baru itu bernama Masjid Agung Baitul Ghafur.
Bagi siapa saja yang melintasi jalan nasional dari arah Banda Aceh menuju Tapaktuan, mustahil untuk tidak menolehkan kepala saat melewati kawasan Seunaloh. Kubah-kubah emas yang berkilauan ditimpa matahari, diapit oleh empat menara yang menjulang menembus langit biru, seolah memanggil setiap musafir untuk singgah sejenak, bersujud, dan melepaskan penat duniawi.
Masjid ini bukan sekadar tempat ibadah. Ia adalah simbol kebangkitan, identitas, dan landmark kebanggaan Bumoe Sigupai. Artikel ini akan mengajak Anda menyelami lebih dalam pesona Masjid Agung Baitul Ghafur, mulai dari sejarah panjangnya, detail arsitekturnya yang memukau, hingga pengalaman batin yang ditawarkannya.
Sejarah Panjang Menuju Kemegahan
Membangun peradaban tidak semudah membalikkan telapak tangan. Begitu pula kisah di balik berdirinya Masjid Agung Baitul Ghafur. Kehadiran masjid ini adalah jawaban atas kerinduan masyarakat Abdya selama bertahun-tahun akan adanya pusat kegiatan umat (Islamic Center) yang representatif.
Sebelum masjid ini berdiri gagah, aktivitas keagamaan tingkat kabupaten seringkali harus meminjam tempat atau menggunakan fasilitas yang terbatas. Ide pembangunan masjid ini sejatinya telah digulirkan sejak lama, melewati berbagai periode kepemimpinan, hingga akhirnya mendapatkan momentum percepatan pada masa pemerintahan Bupati Akmal Ibrahim.
Perjalanan pembangunannya penuh dinamika. Ada tantangan anggaran, pembebasan lahan, hingga desain teknis yang rumit. Namun, semangat gotong royong dan tekad kuat pemerintah daerah bersama masyarakat membuahkan hasil manis.
“Masjid ini adalah bukti bahwa jika kita bersatu untuk agama Allah, tidak ada yang mustahil. Baitul Ghafur bukan milik pejabat, bukan milik satu golongan, tapi milik seluruh rakyat Abdya yang merindukan keberkahan.” โ Tokoh Masyarakat Abdya.
Diresmikan pada awal tahun 2020, masjid ini langsung menyedot perhatian publik Aceh. Bukan hanya karena ukurannya yang masif, tetapi karena ia hadir sebagai bukti bahwa kabupaten pemekaran seperti Abdya mampu menghadirkan karya arsitektur kelas dunia.
Untuk informasi resmi mengenai sejarah pembentukan Kabupaten Aceh Barat Daya, Anda bisa merujuk pada situs Pemerintah Kabupaten Aceh Barat Daya.
Arsitektur: Perpaduan Timur Tengah dan Kearifan Lokal
Saat Anda melangkahkan kaki memasuki gerbang kompleks masjid, nuansa Timur Tengah akan langsung terasa kental. Banyak pengunjung yang menyamakan atmosfer Masjid Agung Baitul Ghafur dengan masjid-masjid megah di Turki atau Arab Saudi, namun tetap terasa akrab dengan suasana tropis Aceh.
1. Empat Menara Penjaga
Ciri paling ikonik dari masjid ini adalah keberadaan empat menara tinggi yang mengapit bangunan utama. Secara filosofis, empat menara ini sering dimaknai sebagai simbol empat sahabat Nabi (Khulafaur Rasyidin) atau empat penjuru mata angin, yang menandakan bahwa syiar Islam harus menggema ke segala arah. Menara ini juga berfungsi sebagai tempat pengeras suara azan, memastikan panggilan shalat terdengar syahdu hingga ke pelosok Blangpidie.
2. Kubah Emas yang Memikat
Berbeda dengan masjid tradisional Aceh yang umumnya menggunakan atap limas atau kubah hitam/hijau, Baitul Ghafur berani tampil dengan warna kubah keemasan. Warna ini melambangkan kemuliaan dan kejayaan Islam. Saat siang hari, kubah ini memantulkan cahaya matahari, menjadi mercusuar visual yang bisa dilihat dari kejauhan.
3. Interior yang Menenangkan
Masuk ke bagian dalam (interior), Anda akan disambut oleh hamparan karpet merah tebal yang empuk. Dinding-dindingnya dihiasi kaligrafi ayat suci Al-Quran dengan detail yang rumit namun rapi.
Pencahayaan di dalam masjid didesain sangat cermat. Lampu gantung kristal raksasa di tengah kubah utama menjadi pusat perhatian (focal point), memberikan kesan mewah namun syahdu. Sirkulasi udara pun sangat diperhatikan; langit-langit yang tinggi membuat udara di dalam masjid tetap sejuk meskipun Blangpidie sedang terik-teriknya.
Fasilitas Lengkap untuk Kenyamanan Jamaah
Sebagai sebuah Islamic Center, Masjid Agung Baitul Ghafur dirancang bukan hanya untuk shalat lima waktu, tetapi juga sebagai pusat aktivitas sosial dan edukasi. Fasilitas yang tersedia sangat memanjakan pengunjung:
- Area Parkir Luas: Salah satu masalah utama masjid di tengah kota biasanya adalah parkir. Namun, Baitul Ghafur memiliki halaman parkir yang sangat luas, mampu menampung ratusan mobil dan sepeda motor. Ini sangat memudahkan bagi Anda yang datang membawa rombongan atau menggunakan layanan rental mobil Blangpidie.
- Tempat Wudhu Modern: Area wudhu dipisahkan dengan jelas antara pria dan wanita, dengan ketersediaan air yang melimpah dan kebersihan yang terjaga.
- Taman & Ruang Terbuka Hijau: Di sekeliling bangunan utama, terdapat taman-taman yang tertata rapi. Pohon-pohon kurma dan tanaman hias lainnya mulai tumbuh subur, memberikan kesejukan bagi mata yang memandang.
- Akses Disabilitas: Pengelola masjid juga memperhatikan aksesibilitas bagi jamaah lansia atau penyandang disabilitas dengan menyediakan jalur landai (ramp).
Pengalaman Spiritual: Senja di Baitul Ghafur
Waktu terbaik untuk mengunjungi Masjid Agung Baitul Ghafur adalah menjelang shalat Maghrib. Ada magis tersendiri saat matahari mulai tergelincir di ufuk barat.
Bayangkan momen ini: Langit Blangpidie berubah warna menjadi jingga kemerahan. Lampu-lampu sorot yang menerangi kubah dan menara mulai dinyalakan, mengubah masjid menjadi bangunan yang bercahaya di tengah kegelapan.
Kemudian, suara azan berkumandang. Suara muazin di sini dikenal sangat merdu, menggema melalui empat menara, memecah kesunyian senja. Ratusan jamaah, mulai dari anak-anak yang berlarian riang hingga orang tua yang berjalan tertatih, berbondong-bondong memasuki masjid.
“Shalat di sini rasanya berbeda. Ada ketenangan yang sulit dijelaskan. Rasanya seperti semua beban pekerjaan di pasar atau kantor luruh seketika saat kening menyentuh sajadah.” โ Seorang Jamaah Rutin.
Setelah shalat Maghrib, biasanya diadakan pengajian singkat atau pembacaan ayat suci Al-Quran sambil menunggu waktu Isya. Duduk bersila di bawah kubah raksasa, mendengarkan lantunan ayat suci, adalah healing terbaik bagi jiwa yang lelah.
Lokasi dan Cara Menuju Masjid
Masjid Agung Baitul Ghafur terletak di kawasan Gampong Seunaloh, Kecamatan Blangpidie. Lokasinya sangat strategis karena berada tepat di pinggir jalan lintas nasional.
Aksesibilitas:
- Dari Pusat Kota Blangpidie: Hanya berjarak sekitar 5-10 menit berkendara dari pusat pasar/pertokoan.
- Dari Bandara Kuala Batu: Jika Anda mendarat di bandara Kuala Batu (susuoh), perjalanan memakan waktu sekitar 15-20 menit.
- Dari Arah Tapaktuan/Meulaboh: Masjid ini akan terlihat jelas dari jalan raya, sehingga Anda tidak perlu khawatir tersesat.
Mengingat transportasi umum (seperti labi-labi) mungkin tidak selalu standby untuk mengantar Anda berkeliling hingga malam hari, sangat disarankan untuk menggunakan kendaraan pribadi. Jika Anda wisatawan dari luar kota, solusi paling praktis adalah memanfaatkan jasa rental mobil Blangpidie. Dengan menyewa mobil, Anda bisa leluasa mengatur waktu kunjungan, misalnya datang saat Ashar dan pulang setelah Isya tanpa bingung mencari kendaraan pulang.
Anda juga bisa mengecek detail lokasi dan ulasan pengunjung lain melalui Google Maps.
Dampak Ekonomi dan Sosial bagi Warga Sekitar
Kehadiran Masjid Agung Baitul Ghafur tidak hanya membawa dampak spiritual, tetapi juga ekonomi. Di sore hari, area sekitar luar pagar masjid sering menjadi tempat berkumpulnya keluarga.
Kondisi ini menghidupkan ekonomi kerakyatan. Penjual jajanan, minuman segar, hingga mainan anak-anak mendapatkan rezeki dari ramainya pengunjung masjid. Kawasan Seunaloh yang dulunya sepi, kini bertransformasi menjadi kawasan yang hidup dan bernilai ekonomi tinggi.
Ini membuktikan bahwa masjid, sebagaimana fungsi zaman Rasulullah, adalah pusat peradaban yang memakmurkan lingkungan sekitarnya.
Tips Berkunjung Agar Nyaman
Agar kunjungan Anda ke Masjid Agung Baitul Ghafur berjalan lancar dan tetap menghormati adab, berikut beberapa tips yang perlu diperhatikan:
- Berpakaian Sopan: Sebagai tempat ibadah di daerah yang menerapkan Syariat Islam, pastikan Anda menutup aurat dengan sempurna. Bagi wanita, wajib mengenakan jilbab.
- Jaga Kebersihan: Masjid ini sangat bersih. Jangan membuang sampah sekecil apapun di area taman maupun dalam masjid.
- Waktu Berkunjung: Jika ingin menikmati arsitektur, datanglah pagi hari (Dhuha) atau sore hari (Ashar). Jika ingin merasakan syahdunya ibadah, datanglah saat Maghrib.
- Alas Kaki: Lepaskan alas kaki di batas suci yang telah ditentukan dan simpan di rak yang tersedia atau titipkan di tempat penitipan.
- Fotografi: Anda diperbolehkan mengambil foto keindahan arsitektur masjid, namun hindari memotret orang yang sedang khusyuk shalat di depan Anda, dan jangan menggunakan flash saat shalat berlangsung.
Jelajah Wisata Sekitar Blangpidie
Sudah jauh-jauh ke Masjid Agung Baitul Ghafur, sayang rasanya jika tidak sekalian menjelajahi pesona Abdya lainnya. Berikut beberapa rekomendasi destinasi yang dekat dari lokasi masjid:
- Pemandian Krueng Baru: Sungai dengan air jernih yang berasal langsung dari pegunungan. Cocok untuk menyegarkan badan di siang hari yang panas.
- Pantai Jilbab & Pantai Bali: Berlokasi di Kecamatan Susoh, pantai ini menawarkan pemandangan sunset yang romantis dan kuliner rujak yang lezat.
- Kuliner Mie Kocok: Jangan pulang sebelum mencicipi Mie Kocok Blangpidie yang legendaris. Kuah kentalnya yang gurih dan dagingnya yang empuk akan membuat lidah Anda bergoyang.
Untuk menjelajahi semua tempat ini dalam satu hari, mobilitas adalah kunci. Sekali lagi, pastikan armada transportasi Anda siap sedia.
Penutup: Sebuah Undangan Terbuka
Masjid Agung Baitul Ghafur Blangpidie adalah bukti nyata bahwa kemajuan infrastruktur bisa berjalan beriringan dengan penguatan spiritual. Ia berdiri tegak bukan untuk sombong, melainkan untuk menundukkan hati setiap insan yang datang agar mengingat Sang Pencipta.
Bagi Anda warga Aceh, atau wisatawan yang sedang merencanakan perjalanan melintasi jalur Barat Selatan, luangkan waktu Anda. Berhentilah sejenak di Blangpidie. Basuh wajah Anda dengan air wudhu yang sejuk, dan sujudlah di bawah kemegahan kubah emas Baitul Ghafur.
Rasakan kedamaian yang ditawarkannya. Bawa pulang ceritanya. Dan biarkan Blangpidie memiliki tempat tersendiri di hati Anda.
Ingin berkunjung ke Blangpidie tanpa ribet? Pastikan perjalanan wisata religi Anda didukung oleh transportasi yang nyaman dan aman. Hubungi Balioh.com untuk mendapatkan layanan sewa mobil terbaik di Aceh Barat Daya. Supir ramah, armada terawat, dan siap mengantar Anda menjemput berkah di Baitul Ghafur.





