Beranda ยป Blog ยป Hitungan Real: Perbandingan Biaya Total Mobil Listrik vs Bensin Selama 5 Tahun di Indonesia (Studi Kasus 2026)

Hitungan Real: Perbandingan Biaya Total Mobil Listrik vs Bensin Selama 5 Tahun di Indonesia (Studi Kasus 2026)

5/5 - (5 votes)

Tahun 2026 membawa tantangan ekonomi baru bagi pemilik kendaraan di Indonesia. Dengan kenaikan PPN menjadi 12% dan harga BBM non-subsidi (seperti Pertamax) yang stabil di angka Rp12.000-an ke atas, keputusan untuk membeli atau menyewa mobil operasional tidak bisa lagi hanya didasarkan pada perasaan atau kebiasaan lama.

Banyak perdebatan di media sosial berfokus pada harga beli awal mobil listrik (EV) yang dianggap masih tinggi, apalagi setelah insentif PPN DTP mulai dikurangi. Namun, perdebatan ini sering melupakan faktor terpenting dalam ekonomi kendaraan: Total Cost of Ownership (TCO) atau Biaya Total Kepemilikan.

Dalam studi kasus mendalam ini, kami akan membedah secara riil pengeluaran selama 5 tahun (periode umum kepemilikan mobil/leasing perusahaan) antara dua MPV keluarga paling relevan saat ini:

  1. Penantang EV: BYD M6 (MPV Listrik 7-Seater)
  2. Juara Bertahan Bensin: Toyota Kijang Innova Zenix Bensin (MPV Bensin 7-Seater)

Apakah di tahun 2026 ini mobil listrik benar-benar solusi hemat, atau hanya gimmick marketing? Mari kita hitung datanya.


Metodologi & Asumsi Dasar (Penting untuk Validitas Data)

Agar perhitungan ini adil dan relevan dengan kondisi riil di kota besar seperti Jakarta atau Bali pada Januari 2026, kami menggunakan asumsi berikut:

  • Jarak Tempuh: 20.000 KM per tahun (Total 100.000 KM selama 5 tahun).
  • Harga BBM: Pertamax diasumsikan rata-rata Rp12.500 per liter.
  • Tarif Listrik: Kombinasi 80% Charging di Rumah (R1 2.200VA ke atas ~Rp1.700/kWh) dan 20% di SPKLU Fast Charging (~Rp2.500/kWh).
  • Harga Unit: Estimasi harga OTR (On The Road) Jakarta dengan penyesuaian PPN 12% di awal 2026.

BAB 1: Modal Awal (Harga Beli Kendaraan)

Banyak yang terkejut bahwa di tahun 2026, celah harga (price gap) antara mobil listrik dan mobil bensin di segmen yang sama semakin menipis, bahkan dalam kasus ini, EV lebih terjangkau.

  • Toyota Innova Zenix 2.0 G CVT (Bensin): Estimasi harga di kisaran Rp440.000.000.
  • BYD M6 Standard (Listrik): Estimasi harga di kisaran Rp390.000.000.

Analisis Bab 1:

Mitos bahwa “modal awal mobil listrik pasti lebih mahal” terpatahkan di segmen MPV ini. Anda sudah menghemat sekitar Rp50 Juta di depan saat memilih varian listrik dibanding rival bensin sekelasnya.


BAB 2: Biaya Energi (The Game Changer)

Ini adalah faktor penentu terbesar. Selama 5 tahun menempuh 100.000 KM, berapa biaya “minum” kedua mobil ini?

A. Biaya BBM Innova Zenix (5 Tahun)

Dengan konsumsi BBM riil rata-rata dalam kota 1:12 (12 km/liter), mobil ini membutuhkan 8.333 liter Pertamax untuk menempuh 100.000 KM.

Perhitungan: 8.333 Liter x Rp12.500 = Rp104.162.500

B. Biaya Listrik BYD M6 (5 Tahun)

Dengan efisiensi daya rata-rata 6 km/kWh, mobil ini membutuhkan total 16.666 kWh untuk jarak yang sama. Dengan skenario charging campuran (rumah & SPKLU):

Charging Rumah (80%): 13.332 kWh x Rp1.700 = Rp22.664.400

SPKLU (20%): 3.334 kWh x Rp2.500 = Rp8.335.000

Total Biaya Listrik = Rp31.000.000 (dibulatkan)

Analisis Bab 2:

Selisih biaya energinya sangat masif. Dalam 5 tahun, Anda menghemat Rp73 Juta hanya dari biaya bahan bakar. Uang ini cukup untuk DP mobil baru lainnya.


BAB 3: Biaya Diam (Pajak & Servis Rutin)

Biaya ini sering terlupakan, padahal jika diakumulasi selama 5 tahun, angkanya cukup signifikan.

A. Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) Tahunan

Pemerintah masih memberikan insentif pajak tahunan yang sangat murah untuk mobil listrik murni (BEV) di tahun 2026.

  • Innova Zenix (Bensin): Estimasi Rp6 Juta/tahun x 5 = Rp30.000.000.
  • BYD M6 (Listrik): Estimasi Rp200 Ribu/tahun x 5 = Rp1.000.000.

B. Biaya Perawatan (Service Maintenance) 0-100.000 KM

Mobil listrik tidak memiliki oli mesin, busi, filter oli, atau transmisi yang kompleks. Kampas rem pun jauh lebih awet berkat fitur regenerative braking.

  • Innova Zenix (Bensin): Total estimasi biaya servis rutin di bengkel resmi hingga 100.000 KM adalah sekitar Rp25.000.000.
  • BYD M6 (Listrik): Total estimasi (pergantian filter AC, minyak rem, coolant baterai, dan pengecekan) hanya sekitar Rp10.000.000.

Analisis Bab 3:

Dari sektor pajak dan perawatan, mobil listrik kembali memberikan penghematan tambahan sebesar Rp44 Juta selama 5 tahun.


KESIMPULAN FINAL: Rekapitulasi Total Biaya (TCO)

Mari kita jumlahkan semua komponen di atas untuk melihat gambaran besarnya di tahun 2026.

Komponen Biaya (5 Tahun / 100rb KM)Mobil Bensin (Innova Zenix)Mobil Listrik (BYD M6)
Harga Beli Unit (Estimasi 2026)Rp 440.000.000Rp 390.000.000
Biaya Energi (BBM vs Listrik)Rp 104.000.000Rp 31.000.000
Total Pajak Tahunan (5x)Rp 30.000.000Rp 1.000.000
Total Servis RutinRp 25.000.000Rp 10.000.000
GRAND TOTAL PENGELUARANRp 599.000.000Rp 432.000.000

Verdict: Penghematan Rp 167 Juta Adalah Fakta

Data di atas menunjukkan fakta yang sulit dibantah. Memiliki mobil listrik di tahun 2026, khususnya untuk segmen MPV keluarga/operasional, memberikan total penghematan sebesar Rp 167.000.000 selama 5 tahun dibandingkan mobil bensin sekelasnya.

Angka Rp 167 Juta ini setara dengan harga satu unit mobil LCGC baru. Bagi pemilik bisnis rental atau perusahaan dengan armada operasional, beralih ke EV bukan lagi sekadar soal kepedulian lingkungan (Go Green), melainkan keputusan finansial cerdas untuk meningkatkan efisiensi dan profit margin.