Lupakan sejenak Bali atau Yogyakarta. Jika Anda mencari petualangan yang berbeda, Palembang menawarkan pengalaman yang jauh lebih dari sekadar pempek. Kota tertua di Indonesia ini adalah gerbang menuju masa kejayaan Kerajaan Sriwijaya, rumah bagi salah satu jembatan ikonik di Asia Tenggara, dan surga kuliner yang tak ada duanya. Ini bukan sekadar destinasi, melainkan perjalanan menelusuri waktu, budaya, dan cita rasa yang autentik.

Daftar Isi
- Kenapa Harus ke Palembang?
- Cara Menuju Palembang
- Keliling Palembang: Transportasi Lokal & Sewa Mobil
- Pengalaman Wajib di Palembang
- 1. Susuri Sungai Musi: Jantung Kehidupan Palembang
- 2. Berburu Pempek Asli: Lebih dari Sekadar Kuliner
- 3. Jelajahi Pulau Kemaro: Legenda Cinta di Tengah Sungai
- 4. Benteng Kuto Besak: Saksi Bisu Kejayaan Kesultanan
- 5. Museum Sultan Mahmud Badaruddin II: Membuka Gerbang Sejarah
- 6. Taman Purbakala Kerajaan Sriwijaya: Menguak Akar Bangsa
- 7. Cicipi Kuliner Palembang Laiya: Bukan Hanya Pempek
- Tips Praktis Berpetualang di Palembang
- Local Secret: Spot Foto Terbaik & Pempek Paling Juara
- Pertanyaan Sering Diajukan (FAQ)
Kenapa Harus ke Palembang?
Palembang bukan hanya ibu kota Sumatera Selatan, melainkan sebuah living museum yang memamerkan perpaduan antara kemajuan kota modern dengan kekayaan sejarahnya yang megah. Bayangkan, kota ini sudah ada sejak abad ke-7 sebagai pusat Kerajaan Sriwijaya, salah satu imperium maritim terbesar di Asia Tenggara. Sungai Musi yang membelah kota adalah urat nadinya, menjadi saksi bisu ribuan tahun perdagangan, budaya, dan kehidupan. Jembatan Ampera yang menjulang gagah bukan sekadar penghubung dua daratan, melainkan ikon yang merepresentasikan semangat dan identitas kota. Di sini, Anda akan menemukan perahu-perahu ketek yang berseliweran di sungai, rumah-rumah panggung di tepiaya, hingga aroma cuka pempek yang menguar di setiap sudut. Palembang menawarkaarasi sejarah yang kuat, keramahan lokal yang hangat, dan kuliner yang akan membuat Anda ketagihan. Ini adalah kota tempat masa lalu dan masa kini berpadu harmonis, menciptakan pengalaman perjalanan yang tak terlupakan.
Cara Menuju Palembang
Sebagai kota metropolitan besar, aksesibilitas ke Palembang terbilang sangat mudah.
- Via Udara: Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II (PLM) melayani penerbangan langsung dari berbagai kota besar di Indonesia seperti Jakarta, Surabaya, Medan, Batam, hingga Bandung. Ada banyak pilihan maskapai dengan harga kompetitif. Dari bandara, Anda bisa melanjutkan perjalanan ke pusat kota dengan taksi bandara, taksi online, atau Trans Musi (bus rapid transit).
- Via Darat: Jika Anda datang dari kota-kota di Sumatera, Palembang terhubung dengan jaringan jalan lintas Sumatera yang baik. Bus antarkota dari Jambi, Lampung, atau Bengkulu sering beroperasi. Namun, perjalanan darat bisa memakan waktu cukup lama dan melelahkan, terutama jika dari jarak yang jauh.
- Via Kereta Api: Kereta api juga merupakan pilihan dari Tanjung Karang (Lampung) atau Lubuk Linggau. Stasiun Kertapati adalah stasiun utama di Palembang.
Keliling Palembang: Transportasi Lokal & Sewa Mobil
Palembang adalah kota yang cukup luas, dan menjelajahinya membutuhkan strategi transportasi yang tepat.
- Trans Musi (Bus Rapid Transit): Palembang memiliki sistem BRT yang cukup efisien dengan beberapa koridor yang mencakup rute-rute utama di dalam kota. Ini adalah pilihan yang ekonomis untuk menjelajah beberapa destinasi.
- LRT (Light Rail Transit): Palembang merupakan kota pertama di Indonesia yang memiliki LRT. Jalur LRT menghubungkan Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II hingga ke Jakabaring. Ini sangat efektif untuk menghindari kemacetan dan mencapai area di sekitar jalurnya dengan cepat.
- Taksi Online: Layanan taksi online seperti Gojek atau Grab sangat populer dan mudah diakses di seluruh kota. Ini adalah pilihan praktis untuk perjalanan door-to-door, terutama jika Anda bepergian dengan rombongan kecil.
- Angkutan Kota (Angkot): Angkot masih beroperasi di Palembang, namun rutenya tidak selalu mudah dipahami oleh wisatawan. Jika ingin merasakan pengalaman lokal, silakan coba, tetapi siapkan diri untuk perjalanan yang mungkin agak lambat.
- Perahu Ketek: Ini adalah moda transportasi vital di Sungai Musi. Untuk menyeberang atau menyusuri sungai, perahu ketek adalah pilihan terbaik. Anda bisa menyewa satu perahu untuk perjalanan pribadi atau ikut dengan penumpang lokal.
- Sewa Mobil: Untuk fleksibilitas maksimal, terutama jika Anda berencana menjelajahi beberapa titik di Palembang, termasuk daerah pinggir kota atau ingin perjalanan yang nyaman tanpa perlu berganti-ganti moda transportasi, opsi sewa mobil di Palembang adalah yang terbaik. Dengan menyewa mobil, Anda bebas menentukan jadwal dan rute, serta bisa membawa banyak oleh-oleh tanpa repot. Pastikan Anda memilih penyedia rental mobil Palembang yang tepercaya seperti Balioh Trans untuk armada yang terawat dan layanan prima.
Pengalaman Wajib di Palembang
1. Susuri Sungai Musi: Jantung Kehidupan Palembang
Petualangan di Palembang tidak akan lengkap tanpa menyusuri Sungai Musi. Inilah denyut nadi kota ini sejak ribuan tahun lalu. Anda bisa menyewa perahu ketek dari Dermaga Benteng Kuto Besak (BKB) atau Dermaga 16 Ilir. Perjalanan ini akan membawa Anda melintasi ikon Palembang, Jembatan Ampera, yang membentang anggun di atas sungai. Dulu, jembatan ini bisa terangkat bagian tengahnya untuk memberi jalan kapal besar, meskipun fungsi itu kini sudah tidak digunakan. Dari atas perahu, Anda akan melihat rumah-rumah panggung tradisional di tepian sungai, aktivitas bongkar muat barang di pasar terapung, hingga kehidupan sehari-hari masyarakat yang erat dengan Musi. Waktu terbaik untuk menyusuri Musi adalah sore hari menjelang matahari terbenam atau malam hari saat Jembatan Ampera menyala indah dengan lampu-lampunya. Pastikan Anda menawar harga sewa perahu sebelum berangkat.
2. Berburu Pempek Asli: Lebih dari Sekadar Kuliner
Pempek adalah ikon kuliner Palembang yang tak terbantahkan. Jangan pernah mengatakan Anda sudah ke Palembang jika belum mencicipi pempek asli di tempatnya. Ada berbagai jenis pempek: lenjer, kapal selam (favorit banyak orang dengan isian telur), adaan, kulit, keriting, pistel (isi pepaya muda), lenggang, hingga tekwan dan model. Kunci kelezatan pempek terletak pada cukanya. Cuka Palembang punya karakter kuat: manis, asam, pedas, dan gurih dari ebi.
Untuk pengalaman otentik, hindari pempek di area turis terlalu ramai. Cari tempat yang sudah melegenda di kalangan lokal.
Tips Lapangan: Kunjungi Pempek Candy, Pempek Pak Raden, atau Pempek Saga Sudi Mampir. Namun, hidden gem-nya adalah warung-warung pempek di lorong-lorong kecil atau di pasar tradisional seperti Pasar Sekanak atau Pasar 26 Ilir. Kualitasnya seringkali lebih otentik dan harganya lebih bersahabat. Jangan ragu mencoba jenis pempek yang berbeda. Pesanlah satu porsi kecil untuk setiap jenis agar Anda bisa merasakan semuanya.
3. Jelajahi Pulau Kemaro: Legenda Cinta di Tengah Sungai
Pulau Kemaro adalah sebuah pulau kecil di tengah Sungai Musi yang penuh dengan legenda. Konon, nama “Kemaro” berarti “kemarau” karena pulau ini konon tidak pernah terendam air meskipun air Sungai Musi pasang. Daya tarik utamanya adalah Pagoda Sembilan Lantai yang megah, Vihara Kwan Im, dan makam Siti Fatimah, seorang putri Palembang yang dikisahkan jatuh cinta dengan pangeran Tiongkok. Kisah cinta tragis inilah yang menjadi legenda di balik keberadaan pulau ini. Pulau Kemaro adalah tempat yang sakral bagi umat Buddha, terutama saat perayaan Imlek. Untuk mencapai pulau ini, Anda harus menyewa perahu ketek dari Dermaga BKB. Perjalanan menelusuri Musi menuju Kemaro sendiri sudah menjadi bagian dari petualangan.
4. Benteng Kuto Besak: Saksi Bisu Kejayaan Kesultanan
Benteng Kuto Besak (BKB) adalah landmark sejarah yang wajib dikunjungi. Benteng megah ini dibangun pada abad ke-18 oleh Sultan Mahmud Badaruddin I dan diselesaikan oleh Sultan Mahmud Badaruddin II. BKB dulunya merupakan istana sekaligus pusat pemerintahan Kesultanan Palembang Darussalam. Meskipun kini bagian dalamnya tidak dapat diakses publik karena digunakan sebagai markas TNI, Anda tetap bisa menikmati kemegahan arsitektur benteng dari luar, terutama dari tepian Sungai Musi. Area di depan benteng, yang kini menjadi Plaza BKB, adalah tempat favorit warga Palembang untuk bersantai, berolahraga, atau menikmati pemandangan Jembatan Ampera dan lalu lalang perahu. Di malam hari, area ini ramai dengan penjual makanan dan minuman, menciptakan suasana yang hidup.
5. Museum Sultan Mahmud Badaruddin II: Membuka Gerbang Sejarah
Berlokasi tepat di seberang Benteng Kuto Besak, Museum Sultan Mahmud Badaruddin II adalah tempat yang sempurna untuk mendalami sejarah Palembang. Bangunan museum ini dulunya adalah salah satu istana kesultanan yang kemudian beralih fungsi menjadi kantor pemerintah kolonial Belanda. Koleksi museum sangat beragam, mulai dari artefak-artefak peninggalan Kerajaan Sriwijaya, seperti arca dan prasasti, hingga koleksi benda-benda budaya Palembang seperti kain songket, keramik, dan perabot tradisional. Melalui pameran di museum ini, Anda akan mendapatkan gambaran yang lebih utuh tentang kebesaran Sriwijaya dan perkembangan Kesultanan Palembang Darussalam.
6. Taman Purbakala Kerajaan Sriwijaya: Menguak Akar Bangsa
Jika Anda tertarik dengan sejarah lebih dalam, kunjungi Taman Purbakala Kerajaan Sriwijaya. Situs ini diyakini sebagai lokasi pusat pemerintahan dan permukiman Kerajaan Sriwijaya, meskipun sebagian besar peninggalaya kini berupa sisa-sisa fondasi dan temuan arkeologi. Di sini terdapat “Museum Sriwijaya” yang memamerkan artefak-artefak dari masa kerajaan maritim tersebut. Anda juga bisa melihat “Gedung Informasi” yang menjelaskan kronologi dan pentingnya Sriwijaya bagi sejarah Nusantara. Situs ini mungkin tidak se-spektakuler Candi Borobudur, tetapi nilai sejarahnya sangat tinggi. Ini adalah kesempatan untuk napak tilas di lokasi yang pernah menjadi salah satu pusat peradaban paling berpengaruh di Asia Tenggara. Untuk informasi lebih lanjut mengenai sejarah kerajaan Sriwijaya, Anda bisa merujuk ke Wikipedia mengenai Kerajaan Sriwijaya.
7. Cicipi Kuliner Palembang Lainnya: Bukan Hanya Pempek
Meskipun pempek adalah bintang utama, Palembang menawarkan kekayaan kuliner lain yang tak kalah menggoda.
- Tekwan & Model: Keduanya adalah sup ikan berkuah bening yang segar. Tekwan berisi bakso ikan kecil, bihun, jamur kuping, dan irisan bengkoang. Model lebih mirip tekwan tetapi dengan tambahan tahu. Keduanya cocok disantap sebagai hidangan pembuka atau makan siang ringan.
- Martabak HAR: Martabak ini unik karena disajikan dengan kuah kari kental yang kaya rempah. Ada pilihan martabak telur ayam atau telur bebek. Sensasi kuah kari pedas gurih yang meresap ke dalam martabak tipis renyah ini wajib Anda coba.
- Mie Celor: Mie kuning tebal yang disiram dengan kuah santan kental berkaldu udang, disajikan dengan tauge, irisan telur rebus, dan taburan bawang goreng serta seledri. Rasanya gurih, sedikit manis, dan sangat kaya.
- Pindang Patin: Ikan patin yang dimasak dengan bumbu pindang khas Palembang, menghasilkan kuah asam, pedas, dan segar. Cocok disantap dengaasi hangat.
Tips Praktis Berpetualang di Palembang
- Waktu Terbaik: Musim kemarau (Mei-September) adalah waktu terbaik untuk mengunjungi Palembang karena cuaca cenderung cerah dan ideal untuk aktivitas luar ruangan seperti menyusuri Sungai Musi.
- Akomodasi: Palembang memiliki beragam pilihan akomodasi, mulai dari hotel bujet hingga hotel bintang lima. Pusat kota di sekitar Jembatan Ampera atau Jalan Sudirman adalah lokasi strategis.
- Pakaian: Kenakan pakaian yang nyaman dan ringan karena cuaca Palembang cenderung panas dan lembap.
- Tawar-menawar: Di pasar tradisional atau saat menyewa perahu ketek, jangan ragu untuk menawar harga.
- Keamanan: Selalu waspada terhadap barang bawaan Anda, terutama di tempat-tempat ramai.
- Eksplorasi Lokal: Jangan takut masuk ke lorong-lorong kecil (disebut “lorong” di Palembang) di sekitar pasar tradisional atau pemukiman tepi sungai. Anda mungkin menemukan warung pempek legendaris atau kerajinan tangan lokal.
Local Secret: Spot Foto Terbaik & Pempek Paling Juara
Untuk foto Jembatan Ampera yang paling ikonik, datanglah ke Plaza BKB saat senja. Langit jingga dengan siluet jembatan dan perahu ketek yang berseliweran adalah komposisi sempurna. Di malam hari, lampu-lampu jembatan menyala, menciptakan pemandangan yang magis. Alternatif lain adalah dari Jembatan Musi II yang agak jauh, menawarkan perspektif Jembatan Ampera dari kejauhan dengan latar belakang kota. Untuk pempek paling juara yang jarang diketahui turis, cobalah Pempek Beringin di Jalan Radial atau Pempek Sentosa di Pasar Cinde. Rasa ikaya lebih dominan dan cukanya punya “tendangan” yang khas. Ini adalah tempat makan pempek yang sering didatangi warga lokal, bukan sekadar tempat yang populer di media sosial. Jangan takut mencoba pempek di gerobak atau warung kecil yang kelihataya sederhana, seringkali di sanalah harta karun kuliner Palembang berada.
Pertanyaan Sering Diajukan (FAQ)
1. Berapa lama waktu ideal untuk menjelajahi Palembang?
Minimal 3 hari 2 malam sudah cukup untuk mencicipi highlights utama seperti Sungai Musi, Jembatan Ampera, Pulau Kemaro, dan berbagai kuliner. Jika Anda ingin mendalami sejarah dan budaya, tambahkan satu hari lagi.
2. Apakah Palembang aman untuk solo traveler wanita?
Ya, Palembang relatif aman. Namun, seperti kota besar laiya, tetap waspada, terutama di malam hari dan di tempat-tempat ramai. Gunakan taksi online jika bepergian sendirian di malam hari.
3. Apa oleh-oleh khas Palembang selain pempek?
Selain pempek beku, Anda bisa membawa pulang kemplang (kerupuk ikan), kerupuk kemplang bakar, kain songket Palembang yang indah, kue delapan jam, atau kopi bubuk khas Palembang.
4. Apakah ada tur perahu khusus di Sungai Musi?
Ya, Anda bisa menyewa perahu ketek secara pribadi untuk tur menyusuri sungai. Banyak operator menawarkan paket tur ini, tetapi Anda juga bisa langsung datang ke dermaga dan bernegosiasi dengan pemilik perahu. Beberapa tur menawarkan paket dengan makan malam di atas perahu.
5. Bagaimana cara menemukan pempek terenak menurut lidah lokal?
Tanyakan kepada penduduk lokal langsung! Mereka biasanya punya rekomendasi pribadi. Perhatikan juga antrean di warung pempek; warung yang ramai biasanya menjadi indikator kualitas dan rasa yang konsisten. Jangan ragu mencoba warung pempek yang tidak terlalu mencolok, karena seringkali menyimpan kejutan rasa.





