Lupakan sejenak hingar-bingar wisata yang sudah terlalu ramai. Kali ini, Balioh Trans akan membawa Anda menyelami keagungan masa lalu, jauh di sudut tenggara Sulawesi. Sambutlah Benteng Keraton Buton, sebuah mahakarya arsitektur pertahanan yang bukan sekadar bangunan batu, melainkan saksi bisu kejayaan Kesultanan Buton selama berabad-abad. Berada di Kota Baubau, benteng ini menawarkan pengalaman edukasi dan sejarah yang mendalam, sekaligus memanjakan mata dengan pemandangaan dramatis. Siapkan diri Anda untuk sebuah petualangan yang jujur, lugas, dan penuh kisah tak terduga.

Berikut adalah panduan lengkap Anda:
- Kenapa Benteng Keraton Buton Wajib Masuk Daftar Perjalanan Anda?
- Menjelajahi Setiap Sudut Benteng: Apa Saja yang Bisa Dilihat?
- Tips Jelajah Benteng Keraton Buton ala Petualang Sejati
- Menuju Benteng Keraton Buton: Aksesibilitas dan Transportasi
- Kuliner Lokal Wajib Coba di Baubau
- Akomodasi Pilihan
- Lokal Secret: Jangan Sampai Ketinggalan!
- Pertanyaan Sering Diajukan (FAQ)
Kenapa Benteng Keraton Buton Wajib Masuk Daftar Perjalanan Anda?
Benteng Keraton Buton bukan sekadar tumpukan batu tua. Ia adalah benteng terluas di dunia yang pernah tercatat dalam Guiess Book of World Records (2006), dengan luas mencapai 23,3 hektare dan panjang keliling tembok sekitar 2.740 meter. Bayangkan, benteng ini dulunya melindungi pusat pemerintahan dan kehidupan Kesultanan Buton, lengkap dengan masjid, rumah adat, dan makam para sultan. Mengunjunginya adalah melangkah masuk ke dalam mesin waktu, merasakan atmosfer abad ke-16 yang masih terasa kental di setiap sudutnya.
Keunikan benteng ini terletak pada material pembangunaya yang sebagian besar menggunakan batu gunung yang direkatkan dengan campuran kapur dan putih telur. Tanpa semen, benteng ini telah berdiri kokoh selama ratusan tahun, membuktikan kecanggihan arsitektur leluhur Buton. Dari atas tembok benteng, Anda akan disuguhkan pemandangan lepas ke arah Kota Baubau, Pelabuhan Murhum, hingga birunya Selat Buton. Pemandangan ini, terutama saat matahari terbit atau terbenam, sungguh bikin speechless dan membuat kita merenung betapa kecilnya diri di hadapan sejarah yang begitu agung.
Menjelajahi Setiap Sudut Benteng: Apa Saja yang Bisa Dilihat?
Benteng Keraton Buton adalah kompleks yang luas, dan butuh waktu minimal setengah hari untuk benar-benar mengeksplorasinya. Jangan terburu-buru; nikmati setiap langkah dan biarkan imajinasi Anda terbang ke masa kejayaan Kesultanan.
Masigi (Masjid Agung Kesultanan Buton)
Ini adalah jantung spiritual benteng. Masjid tua ini masih digunakan hingga kini dan menjadi salah satu masjid tertua di Indonesia. Arsitekturnya sederhana namun sarat makna, dengan tiang-tiang kayu jati dan mimbar ukiran yang indah. Konon, ada sumur tua di dekatnya yang airnya tidak pernah kering dan dipercaya memiliki khasiat tertentu.
Makam Raja-Raja dan Sultan Buton
Di dalam area benteng, terdapat kompleks pemakaman para penguasa Buton, mulai dari raja hingga sultan. Makam-makam ini menunjukkan bentuk nisan yang beragam, mencerminkan akulturasi budaya Islam dan lokal. Berjalan di antara makam-makam ini adalah pelajaran sejarah yang nyata, mengisahkan siapa saja yang pernah memimpin dan membentuk peradaban Buton.
Batu Popaua
Ini adalah batu datar tempat para calon raja atau sultan dilantik. Posisinya strategis, berada di salah satu sudut benteng dengan pemandangan luas. Konon, di sinilah legitimasi kekuasaan para pemimpin Buton diteguhkan. Ada aura mistis namun penuh hormat di sekitar batu ini.
Meriam Kuno
Beberapa meriam kuno masih terawat di berbagai posisi strategis di sepanjang tembok benteng. Meriam-meriam ini menjadi pengingat akan fungsi pertahanan benteng yang tangguh, siap menghadapi ancaman dari laut maupun darat pada masanya. Beberapa meriam bahkan memiliki ukiran unik yang menarik untuk dicermati.
Rumah Adat
Di dalam benteng, masih ada beberapa rumah adat Buton yang dihuni oleh keturunan bangsawan atau masyarakat asli. Rumah-rumah panggung tradisional ini memberikan gambaran tentang bagaimana kehidupan di dalam benteng berlangsung. Beberapa di antaranya bahkan terbuka untuk pengunjung, memungkinkan kita melihat arsitektur interior dan barang-barang peninggalan.
Gerbang-Gerbang Benteng
Benteng Keraton Buton memiliki 12 pintu gerbang yang disebut Lawa. Setiap gerbang memiliki nama dan cerita tersendiri. Yang paling terkenal adalah:
- Lawa Ginduru: Gerbang utama yang paling megah, menghadap ke arah laut.
- Lawa Labuandiri: Gerbang yang dulunya menjadi akses ke sumber air.
- Lawa Katobengke: Gerbang yang konon menjadi pintu keluar saat ada peperangan.
Menjelajahi setiap gerbang akan membawa Anda pada perspektif berbeda tentang strategi pertahanan dan kehidupan sosial di dalam benteng.
Gua-Gua di Dalam Benteng (Hidden Gem)
Tidak banyak yang tahu, di dalam area benteng ini juga terdapat beberapa gua kecil. Salah satu yang menarik adalah Gua Arung Palakka. Gua ini bukan hanya formasi alam, melainkan juga memiliki kisah sejarah yang erat kaitaya dengan persembunyian tokoh penting Buton. Konon, di dalam gua ini juga terdapat sumber air tawar yang jadi pasokan warga benteng. Jangan berharap gua ini dihias lampu warna-warni; ini adalah gua alami yang gelap, otentik, dan sedikit menantang untuk dijelajahi. Bawalah senter jika ingin masuk lebih dalam.
Tips Jelajah Benteng Keraton Buton ala Petualang Sejati
- Waktu Terbaik: Datanglah pada pagi hari (sebelum pukul 09.00) atau sore hari (setelah pukul 15.00). Cuaca tidak terlalu terik dan Anda bisa menikmati matahari terbit atau terbenam yang spektakuler dari atas benteng.
- Persiapan Fisik: Benteng ini luas dan banyak area yang menanjak atau menurun. Pastikan Anda mengenakan alas kaki yang nyaman untuk berjalan kaki, topi, dan membawa air minum yang cukup.
- Pemandu Lokal: Jika Anda ingin memahami sejarah dan cerita rakyat di balik setiap sudut benteng secara mendalam, pertimbangkan untuk menyewa pemandu lokal. Mereka biasanya adalah penduduk asli yang fasih menceritakan kisah-kisah leluhur.
- Hormati Tradisi: Benteng ini adalah situs sejarah dan kebudayaan yang masih dihormati. Berpakaianlah sopan, terutama saat memasuki area masjid atau makam.
- Abadikan Momen: Bawa kamera dengan lensa lebar untuk menangkap keagungan benteng dan pemandangan sekitarnya. Jangan lewatkan momen matahari terbenam dari tembok benteng.
Menuju Benteng Keraton Buton: Aksesibilitas dan Transportasi
Benteng Keraton Buton terletak strategis di Kota Baubau, Sulawesi Tenggara. Akses menuju kota ini cukup mudah.
Via Udara
Pilihan tercepat adalah terbang menuju Bandara Betoambari (BBU) di Baubau. Beberapa maskapai melayani rute langsung dari Makassar atau Kendari. Dari Jakarta atau kota-kota besar laiya, Anda perlu transit di kedua kota tersebut. Setibanya di Bandara Betoambari, Anda bisa menggunakan taksi bandara atau ojek menuju pusat kota atau langsung ke area benteng yang berjarak sekitar 15-20 menit.
Via Laut
Bagi Anda yang menyukai petualangan laut atau datang dari pulau-pulau tetangga, Baubau memiliki Pelabuhan Murhum yang menjadi salah satu pintu gerbang utama. Kapal Pelni atau kapal cepat laiya melayani rute ke Baubau dari berbagai kota di Indonesia. Dari pelabuhan, Anda bisa naik becak motor atau ojek untuk mencapai benteng.
Transportasi Lokal di Baubau
Untuk menjelajahi Baubau dan sekitarnya, termasuk menuju Benteng Keraton Buton, pilihan transportasi lokal cukup beragam. Ojek dan becak motor adalah moda yang paling umum dan mudah ditemukan. Namun, jika Anda bepergian dalam kelompok atau ingin fleksibilitas lebih, sangat disarankan untuk sewa mobil di Baubau. Banyak penyedia rental mobil Baubau yang menawarkan kendaraan dengan sopir, membuat perjalanan Anda lebih nyaman dan efisien, terutama jika ingin mengunjungi beberapa lokasi di luar kota yang membutuhkan akses khusus.
Kuliner Lokal Wajib Coba di Baubau
Petualangan tak lengkap tanpa mencicipi kelezatan kuliner lokal. Di Baubau, jangan lewatkan:
- Kasat: Sejenis ketupat yang dibungkus daun kelapa muda, biasanya disantap dengan ikan bakar atau gulai.
- Lapa-Lapa: Makanan khas yang terbuat dari beras ketan, dimakan bersama ikan kaholeo atau sambal.
- Ikan Bakar Segar: Karena Baubau adalah kota pesisir, ikan bakarnya jangan diragukan lagi kesegaraya.
- Gogos: Mirip lemper, terbuat dari beras ketan berisi ikan cakalang.
Cari warung makan di sekitar pelabuhan atau pasar tradisional untuk pengalaman kuliner yang paling otentik.
Akomodasi Pilihan
Baubau memiliki beragam pilihan akomodasi, mulai dari hotel bujet hingga hotel bintang tiga. Sebagian besar terletak di pusat kota, tidak terlalu jauh dari benteng. Pesanlah akomodasi jauh-jauh hari, terutama saat musim liburan, untuk memastikan Anda mendapatkan tempat yang nyaman. Cari penginapan yang menawarkan pemandangan kota atau laut jika memungkinkan, agar pengalaman Anda lebih berkesan.
Lokal Secret: Jangan Sampai Ketinggalan!
Untuk pengalaman yang lebih intim dan jarang diketahui turis biasa, cobalah untuk datang ke Benteng Keraton Buton saat menjelang sore hari, sekitar pukul 17.00. Hampir seluruh turis sudah pulang, dan Anda akan menemukan suasana yang jauh lebih tenang. Di waktu ini, cahaya matahari keemasan akan menyinari tembok-tembok benteng, menciptakan siluet yang dramatis dan sempurna untuk fotografi. Jangan ragu untuk duduk di salah satu sudut tembok yang menghadap ke laut, saksikan matahari terbenam perlahan, dan biarkan keagungan sejarah menyelimuti Anda. Jika beruntung, Anda mungkin bisa berinteraksi dengan penduduk lokal yang masih tinggal di dalam benteng, dan mereka sering kali memiliki cerita-cerita menarik yang tidak akan Anda temukan di buku panduan. Benteng Keraton Buton ini menyimpan banyak rahasia, dan sebagian akan terungkap jika Anda mau meluangkan waktu lebih banyak untuk merasakan denyut kehidupaya.
Pertanyaan Sering Diajukan (FAQ)
Berapa harga tiket masuk Benteng Keraton Buton?
Umumnya, tidak ada tiket masuk resmi yang ketat untuk Benteng Keraton Buton. Beberapa area, seperti museum atau rumah adat tertentu, mungkin memiliki biaya retribusi sukarela atau biaya pemeliharaan. Namun, untuk menjelajahi area benteng secara umum, Anda bisa masuk secara gratis.
Apakah ada fasilitas toilet dan musala di dalam benteng?
Ya, karena di dalam benteng terdapat Masjid Agung Kesultanan Buton, Anda akan menemukan fasilitas musala dan toilet di area tersebut. Namun, ketersediaaya mungkin terbatas dan sederhana.
Berapa lama waktu yang ideal untuk menjelajahi Benteng Keraton Buton?
Untuk mendapatkan pengalaman maksimal, alokasikan minimal 3-4 jam untuk menjelajahi seluruh area benteng. Jika Anda ingin lebih santai, berinteraksi dengan penduduk lokal, atau menunggu momen matahari terbit/terbenam, Anda bisa menghabiskan waktu setengah hari penuh.
Apakah aman mengunjungi Benteng Keraton Buton sendirian?
Ya, Benteng Keraton Buton adalah tempat yang relatif aman. Masyarakat lokal ramah dan terbiasa dengan turis. Namun, seperti halnya di tempat wisata mana pun, tetaplah waspada terhadap barang bawaan Anda dan hindari area yang terlalu sepi atau gelap saat sendirian.
Selain Benteng Keraton Buton, apa lagi tempat wisata menarik di Baubau?
Baubau menawarkan beberapa destinasi lain seperti Pantai Nirwana dengan pasir putihnya, Pantai Lakeba, atau Air Terjun Kandawu-Ndawuna. Jika memiliki waktu lebih, Anda bisa menyeberang ke Pulau Kadatua atau Pulau Siompu yang terkenal dengan keindahan bawah lautnya.





