Kesawan Square, atau lebih dikenal sebagai Pusat Jajanan Malam Kesawan, bukanlah sekadar deretan kedai makanan biasa. Ini adalah sebuah kanvas hidup yang melukiskan perpaduan kaya sejarah, budaya, dan cita rasa khas Medan. Berlokasi di jantung kota lama, tepat di Jalan Ahmad Yani, Kesawan Square menawarkan lebih dari sekadar santapan lezat. Anda akan diajak menyelami lorong waktu, di mana bangunan-bangunan kolonial peninggalan Belanda berdiri gagah, menjadi saksi bisu hiruk-pikuk kota yang tak pernah tidur.

Jika Anda mencari pengalaman wisata malam yang otentik, di mana aroma rempah berpadu dengan gurihnya hidangan Tionghoa, Melayu, dan India, sambil dikelilingi arsitektur klasik, Kesawan Square adalah jawabaya. Siapkan perut, mata, dan kamera Anda, sebab malam di sini akan menjadi petualangan yang tak terlupakan.
Daftar Isi
- Kenapa Harus ke Kesawan Square?
- Sejarah dan Aura Kolonial yang Tak Terpadamkan
- Surga Kuliner Malam yang Bikin Candu
- Hidangan Wajib Coba: Jangan Sampai Terlewat!
- Tips Jelajah Kesawan Square Bak Warga Lokal
- Akses dan Transportasi: Cara Menuju Kesawan Square
- Penginapan Terdekat: Rekomendasi untuk Istirahat
- Local Secret: Sudut Terbaik untuk Meresapi Malam
- Pertanyaan Sering Diajukan (FAQ)
Kenapa Harus ke Kesawan Square?
Alasan paling jujur mengapa Kesawan Square wajib masuk daftar kunjungan Anda adalah perpaduan uniknya. Destinasi ini berhasil menggabungkan pesona sejarah yang kuat dengan kelezatan kuliner yang legendaris, semuanya dalam balutan suasana malam yang ramai dan penuh semangat. Ini bukan hanya tentang mengisi perut, tetapi tentang merasakan denyut nadi Medan yang sesungguhnya. Ketika malam tiba, jalanan yang pada siang hari dipenuhi aktivitas bisnis bertransformasi menjadi pasar makanan raksasa yang hidup, tempat berbagai etnis dan budaya bertemu melalui hidangan khasnya.
Anda tidak akan menemukan pengalaman serupa di banyak kota lain. Bangunan-bangunan tua yang megah memberikan latar belakang dramatis bagi para pedagang yang sibuk menyiapkan hidangan, dan aroma sedap dari berbagai masakan berbaur, menciptakan simfoni bau yang memabukkan. Setiap suap adalah petualangan, setiap sudut menyimpan cerita, dan setiap kunjungan menjanjikan pengalaman yang berbeda. Ini adalah tempat di mana Anda bisa melihat langsung keragaman Medan yang terkenal, disajikan di atas piring, di bawah kerlip lampu kota.
Sejarah dan Aura Kolonial yang Tak Terpadamkan
Kawasan Kesawan adalah salah satu area paling bersejarah di Medan, bahkan bisa dibilang menjadi cikal bakal modernisasi kota ini. Sejak era kolonial Belanda, Kesawan telah menjadi pusat ekonomi dan sosial yang penting. Jalan Ahmad Yani, tempat Kesawan Square berada, dulunya dikenal sebagai Kesawanstraat, jalan utama yang diapit oleh bangunan-bangunan megah milik para pedagang kaya, bank, hingga kantor-kantor dagang Eropa dan Tionghoa. Arsitektur art deco daeoklasik yang masih tegak berdiri hingga kini adalah pengingat nyata kemegahan masa lalu.
Salah satu ikon paling terkenal di kawasan ini adalah Tjong A Fie Mansion. Meski istana megah ini biasanya tutup saat malam, keberadaaya memberikan aura prestise dan cerita tentang jejak seorang dermawan Tionghoa yang berperan besar dalam pembangunan Medan. Saat Anda berjalan-jalan di Kesawan Square pada malam hari, luangkan waktu sejenak untuk mengamati detail arsitektur pada fasad-fasad bangunan. Jendela-jendela besar, pilar-pilar kokoh, dan ornamen ukiran adalah saksi bisu ribuan kisah yang terukir di dindingnya. Sensasinya seperti makan malam di museum terbuka yang hidup, di mana setiap hidangan disajikan dengan porsi sejarah yang kental.
Aura kolonial ini memberikan Kesawan Square karakter yang tak tertandingi. Tidak hanya menikmati makanan, tetapi Anda juga sedang menapak tilas jejak para pendahulu, membayangkan kehidupan kota pada masa lampau, sembari dikelilingi oleh hiruk-pikuk kehidupan modern. Perpaduan kontras inilah yang membuat Kesawan Square begitu memikat dan layak untuk dijelajahi lebih dalam.
Surga Kuliner Malam yang Bikin Candu
Begitu matahari terbenam, Jalan Ahmad Yani di kawasan Kesawan Square berubah drastis. Deretan meja dan kursi dadakan mulai mengisi trotoar, asap dari panggangan sate mengepul, aroma bumbu kari menyeruak, dan gemuruh obrolan pengunjung mulai memenuhi udara. Ini adalah surga bagi para pencinta kuliner, sebuah parade rasa yang merepresentasikan keragaman etnis di Medan.
Apa pun preferensi Anda, Kesawan Square punya segalanya. Mulai dari hidangan Tionghoa klasik seperti mi pangsit daasi hainan, masakan Melayu yang kaya rempah, hidangan India dengan sentuhan khasnya, hingga makanan Indonesia populer yang diadaptasi dengan gaya Medan. Setiap kedai memiliki spesialisasi dan rahasia bumbu turun-temuruya sendiri, menciptakan kompetisi sehat yang menguntungkan para pengunjung.
Suasananya sangat hidup dan inklusif. Anda akan melihat keluarga-keluarga menikmati makan malam bersama, sepasang kekasih berbagi hidangan, atau kelompok teman yang tertawa riang. Para pedagang dengan sigap melayani pesanan, sementara musisi jalanan mungkin sedang menghibur dengan lagu-lagu pop atau keroncong. Pengalaman bersantap di Kesawan Square adalah pesta panca indra: mata dimanjakan oleh keramaian, hidung oleh aroma yang menggoda, telinga oleh hiruk-pikuk kota, dan lidah tentu saja oleh kelezatan yang tiada tara. Siapkan diri Anda untuk mencoba berbagai hidangan tanpa rasa bersalah, karena di sinilah esensi kuliner Medan benar-benar terasa.
Hidangan Wajib Coba: Jangan Sampai Terlewat!
Jangan sampai Anda pulang dari Kesawan Square tanpa mencoba beberapa hidangan ikonik berikut. Ini adalah panduan esensial agar petualangan kuliner Anda maksimal:
- Nasi Goreng Kesawan: Meski nama Nasi Goreng terdengar umum, versi Kesawan ini punya karakter tersendiri. Biasanya digoreng dengan bumbu khas yang meresap sempurna, dilengkapi dengan irisan daging, telur, dan kerupuk renyah. Setiap pedagang memiliki racikaya sendiri, sehingga tidak ada salahnya mencoba dari dua atau tiga tempat berbeda untuk membandingkan. Rasanya cenderung gurih, sedikit manis, dan pedas yang pas, seringkali disajikan dengan acar untuk menyeimbangkan rasa.
- Mie Sop Medan: Ini adalah hidangan berkuah hangat yang sangat populer. Mi sop Medan memiliki kuah kaldu sapi atau ayam yang kaya rempah, disajikan dengan mi kuning atau bihun, potongan daging, bakso, kerupuk, dan taburan bawang goreng serta seledri. Tambahkan perasan jeruk limau dan sambal cabai rawit untuk sensasi rasa yang lebih nendang. Hidangan ini cocok dinikmati kapan saja, terutama jika cuaca sedikit sejuk.
- Sate Padang: Meskipun asalnya dari Padang, Sumatera Barat, sate Padang di Medan memiliki penggemar setia dan variasi yang menarik. Potongan daging sapi (atau lidah) yang empuk ditusuk dan dibakar, lalu disiram dengan kuah kental berwarna kuning atau merah kekuningan yang kaya bumbu kari. Jangan lupa keripik singkong balado sebagai teman makan yang sempurna. Pastikan Anda mencoba yang masih panas mengepul, nikmatnya tiada duanya!
- Soto Medan: Jika Anda penggemar soto, soto Medan adalah level up yang wajib dicicipi. Kuahnya kental dan kaya akan santan serta rempah-rempah yang kuat, seperti ketumbar, jintan, dan kunyit. Biasanya disajikan dengan pilihan daging ayam, sapi, atau udang, lengkap dengan perkedel kentang, emping, dan taburan bawang goreng. Rasanya gurih, sedikit pedas, dan sangat kaya.
- Martabak India / Roti Canai: Ini adalah hidangan yang menunjukkan pengaruh budaya India yang kuat di Medan. Martabak India memiliki tekstur lebih tebal dan kenyal dibandingkan martabak telur biasa, seringkali diisi dengan telur, daging cincang, dan bawang bombai, lalu disajikan dengan kuah kari kental. Sementara roti canai adalah roti pipih yang renyah dan lembut, disantap dengan kuah kari atau bahkan susu kental manis sebagai hidangan penutup. Keduanya sangat direkomendasikan untuk pengalaman rasa yang berbeda.
- Aneka Jus Buah Segar dan Es Campur: Setelah berkeliling dan menikmati hidangan berat, segarkan tenggorokan Anda dengan aneka jus buah segar yang dijajakan. Jus alpukat, sirsak, mangga, atau terong belanda adalah pilihan populer. Jika Anda ingin yang lebih manis dan beragam, es campur dengan isian buah-buahan, cendol, kolang-kaling, dan sirup merah adalah penutup yang sempurna untuk malam kuliner Anda.
Tips Jelajah Kesawan Square Bak Warga Lokal
Agar pengalaman Anda di Kesawan Square maksimal dayaman, perhatikan beberapa tips dari kami:
- Waktu Terbaik: Kesawan Square mulai ramai sekitar pukul 18.00 WIB dan mencapai puncaknya antara pukul 20.00 hingga 22.00 WIB. Jika Anda ingin menikmati suasana yang lebih hidup dan ramai, datanglah pada jam-jam tersebut. Namun, jika Anda lebih suka suasana yang sedikit tenang tapi tetap meriah, datanglah lebih awal atau sedikit lebih larut.
- Pilih Kedai dengan Cermat: Kepadatan pengunjung sering kali menjadi indikator popularitas dan kelezatan sebuah kedai. Lihatlah kedai mana yang paling ramai dikunjungi warga lokal. Jangan ragu untuk bertanya rekomendasi dari pengunjung lain atau bahkan dari pedagang di sekitar. Kebersihan adalah faktor lain yang perlu diperhatikan saat memilih tempat makan.
- Siapkan Uang Tunai: Meskipun beberapa kedai modern mungkin menerima pembayaraon-tunai, sebagian besar pedagang di Kesawan Square masih mengandalkan transaksi tunai. Pastikan Anda membawa uang tunai secukupnya dalam pecahan kecil untuk memudahkan pembayaran.
- Pakaian Santai: Kenakan pakaian yang nyaman dan ringan, karena suasana bisa cukup gerah dan ramai. Sepatu yang nyaman juga penting karena Anda mungkin akan banyak berjalan kaki dari satu kedai ke kedai lain.
- Jaga Barang Bawaan: Seperti di tempat keramaian laiya, tetap waspada terhadap barang bawaan Anda. Simpan dompet dan ponsel di tempat yang aman dan sulit dijangkau pencopet.
- Eksplorasi dengan Rasa Penasaran: Jangan terpaku pada satu jenis makanan saja. Cobalah berbagai hidangan dari kedai-kedai yang berbeda. Kesawan Square adalah tempat untuk bereksperimen dan menemukan cita rasa baru.
Akses dan Transportasi: Cara Menuju Kesawan Square
Kesawan Square berlokasi sangat strategis di pusat kota Medan, membuatnya mudah dijangkau dari berbagai penjuru. Jika Anda datang dari luar kota melalui Bandara Kualanamu (KNO), Anda bisa naik kereta api bandara langsung menuju Stasiun Medan. Dari Stasiun Medan, Kesawan Square hanya berjarak sekitar 10-15 menit berjalan kaki ke arah selatan, atau Anda bisa melanjutkan dengan becak motor (betor) khas Medan, taksi, atau layanan transportasi daring.
Bagi Anda yang ingin menjelajahi kota Medan dengan lebih leluasa, Balioh Trans merekomendasikan untuk menggunakan layanan sewa mobil di Medan. Dengan kendaraan pribadi, Anda bebas mengatur jadwal kunjungan ke Kesawan Square tanpa terikat transportasi umum, dan bisa dengan mudah berpindah ke destinasi lain di Medan setelahnya. Pilihan rental mobil Medan juga sangat fleksibel, tersedia dengan atau tanpa sopir, sesuai kebutuhan Anda.
Jika Anda memilih menggunakan transportasi umum lokal, angkot (angkutan kota) dengan berbagai trayek melewati atau berdekatan dengan Jalan Ahmad Yani. Tanyakan kepada pengemudi untuk memastikan trayek yang tepat. Untuk parkir, ada beberapa area parkir yang tersedia di sekitar Kesawan Square, namun bisa sangat ramai terutama pada jam-jam puncak. Pertimbangkan untuk memarkir kendaraan sedikit lebih jauh dan berjalan kaki untuk menghindari kemacetan dan kesulitan mencari tempat parkir.
Penginapan Terdekat: Rekomendasi untuk Istirahat
Menginap di sekitar Kesawan Square akan memudahkan Anda untuk menikmati wisata malam tanpa khawatir transportasi pulang. Ada banyak pilihan akomodasi, mulai dari hotel bujet hingga bintang, yang berjarak tempuh singkat:
- Hotel-hotel Bersejarah: Beberapa hotel di sekitar Kesawan menawarkan sentuhan sejarah dan arsitektur klasik, seperti Grand Aston City Hall Hotel & Serviced Residences yang merupakan bangunan moderamun berdekatan dengan situs bersejarah.
- Hotel Bujet dan Mid-Range: Banyak pilihan hotel dengan harga terjangkau seperti Whiz Prime Hotel Medan Hasanuddin atau Karibia Boutique Hotel yang menawarkan kenyamanan dengan fasilitas memadai dan lokasi strategis.
- Guesthouse atau Hostel: Bagi pelancong solo atau dengan anggaran terbatas, ada beberapa guesthouse atau hostel yang menyediakan penginapan hemat dengan suasana yang lebih akrab. Cari di area sekitar Jalan Jend. Ahmad Yani atau Jalan Balai Kota.
Memilih penginapan di pusat kota juga memberikan keuntungan akses mudah ke destinasi lain di Medan, seperti Istana Maimun, Mesjid Raya, atau pusat perbelanjaan modern.
Local Secret: Sudut Terbaik untuk Meresapi Malam
Untuk pengalaman yang sedikit berbeda dari keramaian utama Kesawan Square, carilah salah satu lorong kecil yang mengarah ke bagian belakang bangunan-bangunan tua di sekitarnya. Terkadang, Anda akan menemukan kafe-kafe tersembunyi dengauansa lebih tenang, menawarkan kopi lokal dan kudapan ringan. Atau, cukup temukan bangku kosong di seberang Tjong A Fie Mansion. Dari sana, Anda bisa menyaksikan pemandangan Kesawan Square yang ramai dari kejauhan, dengan latar belakang bangunan kolonial yang diterangi lampu. Ini adalah spot sempurna untuk meresapi kontras antara kemegahan masa lalu dan denyut nadi kuliner malam yang tak pernah padam, sambil menikmati secangkir kopi hitam khas Medan.
Pertanyaan Sering Diajukan (FAQ)
Berikut adalah beberapa pertanyaan umum mengenai Kesawan Square:
- Kapan waktu terbaik untuk mengunjungi Kesawan Square?
Waktu terbaik adalah antara pukul 19.00 hingga 22.00 WIB, saat semua kedai sudah buka dan suasana paling ramai. - Apakah Kesawan Square buka setiap hari?
Ya, sebagian besar kedai buka setiap hari, namun beberapa mungkin tutup pada hari raya besar. Hari libur akhir pekan biasanya paling ramai. - Apakah ada makanan halal di Kesawan Square?
Ya, banyak pilihan makanan halal tersedia. Anda bisa bertanya langsung kepada pedagang untuk memastikan. - Bagaimana dengan masalah kebersihan di Kesawan Square?
Meskipun ini adalah pasar malam, pemerintah kota dan pedagang berupaya menjaga kebersihan. Selalu pilih kedai yang terlihat bersih dan ramai pengunjung. - Apakah Kesawan Square aman untuk pengunjung wanita solo?
Secara umum aman, karena area ini ramai dan terang benderang. Namun, seperti di tempat ramai laiya, selalu waspada dan hindari berjalan di area yang terlalu sepi sendirian.





